Konsekuensi Sebuah Pilihan – oleh Pdt. Yos Hartono (Ibadah Raya – Minggu, 12 Maret 2017)

Yunus 2:1-10

 

Peristiwa Yunus merupakan sebuah pengalaman langka dimana seorang manusia dapat berdoa dalam perut ikan. Peristiwa Yunus dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi negatif dan dimensi positif. Seperti apakah kedua dimensi tersebut?

 

A. DIMENSI NEGATIF

Sisi pertama yang dapat dipelajari dari kisah Yunus adalah dimensi negatif. Pada faktanya perut ikan adalah tempat gelap dan amis. Suatu tempat yang tidak nyaman bagi seseorang untuk tetap berada di sana. Yunus menggambarkan tempat tersebut seperti dunia orang mati. Keberadaan Yunus di perut ikan, merupakan konsekuensi logis dari pilihan dan perbuatannya karena melanggar atau menyimpangi perintah firman Tuhan yang sudah ia terima yaitu untuk pergi memberitakan keselamatan dari Allah kepada bangsa Niniwe – Yunus 1:1-3.

 

Yunus 1:1, Firman mendatangi Yunus. Tuhan menghormati Yunus, sebab Tuhan yang datang berfirman secara khusus kepada Yunus. Yunus 1:3, tetapi Yunus merespon firman Tuhan dengan lari menjauh dari tempat yang Tuhan perintahkan.

 

Dimensi negatif dari kisah Yunus:

  1. Yunus meremehkan Firman Tuhan.

Hal ini tampak dari sikapnya yang tidak taat. Padahal Firman Tuhan yang datang kepadanya adalah bukti penghormatan Tuhan bagi Yunus. Hal ini membuat  Yunus jauh dihadapan Tuhan.

Bagaimana dengan hidup kita ketika Firman Allah datang kepada hidup kita? Apakah kita mengabaikannya serta menjauh dari Tuhan? Amsal 13:13 menuliskan “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” Jadi seseorang yang meremehkan firman Tuhan akan menanggung akibatnya. Allah adalah kasih, tetapi konsekuensi tetap berlaku akibat ketidaktaatan. Konsekuensi untuk berada di tempat yang tidak nyaman serta tertekan. Seperti Yunus yang harus menginap di perut ikan karena mengabaikan Firman Tuhan. Namun sebaliknya, seseorang yang taat akan menerima balasan dari Tuhan.

 

Pesan bagi kita, jangan meremehkan Firman Tuhan karena ada akibatnya meskipun firman Tuhan tampak sederhana. Seperti Yunus yang meremehkan sehingga ia mengabaikan Firman Tuhan yang datang kepadanya.

 

Alkitab memberi  beberapa contoh tentang orang-orang yang mengabaikan Firman Allah dan konsekuensinya, yaitu :

  • Kejadian 3, Adam dan Hawa kehilangan Firdaus karena mengabaikan Firman Tuhan.
  • Yeremia 25:3-1, Orang Yehuda dibuang ke Babel selama 70 tahun karena mengabaikan tahun sabat.

Semua orang yang mengabaikan firman pasti menanggung akibatnya, bahkan sampai alami kematian. Bukan hanya kematian fisik, tetapi kematian dalam usaha, kematian dalam kesehatan, kehilangan berkat, damai sejahtera dan kebahagiaan hidup.

 

 

  1. Setiap pilihan dan keputusan ada hasil serta akibatnya. – Matius 7:7,8

Kesesatan dan nafsu manusia dapat menyebabkan ia memilih hal-hal diluar firman Tuhan. Oleh sebab itu pikirkan segala sesuatu sebelum dipilih, diputuskan dan dilakukan. Karena itu berhati-hatilah dalam membuat keputusan dengan cara:

  • Pertimbangkan setiap keputusan yang akan dipilih

Segala sesuatu harus melalui pertimbangan. Amsal 20:18 – Rancangan adalah akumulasi dari pertimbangan-pertimbangan. Baik atau buruknya keadaan kita hari ini, bergantung dari apa yang telah dipertimbangkan serta putuskan di masa lampau. Terlaksananya sebuah rencana sangat bergantung dari pertimbangan-pertimbangan yang matang. Tanpa sebuah rancangan atau analisa yang baik kita akan membuat keputusan yang salah serta konsekuensi yang buruk.

 

  • Libatkan Tuhan dalam pengambilan keputusan

Ini penting karena Tuhanlah yang berkuasa atas hidup hari ini dan bahkan masa depan kita. Yunus mengabaikan keterlibatan Tuhan sehingga harus berada di perut ikan. Berilah tempat bagi Tuhan berkuasa atas setiap keputusan kita. Konsep manusia terbatas karena itu kita butuh campur tangan Tuhan yang tidak terbatas.

Contohnya, Daud melibatkan Tuhan saat meminta petunjuk untuk mengejar musuhnya dan Tuhan Yesus memberi makan 5.000 orang dengan melibatkan Bapa di sorga.

 

B. DIMENSI POSITIF – YUNUS 1:17

Fakta menunjukkan bahwa perut ikan adalah tempat yang tidak mengenakkan, tetapi dari sudut pandang dimensi positif keberadaan Yunus dalam perut ikan adalah skenario Tuhan. Sehingga Yunus yang seharusnya mati tenggelam, dapat selamat karena ikan besar yang diperintah oleh Tuhan. Ikan besar yang menelan Yunus membuat Yunus menemukan jati dirinya, bahwa ia membutuhkan Tuhan. Dalam perut ikan ia berdoa, mengaku dosa dan berkomitmen kepada Allah bahwa ia akan taat. Jadi perut ikan adalah wujud pertolongan Tuhan terhadap Yunus.

 

Dalam hidup ini tidak selamanya berjalan dengan baik seperti apa yang diharapkan. Tetapi ada masa-masa sukar yang harus dilewati. Jangan terburu-buru menolaknya, bisa saja Allah bekerja didalamnya untuk menolong dan menunjukkan kasihNya. Seperti Yunus yang mengalami pertolongan dan kemurahan Allah, itu nyata saat Allah mengirimkan ikan untuk menyelamatkan Yunus dari kebinasaan. Lewat peristiwa itu, Tuhan membentuk Yunus untuk mengenal Allah sebagai penguasa alam.

 

Pesan bagi kita, sebuah buku menuliskan “Rahasia seseorang berbahagia adalah dengan melihat dari sisi yang cerah dalam kegelapan.” Artinya, dalam masa kegelapan lihatlah sisi yang cerah. Tetaplah kuat karena selalu ada rancangan indah Tuhan di tengah keadaan yang sukar.

 

Kesimpulan

  1. Jangan meremehkan firman Tuhan yang kita dengar dalam setiap ibadah
  2. Ingatlah, bahwa setiap perbuatan pasti ada konsekuensinya, baik ataupun buruk
  3. Jangan lupa untuk melibatkan Tuhan dalam segala keputusan
  4. Perut ikan merupakan gambaran dari masa sukar, tetapi disanalah pertolongan Tuhan dan kasih Allah dinyatakan.
  5. Masa Gelap adalah ruang pendewasaan dari Tuhan (tegar dan sabar)

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s