SAKSI KRISTUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 19 Maret 2017)

Yohanes 1:19-28

PENDAHULUAN

Dalam sebuah percakapan antara Perempuan Siro-Fenisia dan Yesus (Markus 7:24-30), perempuan Samaria ini memohon agar Yesus berkenan menyembuhkan anaknya yang dirasuki setan. Yesus tidak secara langsung menolak permintaan wanita ini, melainkan Yesus menjawab dengan sebuah perumpamaan.

Markus 10:27

Lalu Yesus berkata kepadanya:“Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

 

Apa maksudnya? Dikalangan orang Israel ada budaya waktu itu jika seorang ibu memberi makan kepada anaknya tapi anaknya menolak karena kenyang maka si ibu pantang untuk memberi roti itu kepada anjing.

 

Arti Markus 7:27 Sesuai Peta Zaman

GAMBAR

Dari gambar ini kita melihat bahwa  pertama-tama Bapa memberikan Yesus (Roti Hidup) bagi orang yahudi atau yang disebut sebagai anak-anak Abraham. Setelah anak-anak Abraham kenyang, artinya Israel sudah diselamatkan barulah kemudian Anak-anak  Abraham (bangsa Israel) wajib membagikan Yesus (Roti Hidup) kepada bangsa-bangsa non Yahudi. Sehingga oleh keturunan Abraham semua bangsa di bumi mendapat keselamatan (Kejadian 22:18). Tetapi kenyataannya sebaliknya, orang Yahudi/ Israel (anak-anak Abraham) menolak Yesus. Injil menceritakan mereka menyalibkan Yesus (Roti Hidup) di atas kayu salib.

GAMBAR

Karena Roti itu ditolak maka Roti itu dibagikan kepada kita yang bukan keturunan Israel secara jasmani.

 

Dalam suratnya Rasul Paulus menjelaskan:

Roma 11:25

“Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan mengangggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah tegar, sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.”

 

Gambar

Bangsa Israel atau Yahudi menolak Yesus bukan cuma waktu dulu, tapi sampai sekarang pun mereka tetap mengeraskan hati menolak Yesus. Bahkan dikatakan sampai jumlah bangsa lain yang menerima Yesus terpenuhi. Merupakan suatu kenyataan bahwa orang non Yahudi saat ini pun masih banyak yang belum menerima Yesus. Oleh karena itu, kita yang sudah terima Roti Hidup (Yesus) itu wajib untuk bersaksi atau membagikan-Nya kepada orang lain supaya bukan hanya kita yang diselamatkan tetapi semua orang dapat menerima keselamatan.

YOHANES PEMBAPTIS BERSAKSI (Yohanes 1:19-28)

Yohanes Pembaptis adalah patron atau contoh seorang saksi Kristus yang sejati, yang harus kita ikuti dan teladani, karena :

  1. Yohanes Menjadi Daya Tarik

Jika orang Kristen tidak menjadi daya tarik maka orang lain tidak akan tertarik menerima Yesus.

Yohanes 1:19

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?”

Mengapa mereka bertanya: “Siapakah engkau kepada Yohanes Pembaptis..?”

Mereka mengira Yohanes Pembaptis adalah Mesias yang dinubuatkan dalam firman Allah dengan melihat karakter Mesias (Kristus) nyata dalam diri Yohanes pembaptis. Seharusnya setiap orang Kristen menampilkan karakter Yesus lewat hidupnya sehingga menjadi daya tarik bagi orang lain.

  1. Rendah Hati; Jujur; Tidak Munafik

Mereka juga menemukan kerendahan hati dalam diri Yohanes.

Yohanes 1:20“Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.”

 

Kita harus hati-hati dengan roh kesombongan, karena didalamnya ada roh lusifer (Lukas 10:17-20). Jangan kita menjadi sombong untuk hal apapun, baik karena fisik, intelektual, status sosial, tingkat ekonomi dan lain sebagainya.

Yesus berkata dalam Matius 11:29 “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” Tidak heran banyak orang datang kepada Yesus.

Rasul Petrus berkata dalam I Petrus 5:5 “Allah menentang (memerangi) orang yang congkak (sombong).

  1. Setia

Pribadi yang menjadi daya tarik adalah pribadi yang setia.

Yohanes 1:21a “Lalu mereka bertanya kepadanya: Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?…”

 

Mereka bertanya sebab mereka melihat Yohanes memiliki salah satu karakter yang melekat kuat di dalam diri Elia yaitu kesetiaannya kepada Allah.

I Raja 18:22 “Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi Tuhan…”

Ketika banyak orang meninggalkan Allah dan menyembah berhala Elia tetap setia. Bahkan ketika Izebel mengancam akan membunuhnya, Elia lebih memilih mati daripada jadi penyembah berhala, (I Raja 19:4).

Latihlah diri kita menjadi pribadi yang setia, mulailah dari setia beribadah. Kesetiaan kita akan menjadi daya tarik.

  1. Memiliki Berita Firman Allah

Yohanes menjadi daya tarik karena memiliki berita Injil.

Yohanes 1:21b

“Engkaukah nabi yang akan datang?”

Siapa yang dimaksud “nabi yang akan datang”, yang orang Israel nanti-nantikan?

“Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku (Musa) akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan Allah; dialah yang harus kamu dengarkan.” (Ulangan 18:5)

Sama seperti aku disini artinya sama seperti Musa. Jadi nabi yang dinanti-nantikan oleh bangsa Israel, keadaan-Nya seperti Musa dan nubuatan ini tidak lain adalah tentang Yesus. Dialah yang harus kamu dengarkan! Menjelaskan bahwa tidak ada yang patut didengar ajarannya selain ajaran: Tuhan Yesus Kristus. Pengikut Yesus yang berkenan kepada Tuhan, adalah orang Kristen yang memiliki berita firman  Allah di dalam hidupnya.

Akibatnya Bila Kita Tidak Punya Berita (II Samuel 18:19-32)

Saat terjadi perang saudara antara tentara Daud melawan tentara Absalom, Absalom dikalahkan dan dibunuh oleh tentara Daud di bawah pimpinan Yoab. Ada inisiatif untuk mengabarkan berita ini kepada Daud (2 Samuel 18:19). Seorang yang bernama Ahimaas bin Zadok, mengajukan diri untuk memberitakan kabar kepada Daud tentang hasil perang saudara tersebut. Namun dengan tegas Yoab berkata bahwa yang membawa kabar kepada Daud bukan Ahimaas, tapi seorang Etiopia (2 Samuel 18:20,21). Tetapi Ahimaas bersikeras, apa pun yang terjadi, ia harus bawa berita kepada Daud (2 Samuel 18:22,23). Ahimaas mengambil jalan pintas, sehingga Ahimaas lebih dulu sampai kepada Daud tapi dia tidak dapat menjelaskan dengan baik, sehingga Daud berkata kepada Ahimaas: “Pergi ke samping dan berdiri di sini…!” (2 Samuel 18:27-30). Berbeda ketika orang Etiopia (non Yahudi) yang ditanya, ia dapat dengan jelas menceritakan kematian Absalom (2 Samuel 18:31,32). Saksi Kristus yang punya berita selalu menjadi daya tarik.

Ketika orang percaya menjadi daya tarik maka orang akan datang dan menerima Yesus sebagai Juruselamat.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s