AMAZING SACRIFICE – Oleh: Pdt. Daniel Raharjo (Ibadah Kebangkitan Yesus 2 – Minggu, 16 April 2017)

1 YOHANES 3 : 16

Setelah Yesus mengorbankan diri-Nya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa manusia, Yesus pun bangkit dan naik ke Surga. Tetapi IA meninggalkan jejak kepada umat-Nya untuk hidup sama seperti Yesus, termasuk dalam cara mengasihi. Ukuran kasih Kristus bukan hanya sekedar sampai mengasihi, mencukupi dan menyembuhkan tetapi sampai taraf menyerahkan nyawaNya sendiri. Oleh sebab itu, kitapun wajib mengasihi saudara kita sampai menyerahlan nyawa kita, dan ini wajib demi keselamatan mereka. Wajib tidak ada pilihan untuk menolak. Bukan hal yang mudah sebab ada korban perasaan, pikiran, dan kehendak. Menyerahkan nyawa adalah taraf kasih agape. Itu sebabnya, perlu untuk Kristus hidup didalam kita, jika tidak maka ini adalah kemustahilan.

KISAH RASUL 4:8–12

Petrus dan Yohanes dipanggil ke Mahkamah Agama sebab mereka menyembuhkan orang yang lumpuh di bait Allah. Inilah karya pekerjaan Roh Kudus pada gereja mula-mula. Roh Kudus sangat diperlukan dalam kehidupan orang-orang percaya sehingga dalam segala hal dapat memuliakan Tuhan. Dalam Kisah para rasul 4, menuliskan Yesus adalah batu penuru yang dibuang tukang–tukang bangunan, yaitu saat mereka menyalibkan Yesus, bukti bahwa Yesus tidak dihargai bahkan sampai mati di kayu salib.

Tetapi Allah justru menjadikan Yesus sebagai batu penjuru/pondasi Gereja Tuhan. Gereja merupakan satu rumah tangga/satu keluarga dengan Yesus sebagai pondasi. Dalam struktur bangunan Romawi ada lengkungan-lengkungan yang menyatu di satu titik yang berkaitan dengan batu penjuru. Jika pondasi ini digeser bangunan tersebut akan roboh. Yesus dijadikan batu penjuru, setelah dijadikan korban Paskah. Disalib dan lambungNya ditusuk maka keluar darah dan air. Beberapa waktu setelah kenaikan Yesus, maka Roh Kudus dicurahkan sehingga lahirlah gereja Tuhan yang tidak dapat dibendung atau dibatasi.

Dalam Kisah Para Rasul 4:12, menuliskan bahwa batu penjuru itu menjadi satu–satunya jaminan keselamatan. Ucapan Petrus merupakan kutipan ucapan Yesus dalam Matius 21:42–45. Dalam ucapan Yesus menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi yang menolak Yesus sebagai batu penjuru akan kehilangan kerajaan Allah. Dan kerajaan Allah diberikan kepada bangsa lain yang menghasilkan buah kerajaan itu, yaitu Gereja/orang percaya.

Kisah Rasul 18:4-8, Paulus menyampaikan berita bahwa Yesus adalah Mesias kepada orang Yahudi. Namun mereka menolak pemberitaan Paulus sehingga Paulus pergi memberitakan injil bukan ke rumah Ibadat melainkan ke rumah orang Korintus dan banyak diantara mereka menjadi percaya. Injil yang seharusnya disampaikan di rumah ibadat berpindah kepada orang bukan Yahudi dan mereka percaya. Jangan sampai orang Kristen seperti orang Yahudi yang menolak Yesus dengan ketidak-percayaan terhadap firman Tuhan dan menilai firman Tuhan dengan logika manusia atau dengan menolak pekerjaan Tuhan dan pekerjaan Roh Kudus.

Dalam Matius 16:16-18, Gereja Tuhan didirikan diatas batu karang yaitu Yesus yang adalah Mesias. Oleh Yesus gereja Tuhan berdiri sampai saat ini, bukan batu sembarangan. Yesaya 28:16, Batu yang teruji, batu yang mahal dan dasar yang teguh. Mereka yang menerima batu penjuru itu jatuh ke atas batu dan hancur (sunthlao – hancur berkeping-keping).  Menjadi hancur karena menjatuhkan diri, menjatuhkan diri karena menerima Yesus sebagai Juruselamat. Mereka yang hancur d ikaki Tuhan akan dipakai oleh Tuhan. Inilah prinsip salib yaitu menderita (Yesaya 57:15). Tetapi mereka yang menolak Batu itu akan ditindihnya dan remuk (Likhmaho –  hancur seperti bubuk). Jangan sampai kita hancur seperti bubuk karena menolak salib Kristus, biarlah kita jatuh keatas batu itu.

1 Petrus 2:5, Kita adalah batu hidup yang dibangun diatas darah Yesus. Harus ada kerelaan untuk dibentuk sesuai dengan tempat yang Tuhan sediakan untuk pembangunan gereja Tuhan. Inilah proses pemangkasan sehingga menjadi batu-batu dalam pembangunan gereja Tuhan.

Yohanes 2:13-17, Matius 21:12-16, Yesus dua kali menyucikan bait Allah sehingga ada kesembuhan dan roh puji–pujian. Penting untuk batu-batu pembangunan gereja Tuhan juga disucikan oleh Yesus dengan darahNya yang kudus. Jadilah seperti Yesus, sehingga hidup kitapun menjadi tanda ajaib, Mazmur 71:7. Tanda ajaib itu adalah saat kita menyerahkan nyawa bagi saudara-saudara kita sehingga banyak orang diselamatkan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s