SUARA TUHAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 April 2017)

YOHANES 1:22-28

PENDAHULUAN

Orang-orang Yahudi di Yerusalem mengutus utusan secara khusus untuk menemui Yohanes Pembaptis. Mereka ingin mengetahui status atau identitas dari Yohanes pembaptis, sebab ada yang menyangka bahwa ia adalahMesias;  Elia (Mal 4:5-6) atau Nabi yang akan datang, yang  dijanjikan Musa (Ulangan 18:15). Mereka bertanya untuk memperoleh kepastian: “Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami!” (Yohanes 1:22)

JAWAB YOHANES PEMBAPTIS

Yohanes 1:23 “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan!, seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.”

Yohanes menjawab dengan bahasa tipologi dan dari Jawaban Yohanes Pembaptis ini ada dua kesimpulan atau pengertian:

  1. Kerendahan hati Yohanes Pembaptis.

Yohanes sebenarnya dapat menunjukan kehebatan dirinya, namun dia berkata dia hanyalah suara. Dia ingin Yesuslah yang kelihatan bukan pribadinya.

  1. Kita wajib memberitakan Yesus kepada dunia.

Mengajarkan kepada kita bahwa memberitakan tentang Yesus kepada seisi dunia adalah sebuah keniscayaan atau keharusan.

YOHANES PEMBAPTIS

Sebenarnya Yohanes Pembaptis mempunyai modal untuk menjadi populer atau membanggakan diri di depan semua orang karena ia memiliki keistimewaan. Bahkan dari mulut Yesus sendiri mengungkapkan bahwa Yohanes adalah seorang nabi yang besar (Matius 11:11).

 

Keistimewaan yang dimiliki oleh Yohanes Pembaptis yang menunjukkan dia orang yang besar:

  1. Kelahirannya telah dinubuatkan oleh para nabi.
  2. Lahir dengan cara mujizat.
  3. Diurapi Roh Kudus sejak dalam kandungan ibunya, Elisabeth.
  4. Kenal Yesus sejak masih di Rahim

Dengan kelebihan yang dimiliki Yohanes bias saja ia berbangga tentang dirinya sendiri. Namun Yohanes menyadari dia lahir bukan untuk popularitas diri semata, tapi untuk menyuarakan tentang Yesus. Demikian dengan hidup kita, apapun status yang kita miliki kita dipanggil untuk menyuarakan tentang Yesus.

Selama Tuhan mengijinkan kita hidup di muka bumi, kita akan tetap menyuarakan Yesus. Apapun keadaan kita baik susah; senang; kaya; miskin; sukses; gagal; aman; perang,  Yesus tetap kita beritakan. Seperti ayat yang sering kita dengar saat perjamuan suci, sekaligus menjadi komitmen kita untuk memberitakan tentang Yesus, yaitu dalam I Korintus 11:26 “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”. Inilah komitmen bahwa kita mau memberitakan kematian Kristus.

MENYUARAKAN YESUS

Tuhan bisa berbicara lewat banyak cara untuk memberitakan tentang keselamatan:

Tuhan bicara lewat badai (Mazmur  107:25-30).

Badai disini bisa diartikan dalam hal kesehatan, ekonomi, usaha, rumah tangga dan lain-lain. Badai ini dipakai untuk menyadarkan manusia sehingga kembali kepada Tuhan dan memperoleh keselamatan. Setelah kita sudah diselamatkan, Allah mau kita menyuarakan tentang Yesus. Caranya:

  1. Kesaksian Jemaat (Kisah 8:26-40)

Filipus bukanlah seorang rasul melainkan hanyalah seorang diaken namun lewat pelayanannya, orang di Samaria menerima Yesus (Kisah 8:24-25). Dengan kepekaan akan panggilan Tuhan Filipus bersaksi tentang Yesus kepada sida-sida Etiopia. Sejarah gereja mencatat bahwa Etiopia menjadi negara Kristen pertama di Asia. Di akhir zaman Tuhan akan memakai gerejanya untuk menyuarakan Yesus lewat kesaksian bagi dunia bahkan sampai ke daerah-daerah yang sulit terima injil.

  1. Kasih Philia Anggota Jemaat (Kisah 2:41-47)

Cara hidup jemaat mula-mula yang saling peduli dan mengasihi, bagai suara Yesus bagi penduduk Yerusalem. Persekutuan kasih ini membuat Jemaat disukai masyarakat, sehingga jiwa-jiwa baru datang  dan percaya kepada Yesus. (Kisah 2:47)

Marilah kita gunakan waktu yang Tuhan beri untuk mengenalkan Yesus kepada mereka yang belum percaya.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s