Cara Mengenal Allah Yang Benar – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 5 Maret 2017) Ma

PENDAHULUAN

Mengenal Allah bukan hanya sekedar tahu tentang Allah, melainkan suatu hubungan yang begitu dalam seperti pasangan suami dan Istri. Sebuah contoh dalam Alkitab tentang seorang penjahat yang disalib bersama Yesus, Lukas 23:39-43. Sepanjang hidupnya, ia hanya kenal kejahatan dan tidak kenal Allah yang benar. Menjelang kematian, ia berjumpa dengan Yesus yang tersalib, tetapi ia memandang Yesus bukan seperti penjahat seperti halnya dengan dirinya. Ia mengenal Yesus sebagai  Mesias atau pemimpin; Raja atas segala raja, yang akan datang di akhir zaman untuk menyelamatkan orang yang percaya dan membinasakan orang yang tidak percaya. Pengenalan akan Yesus ini yang membuat  penyamun  mendapat  jaminan keselamatan dari Yesus. Yohanes 3:18 “Pada hari ini juga engkau bersama-sama dengan Aku di Firdaus!”

 

Secara jasmani penyamun itu mati, namun rohnya ada bersama-sama dengan Yesus di Taman Eden (Firdaus). Dan ia berhak makan buah Pohon Kehidupan, yaitu buah yang membuat dia dapat hidup kekal bersama semua orang percaya yang diselamatkan.

 

RAHASIA UNTUK MENGENAL

Untuk mengenal Allah, seseorang tidak bisa mengandalkan intelektual; daya nalar dan usaha secara jasmani lainnya seperti ingin mengenal seseorang. Pengenalan akan Allah tidak ada kaitannya dengan kepandaian atau intelektual seseorang. Meskipun orang tersebut memiliki keterbelakangan mental, ia dapat mengenal Allah.

 

Dalam Matius 11:25 menuliskan “Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil”.

 

Perhatikan perkataan Yesus: “SEMUANYA ITU ENGKAU SEMBUNYIKAN BAGI ORANG BIJAK DAN PANDAI.” Artinya adalah Rahasia keselamatan atau pengenalan akan Yesus tidak dinyatakan Allah bagi orang yang mengandalkan intelektual dan akal manusia. Beberapa Agama melakukan hal-hal yang baik dan beramal agar diselamatkan serta menghampiri Allah. Tetapi Allah tidak dapat dikenal dengan cara manusia melainkan Allah menyatakan diri kepada orang yang kecil.

 

Perhatikan “TETAPI ENGKAU NYATAKAN KEPADA ORANG KECIL.”

Kata “Orang Kecil” dalam bahasa Inggris: Babes artinya bayi-bayi; Orang kecil;bayi, identik dengan tulus (polos) dan rendah hati. Jadi orang kecil adalah mereka yang memiliki intelektual dan berpendidikan tinggi, namun datang merendahkan diri seperti Anak Kecil yang polos dan tulus. Maka Allah nyatakan rahasia firman-Nya bagi orang yang tulus dan rendah hati sehingga mereka dapat mengerti dan mengenal Allah yang benar. Sebab Bapa menyatakan rahasia keselamatan kepada orang kecil, orang yang merendahkan diri dihadapan Tuhan.

 

Sebaliknya orang-orang yang mengandalkan logika serta menggunakan konsep-konsep dirinya, tidak akan bisa mengenal Allah dan menikmati keselamatan yang Allah sediakan melalui iman kepada Kristus Yesus.

 

Markus 10:15, Aku berkata kepadamu: “Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Jadilah seperti anak kecil, bukan bertingkah seperti anak kecil, melainkan memiliki hati seperti anak kecil, yang begitu polos dan penuh kemurnian untuk mengenal Allah dengan lebih dalam serta menerima keselamatan, percaya kuasa dan mujizat-Nya dalam kerendah-hatian serta ketulusan. Maka kita akan melihat kemuliaan Allah yang disediakan bagi mereka yang percaya.

 

PENGHALANG

Sering kali logika, perasaan dan kesombongan, menjadi penghalang bagi seseorang untuk mengenal Yesus dalam pengiringannya sehingga banyak diantara mereka tidak melihat dan mengalami kemuliaan serta kuasa firman Allah. Bukan karena Tuhan Yesus berubah, melainkan karena ia cenderung memakai akal dan logika dalam memahami kehendak serta kuasa Tuhan.

 

Dalam doa pemazmur, ia menuliskan Mazmur 119:18 “Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu…” Pemazmur meminta Tuhan untuk menyingkapkan mata rohaninya agar pemazmur dapat mengenal Allah yang benar dan memahami keajaiban-keajaiban firman-Nya.

 

Sebuah video tentang percakapan seorang Ibu guru yang bertanya kepada anak muridnya. Sebutkan hewan apa yang kalian ketahui? Satu persatu sang anak menjawab sesuai dengan apa yang mereka ketahui dan dengarkan. Tetapi salah seorang anak murid menjawab dengan polosnya tentang seekor hewan yang pernah ia dengar dari pamannya, yaitu ikan besar yang menelan Yunus. Mendengar apa yang diungkapkan oleh sang anak, sang Ibu dengan tegas menolak bahwa apa yang disampaikan oleh pamannya tidak masuk akal. Mana mungkin ada ikan yang dapat menelan manusia dan manusia tersebut tetap hidup. Ibu guru menjawab dengan logikanya yang terbatas, tetapi sang anak tetap bertahan dan percaya bahwa apa yang disampaikan oleh pamanya adalah kebenaran. Ingat, firman Allah jauh lebih tinggi dari ilmu pengetahuan dunia.

 

WANITA SIRO FENISIA – Markus 7:24-30

Seorang wanita Yunani, dari suku Siro-Fenisia yang bertempat di luar daerah Israel. Meminta agar Yesus mengusir setan yang merasuki anaknya, yang menyebabkan anaknya mengalami penderitaan yang luar biasa. Yesus jawab permintaan perempuan Siro-Fenisia ini dalam bentuk perumpamaan bahwa roti tidak layak diberikan kepada anjing.

 

Kata “Anak-anak” dalam Markus 7:27 mengandung 2 arti:

  1. Umat Israel – (keturunan Abraham) yaitu bangsa pilihan Allah. Orang non Israel digambarkan seperti hewan.
  2. Yesus bekerja berdasarkan waktu yang sudah ditetapkan Bapa.

Kedatangan Yesus pertama kepada bangsa Isarel dan melalui Israel orang-orang diselamatkan. Markus 7:27 “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

 

 

 

Perhatikan gambar !

Yesus berumur 30 tahun saat dibaptis serta dilantik sebagai Mesias. Yesus digambarkan seperti roti hidup. Yesus ditetapkan oleh Bapa selama 3,5 tahun untuk melayani orang Israel dan mengenyangkan mereka dengar firman. Dan setelah Israel diselamatkan barulah orang non Yahudi mendapat bagian dari roti hidup tersebut melalui bangsa Isarel. Tetapi wanita Siro-Fenisia mendapat pengetahuan tentang maksud Allah, ia percaya kepada Yesus. Wanita ini tersungkur dan merendahkan diri, ia tidak peduli dengan perumpaan Yesus. Bahwa Yesus bekerja hanya bagi orang Yahudi bukan non Yahudi. Wanita ini terus bersikeras meminta kepada Yesus agar menyembuhkan anaknya. Tampak dari ucapan yang ia ungkapkan kepada Yesus, Markus 7:28 “Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

 

Orang Israel yang menolak roti hidup ini yaitu Yesus, dengan menyalibkan Yesus, mereka enolak semua firman yang Yesus sampaikan serta menghina Yesus saat disalibkan. Tetapi wanita Siro-Fenisia datang kepada Yesus dengan penuh kerendahan, meminta belas kasihan Yesus. Ia tahu bahwa waktunya belum tiba, tetapi ia percaya bahwa Yesus sanggup melakukannya. Oleh sebab penolakkan bangsa Isarel, maka injil yang seharusnya akan dibagikan oleh orang Israel justru dibagikan oleh orang-orang non Israel.

 

Markus 7:29, kerendahan dan ketulusan hati perempuan Siro-Fenisia di depan Yesus, membuat ia mengenal bahwa Yesus adalah:

  • Allah yang penuh belas kasihan dan kemurahan, terhadap orang yang tulus dan rendah hati seperti anak-anak.

Gambar:

  • Bangsa Israel adalah anak-anak Abraham, tetapi keras hati, sombong dan menolak roti (kasih karunia) Yesus.

 

Jangan sombong saat menghadap hadirat Tuhan melainkan datang dengan kerenda-hatian. Melihat iman; ketulusan; kerendahan hati dan pengenalan perempuan Siro-Fenisia ini kepada Yesus, Yesus tidak  dapat menahan anugerah-Nya.

Markus 7:29 “Maka kata Yesus kepada perempuan ini: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu telah keluar dari anakmu.”

Kita bukan orang yang menolak melainkan orang yang menerima.

 

 

KESIMPULAN         

Untuk jadi pengikut Yesus yang berkenan kepada Tuhan, maka kita harus bertumbuh dewasa, II Petrus 1:5-7. Iman terus bertambah kepada kebajikan, pengetahuan tetang Allah sampai kasih Agape. Semua dapat dicapai dengan hati yang tulus, penuh kerendahan serta kepolosan maka kita akan mengalami kuasa Allah.

 

 

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s