PRINSIP HIDUP BERKEMENANGAN DAN DIBERKATI – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 9 April 2017)

YOHANES 3:30-31

“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya, siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.”

Pendahuluan

Secara kontektual perikop ini berbicara mengenai kesaksian Yohanes pembaptis tentang Yesus sebagai Mesias. Namun lebih jauh tentang pernyataan Yohanes pembaptis dalam ayat ini, penuh dengan muatan pengajaran buat kita yang didalamnya terkandung PRINSIP HIDUP BERKEMENANGAN DAN DIBERKATI.  Apa dan bagaimana prinsip itu, mari kita lihat dalam  ayat 30 – “ Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”

Suatu pernyataan besar yang pernah diucapkan oleh seorang hamba Allah yang besar. Secara manusia tidaklah mudah untuk memberi pernyataan seperti itu karena secara umum manusia tidak ada yang mau dinomor duakan, maunya sealalu nomor satu. Bahkan sampai produk buatan manusia pun semua mengklaim yang paling bagus. Lihat saja iklan tentang sepeda motor Honda one heart, satu hati nomor satu. Tetapi produk lain berkata Yamaha selalu di depan, produk lainnya juga tidak mau kalah, semua baik tetapi lebih baik naik vespa. Semuanya ingin menjadi yang lebih besar dan terbaik, tetapi Yohanes Pembaptis memberi pernyataan yang berbeda.  Dari pernyataan inilah, terletak kebesaran hati seorang Yohanes Pembaptis: Ia “Meninggikan Yesus” dan “Merendahkan dirinya di hadapan-Nya.”

Yohanes Pembaptis adalah seorang hamba Allah yang besar, dan itu di akui oleh Yesus sendiri. Dalam Matius 11:9,11, Yesus mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis lebih besar dari sekedar seorang nabi, ia lebih besar dari nabi. Selanjutnya Yesus juga menyatakan bahwa Yohanes lebih besar dari siapapun yang pernah dilahirkan oleh perempuan. Pernyataan Yohanes ini bukan sembarang dinyatakan dan bukan karena  kebesaran hati yang dimilikinya, tetapi pernyataannya itu didasari oleh ketajaman rohaninya untuk mengetahui, tentang siapa Yesus yang sebenarnya. Kita dapat ketahui dalam  ayat 31: “Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya, siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.”

Dikatakan bahwa Yesus datang dari atas dan Ia di atas semuanya, sampai 2x kalimat ini diulangi dalam ayat ini.  Yohanes tahu bahwa Yesus datang dari atas/sorga, maka Yesus di atas semuanya. Itu berarti bahwa yang datang dari atas kualitasnya adalah kualitas sorgawi yang mengatasi semuanya. Sedang yang berasal dari bumi, kualitas hidupnya adalah kualitas duniawi, dan dibawah pengaruh duniawi. Melalui hal inilah Yohanes tidak ragu untuk menyatakan bahwa Yesus harus lebih besar, artinya berpengaruh di dalam hidupnya.

Kenapa Yohanes pembaptis berpedoman pada prinsip ini? Dalam kehidupan manusia, ada 2 pengaruh yang mempengaruhi hidupnya. Hal ini tertulis di dalam  Galatia 5:16,17 “Maksudku ialah; hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging, sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh, berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.”

Dua Pengaruh dalam kehidupan manusia adalah:

  1. Keinginan daging : Kualitasnya duniawi (Kebinasaan)
  2. Keinginan Roh : Kualitasnya dari atas/sorgawi (Kehidupan).

Kedua pengaruh ini saling bertentangan untuk berebut pengaruh dalam kehidupan manusia.  Berbahaya jika keinginan daging lebih berpengaruh dalam kehidupan anak Tuhan, sebab hal itu akan menyeret pada dosa dan kebinasaan.

Ada 3 daftar keinginan daging yang paling mendasar yang menyeret manusia kepada kehidupan lamanya (dosa ).

1Yohanes 2:15-16.

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”

  1. Keinginan Daging ( Materialisme )

Ini adalah nafsu untuk menginginkan lebih dari pada yang dibutuhkan. Persamaan katanya adalah : Ketamakkan.

Pengkhotbah 5:9

“Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.”

Orang yang tamak akan uang segala sesuatunya selalu diukur dengan uang. Demikian juga dengan orang yang tamak akan kekayaan, ia selalu tidak puas dengan kekayaan yang sudah dimiliki, ia ingin bertambah kaya dengan cara apapun meski harus menjatuhkan saudaranya sendiri yang penting bisa bertambah kaya.

  1. Keinginan Mata (Nafsu).

Menginginkan apa yang secara sah tidak dapat menjadi miliknya. Paling sering digunakan dalam konotasi sexual. Perzinahan; perselingkuhan dll.

  1. Keangkuhan Hidup

Keangkuhan atau kesombongan adalah penyakit dosa yang merusak diri orang itu sendiri. Kesombongan dapat muncul dalam bentuk suatu pandangan atau suatu sikap yang angkuh.

Setidaknya ada 5 kesombongan dasar:

a). Kesombongan dalam hal berbusana

Tidak sedikit orang yang begitu membanggakan atau menyombongkan pakaiannya yang memiliki merk terkenal dan menganggap rendah busana yang murah.

b).  Kesombongan rasial.

Yaitu yang berkenaan dengan warna kulit (Rasisme). Banyak yang tidak menyadari bahwa seseorang sudah jadi rasis ketika mengatakan sesuatu dalam guyonan atau candaan.

c).   Kesombongan status kehidupan

Yaitu kesombongan tentang status, kedudukan dan jabatan. Pelecehan dan penghinaan terhadap para pembantu rumah tangga terjadi karena statusnya, bahkan diluar negri kita banyak mendengar saudara-saudara kita diperlakukan seperti budak dan tidak sedikit yang mati tanpa kejelasan karena statusnya sebagai pembantu.

d).  Kesombongan Wajah

Kesombongan tentang penampilan luar, kecantikkan, perhiasan.  Tidaklah salah untuk tampil prima apalagi jika dilakukan untuk kemuliaan Tuhan, namun harus tetap hati-hati karena hal ini dapat dipakai iblis sebagai jebakan untuk kesombongan.

e).  Kesombongan rohani

Menganggap dirinya paling  tahu dan memahami hal-hal rohani.  Orang seperti ini biasanya tidak menghargai penyampaian firman yang dibawakan oleh orang yang dirasa pengetahuannya jauh dibawah dirinya. Meski tidak semuanya tetapi biasanya orang model ini sangat suka memburu gelar dan kehormatan lainnya yang menyangkut kerohanian; sulit untuk menerima masukan apalagi kritikkan.

Untuk memiliki prinsip hidup berkemenangan dan diberkati adalah jangan biarkan keinginan daging seperti yang  dijelaskan di atas menguasai dan bertambah besar dalam hidup kita. Biarlah Yesus yaitu keinginan Roh makin bertambah besar dan menguasai hidup kita.

Bagaimana caranya agar keinginan Roh lebih berpengaruh dalam hidup Kita? Ada beberapa gambaran :

  • Gambaran pertama di dalam 12 : 10

“Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakkan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”

Maksudnya adalah penyangkalan diri untuk melemahkan kedagingannya.  Secara nalar tidak ada orang yang suka apalagi mau dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, kesesakkan apa lagi penganiayaan. Perhatikan ayat diatas Paulus rela alami semuanya “Karena Kristus”, artinya apapun yang terjadi di dalam hidupnya, jika karena itu Kristus dimuliakan ia rela menyangkal dirinya. Itulah sebabnya Paulus berkata “sebab jika aku lemah maka aku kuat”, artinya jika kedagingannya dilemahkan melalui kesukaran yang harus ia alami maka kuasa Tuhan yang ada di dalam diri Paulus akan lebih kuat berperan dalam hidupnya. Jika peran Tuhan begitu kuat dalam pihak kita maka siapa yang dapat lawan kita seperti yang dikatakan dalam surat  Roma. 8 : 31. Kita akan hidup dalam kemenangan dan berkat Tuhan.

  • Gambaran kedua dalam Yohanes 12:3

“Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.”

Dalam Injil Markus dikatakan untuk minyak itu dicurahkan maka botolnya harus dipecahkan lebih dahulu.  Berbicara tentang minyak wangi, yang berharga dari minyak wangi adalah isi minyaknya bukan botolnya. Minyak disini adalah minyak narwastu murni yang mahal harganya, itu artinya ada minyak narwastu yang tidak murni alias campuran yang murah harganya.

  • Minyak wangi narwastu murni yang mahal harganya adalah gambaran  Roh Allah.
  • Botol adalah gambaran  Kedagingan kita yang nampak luarnya.

Botol/kedagingan kita inilah yang sering menjadi penghambat untuk minyak Roh Kudus bekerja menjadi pengaruh hidup kita. Allah ingin kasih-Nya dapat dinikmati banyak orang, tapi kadang ego kita menutup kuat seperti botol narwastu itu, sehingga kuasa kasih Tuhan itu tidak dapat bekerja keluar. Kesombongan kita menjadikan kuasa Allah tidak dapat tampil keluar dalam kehidupan kita, sehingga kita tidak dapat menjadi berkat bagi orang lain, karena yang terlihat adalah keakuannya kita.

Bagaimana mengatasi hal ini? Seperti minyak narwastu Maria, kita harus relakan botol kehidupan kita dipecahkan. Yohanes pembaptis ia merendahkan dirinya, seperti memecahkan botol kehidupannya dan mengijinkan minyak itu keluar, yaitu Kristus Yesus berperan lebih besar dalam hidupnya. Demikian juga dengan hidup kita. Semua keakuan, ego, dan kedagingan kita harus dipecahkan (disalibkan) agar kuasa Tuhan keluar dan berperan lebih besar dalam kehidupan kita, sehingga sama seperti Paulus kita dapat berkata  “hidupku bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku”, Galatia. 2 : 20.

Inilah prinsip hidup yang berkemenangan dan menikmati berkat kemenangan Tuhan, ketika Tuhan berperan lebih besar dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s