SEGALA SESUATU ADALAH DARI TUHAN DAN KEPADA TUHAN – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 26 Februari 2017 )

ROMA 11:36

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.”

 

Pendahuluan

Pernahkah kita berpikir, bahwa sebenarnya manusia tidak benar-benar memiliki apa yang dimilkinya, meski itu hasil dari usahanya sendiri selama hidupnya di dunia ini? Ayub mewakili kita semua untuk mengakui hal tersebut .

Ayub 1:21  “Katanya : Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan.”

 

Kita lahir telanjang tanpa membawa apapun ke dunia ini dan meskipun selama hidup di dunia ini kita memiliki segalanya untuk dinikmati, namun semua itu tidak kita bawa satupun ketika kita meninggalkan dunia ini. Ayub menjelaskan bahwa segala yang kita miliki termasuk hidup kita berasal dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan, Dia yang memberi Dia jugalah yang mengambilnya kembali. Semua yang ada di bumi dan jagat raya ini adalah milik Tuhan, kita cuma dipercaya atau diberi kuasa untuk mengelola saja, tetapi bukan pemilik. Kejadian 2:15 – Manusia ditempatkan di taman Eden bukan untuk memilki tetapi untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Demikian juga atas semua ciptaan-Nya kita hanya diberi kuasa untuk menaklukan dan mengatur bumi ini bagi kemuliaan Tuhan sang pemilik sejati.

Dalam Roma 11:36 – Ada 4 hal yang merupakan tujuan Allah untuk kita dapat pahami :

  1. SEGALA SEUATU ADALAH DARI DIA

Maksudnya adalah bahwa semua yang ada dan yang terjadi di dalam dunia ini bukanlah terjadi secara kebetulan, tetapi ada yang menciptakan, yaitu Allah. Aliktab dibuka dengan penjelasan tentang hal ini. Kejadian 1:1 – “ Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” . Jadi sebelum ada apa-apa di jagat raya ini, yang pertama ada itu Allah, dan dari Allah-lah kemudian diciptakan segala yang ada sekarang ini.

Pelajaran yang dapat kita petik untuk kita pahami dari bagian pertama ini adalah :

“Pada mulanya Allah.” Karena segala sesuatu dimulai dari Allah, maka seharusnya kita juga memulai aktivitas kita dengan Allah, sebelum mengerjakan aktivitas selanjutnya dalam keseharian kita. Apakah kita memulai aktivitas kehidupan kita dengan Allah? Tanpa bermaksud menghakimi, ada banyak orang memulai aktivitasnya dengan hal yang tidak penting. Bangun pagi langsung teriak “ Nem tolong bikinkan kopi“ kemudian ambil koran hari itu, atau putar televisi sambil ngopi. Jadi orang ini memulai aktivitasnya hari itu dengan Inem pembantunya, dengan kopi, dengan koran atau tv, tidak heran sepanjang hari itu ia alami banyak kekuatiran dan ketakutan karena yang ia terima adalah berita dunia ini yang penuh dengan gejolak. Segala sesuatu adalah dari Dia, mendorong kita untuk memulai hidup ini bersama dengan Allah, berjumpa dengan Allah lewat doa perenungan fiman Tuhan, bukan dengan hal yang lain.

Apa dampak jika kita memulai dengan Allah dalam aktivitas hidup kita ?

“ …Menciptakan langit dan bumi “. Dengan memulai bersama Tuhan, kita bukan saja mendapatkan penyertaan-Nya, tetapi juga menikmati daya ciptaNya, segalanya dapat tersedia  dari Allah untuk kita.

  1. OLEH DIA

Oleh Dia maksudnya adalah semua yang diciptakan Allah termasuk manusia, ada dalam kendali Tuhan, dan semua yang terjadi pada ciptaan-Nya ada dalam aturan dan sepengetahuan Tuhan. Semua hal dalam jagat raya ini diatur dan dikendalikan Tuhan. Wahyu 3:7b – menuliskan bahwa apa yang dibuka oleh Tuhan tidak ada yang dapat menutupnya dan apabila Ia menutup tidak ada yang dapat membukanya. Kita dapat melewati pagi, siang dan malam terus berganti setiap hari itu bukan berjalan dengan sendirinya, tetapi ada yang mengaturnya, Allah mengatur segala sesuatunya sehingga semua kehidupan ini terjadi oleh karena Dia.

Pelajaran yang dapat kita peroleh untuk kita pahami dari hal yang kedua ini adalah karena segala sesuatu ada dalam kendali dan diatur Tuhan. Sebagai orang percaya, percayakanlah hidup kita pada Tuhan apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Mengapa?  Roma 8:28 menjelaskan, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Tuhan tidak pernah berdiam diri terhadap orang yang mengasihi-Nya, Ia akan turut campur dalam masalah apapun yang dihadapi orang percaya untuk mendatangkan keuntungan dan kebaikan. Bersama Allah dan oleh Dia, kita dapat menghadapi masalah kehidupan apapun dengan kemenangan.

  1. KEPADA DIA

Kepada Dia, artinya semua yang Tuhan ciptakan adalah untuk kepentingan Tuhan. Bukan saja sebagai sumber tetapi Allah juga harus menjadi pusat kehidupan kita, sehingga apapun yang kita kerjakan semua harus tertuju kepada kehendak Tuhan.

Pelajaran yang kita dapatkan dari hal yang ketiga ini adalah karena segala sesuatu tertuju kepada Dia (Tuhan), maka apapun yang kita lakukan, kerjakanlah untuk Tuhan bukan karena kita mampu atau karena kita punya sesuatu. Kerjakan dengan kesadaran bahwa semua yang ada pada kita itu berasal dari Tuhan, oleh Tuhan dan kepada Tuhan.

Nasehat Tuhan Yesus dalam Injil Lukas 17:10 – “Demikianlah juga kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata : Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” Adalah benar bahwa kita bukanlah apa-apa dihadapan Tuhan, kita hanya berguna ketika kita mendapat kepercayaan Tuhan untuk mengerjakan yang Tuhan perintahkan. Tidak ada satupun yang dapat kita banggakan dari diri kita karena semua datang dari Tuhan, oleh Tuhan dan kepada Tuhan.

Seorang saleh mengatakan ‘banyak orang menilai bahwa kejatuhan seseorang adalah karena melakukan dosa-dosa yang besar, tetapi kejatuhan yang tak terlihat dan fatal dimata Tuhan adalah ketika kita merasa diri berharga dan berjasa dalam pekerjaan Tuhan, yang adalah milik Tuhan.’

  1. BAGI DIALAH KEMULIAAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA

Inilah tujuan Allah menciptakan segala sesuatu, yaitu Allah dimuliakan melalui ciptaan-Nya. Tuhan harus menjadi pusat: Pujian; Pelayanan; Penyembahan; dan Kemuliaan. Mazmur 150:6 – “Biarlah segala yang bernapas memuji Tuhan! Haleluya!” Semua harus tertuju bagi kemuliaan Tuhan, tetapi bukan berarti apa yang kita kerjakan bagi Tuhan tidak menghasilkan apa-apa. Semua pelayanan maupun jerih payah bagi Tuhan ada upahnya dari Tuhan, jika itu dilakukan bagi kemuliaan Tuhan bukan karena ingin mendapat pujian.

Sebagai contoh Matius 6:2 – “Jadi apabila kamu engkau memberi sedekah,  janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” Apa upah bagi orang yang seperti ini?  Yaitu dipuji-puji orang, tetapi dihadapan Tuhan nol besar. Jadi mari kita sadari dan pahami bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia, bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Bagaimana kepemilikan kita di bumi ini apakah benar-benar hanya dapat dinikmati selagi hidup saja ? Kepemilikkan kita di bumi ini dapat kita peroleh di Sorga dengan cara:

Maitus 6:19,20 – “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di bumi ngengat dan karat merusakkanya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di Sorga, di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”

Bagaimana cara menyimpan harta kita di sorga ? Investasikan semua kepemilikan kita lewat pekerjaan dan pelayanan bagi Tuhan, apakah itu, waktu, tenaga, pikiran dan harta kita bagi Tuhan, maka kita akan menerimanya kembali kelak di sorga sebagai pahala dan mahkota kemuliaan bagi kita.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s