AMAZING SACRIFICE / PENGORBANAN YANG LUAR BIASA- oleh Pdt. J.S. Minandar (Jumat Agung – Jumat, 14 April 2017)

I Yohanes 3:16

 

 

PENDAHULUAN

Pada umumnya pengikut Yesus sudah mengerti mengapa Yesus (Allah), rela jadi manusia merasakan apa yang kita rasakan dan dalam keadaan manusia rela untuk mati di kayu salib. Kita merayakan peristiwa itu lewat perjamuan Tuhan. Oleh karena kematian dan kebangkitan Yesus, hutang dosa kita yang besar diampuni dan hidup kita dibenarkan di hadirat Allah. Sehingga Bapa memandang kita benar bukan karena kita baik melainkan karena karya penyelamatan yang dikerjakan oleh Yesus. Demikian kita tidak dihukum bahkan kita dilayakkan memanggilNya Bapa. Kita menjadi waris kerajaan Allah. Namun jaminan keselamatan yang kita terima tidak berarti kekristenan kita selesai sampai disitu, melainkan ada tugas dan tanggung jawab bagi kita setelah diselamatkan. Rasul Yohanes mengatakan dalam ayat ini bahwa kita wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Bukan berarti kita hanya menunggu giliran masuk Rumah Bapa di sorga.

Bentuk kewajiban kita juga dijelaskan oleh Rasul Paulus.

Filipi 2:5-6, Rasul Paulus kembali menjelaskan Yesus mati untuk menebus dosa dan kesalahan kita. Kekristenan yang benar adalah setelah kita menyadari telah menerima pengampunan dosa, dibenarkan dan dilayakan masuk sorga, maka selanjutnya kita memiliki tanggung jawab yaitu harus memiliki pikiran dan perasaaan seperti yang terdapat dalam Yesus. Perayaan Paskah bukan sekedar ceremonial atau makan dan minum perjamuan Tuhan saja, melainkan lebih jauh menyadarkan kita bahwa kita wajib untuk memiliki pikiran dan perasaan Yesus.

PIKIRAN DAN PERASAAN KRISTUS

Pikiran dan perasaan yang ada pada Yesus harus ada di dalam diri kita, yaitu: “Peduli”. Ketika Allah melihat manusia jatuh dalam dosa dan menuju kepada maut yaitu kebinasaan kekal maka Allah sejak kekekalan sudah merancang keselamatan lewat salib sebagai bentuk kepedulian-Nya.

Dengan demikian pengikut Yesus yang sejati adalah yang mengimplementasikan pikiran dan perasaan Yesus yaitu lewat kepedulian kita. Ada contoh tentang kepedulian yaitu perumpamaan yang diberikan oleh Yesus sendiri tentang kisah ORANG SAMARIA YANG MURAH HATI (Lukas 10:25-37). Sebuah kisah yang menggambarkan kepada kita tentang kepedulian Yesus terhadap nasib umat manusia yang sedang menuju kepada kebinasaan.

 

Yesus menampilkan 4 tokoh:

  1. Mister “X”

Korban perampokan. Tidak dijelaskan nama atau profesinya, dia dirampok dan dianiaya sampai sekarat. Ini menunjukkan keadaan seluruh umat manusia, hidup tanpa Yesus ibaratnya orang yang dirampok dan dianiaya.  Yang tadinya mulia namun ketika jatuh dalam dosa keadaannya menjadi sekarat, kemuliaannya dirampok oleh iblis dan manusia menanti kematiannya (kebinasaan kekal).

  1. Seorang Imam

Orang yang faham agama.Ada tahapan yang harus dilewati untuk mencapai status imam, menguasai keagamaan. Ini berbicara orang yang tahu Firman Allah.  Namun ternyata menguasai ilmu agama tidak serta menjamin bahwa ia memiliki pikiran dan perasaan seperti Yesus.

  1. Seorang Lewi

Orang mengaku beriman karena orang lewi adalah orang yang dikhususkan. Mereka adalah orang yang merasa diri istimewa karena terlahir dari keluarga imam. Namun gelar yang disandang juga bukan jaminan mereka memiliki kepedulian terhadap keselamatan orang lain.

  1. Seorang Samaria

Pada waktu itu kaum/orang samaria dianggap rendah atau hina oleh kelompok mayoritas, yaitu bangsa Yahudi. Orang samaria ini gambaran Yesus yang juga ditolak oleh banyak orang, bahkan direndahkan. Padahal hanya lewat Yesuslah manusia diselamatkan.

Sebuah kisah sederhana tentang seorang bapak petugas penjaga palang pintu kereta api. Suatu ketika ia datang bersama anak laki-lakinya ke tempat kerjanya untuk mengatur jalur kereta api yang akan lewat. Beberapa menit kemudian datanglah kereta yang berisi begitu banyak penumpang dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam. Tanpa disadari oleh sang bapak, kereta api akan segera lewat. Dan sang anak berusaha untuk memberi tahu ayahnya bahwa kereta akan segara lewat. Karena sang ayah tidak mendengar teriakan anaknya, maka sang anak berinisiatif memindahkan jalurnya. Tetapi yang terjadi justru  sebaliknya, sang anak jatuh ke tempat perpindahan rel tersebut. Saat peristiwa itu terjadi, sang ayah barulah sadar akan ada kereta yang melintas. Bila sang ayah memindahkan tuas untuk perpindahan kereta, maka sang anak yang jatuh di tempat perpindahan rel dan akan tergiling mati. Namun jika sang ayah tidak memindahkan, maka semua penumpang kereta akan mati. Dengan berat hati sang Ayah memilih untuk memindahkan tuas serta menyelamatkan semua orang dalam kereta dengan mengorbankan anak laki-lakinya yang tunggal. Betapa hancur hati sang bapak melihat anaknya mati. Ini menggambarkan hati Allah Bapa di sorga yang rela mengorbankan nyawa Anak TunggalNya untuk menyelamatkan seluruh manusia berdosa.

MAKNA ROHANI

Mr. “X” dalam kisah ini tidak lain adalah gambaran semua umat manusia yang berdosa di dunia ini, termasuk saudara dan saya! Dosa dan kejahatan membuat kita jatuh di tangan penyamun (Iblis) dan hidup kita akan berakhir di neraka. Manusia lain tidak bisa menolong, kecuali Yesus yang digambarkan seperti orang samaria. Kenapa Yesus digambarkan seperti orang samaria? Karena Yesus juga banyak dinilai rendah, tidak dianggap bahkan diremehkan oleh manusia. Namun oleh Yesus sajalah, kita yang percaya kepada-Nya diselamatkan dan dipulihkan.

Bahan instropeksi bagi kita : banyak orang Kristen yang mengaku percaya kepada Yesus tetapi tidak seperti orang samaria yang murah hati dan yang peduli seperti Yesus. Kita lebih sering bersikap seperti imam dengan dandanan kristen, atau kita membanggakan agama kita seperti orang lewi namun kita tidak memiliki kasih.

PERSOALAN

Setelah percaya dan diselamatkan, apakah kita sudah memiliki pikiran dan perasaan seperti Yesus, serta menerapkan dalam bentuk peduli sesama? Kalau kita mau jujur, banyak orang yang mengaku pengikut Yesus. Tetapi tidak seperti orang Samaria Yang Murah Hati dan yang peduli seperti Yesus. Sebaliknya seperti Imam, tahu teori Alkitab tetapi tidak menerapkan apa yang kita ketahui yaitu peduli terhadap keselamatan orang lain. Atau kita Seperti orang Lewi, yang merasa diri orang beragama, taat ibadah tetapi kita tidak peduli dengan keselamatan orang lain. Kalau kita tidak ada rasa peduli, tanpa kita sadari kita sedang atau telah menggenapi (secara negatif), satu dari tanda-tanda akhir zaman (II Timotius 3:1-5), yaitu : “Manusia akan mencintai diri sendiri (tidak peduli sesama),dan menjadi hamba uang.” (II Timotius 3:2). Tanda kemerosotan moral di akhir zaman ini justru digenapi oleh orang Kristen yang tidak mempunyai kepedulian.

                  

Seruan ratapan yang dipanjatkan Yeremia, merupakan wujud kepanjangan suara ratapan Allah tentang umat-Nya:

“Ah, sungguh pudar emas itu, emas murni itu berubah; batu-batu suci itu terbuang di pojok tiap jalan. Anak-anak Sion yang berharga, yang setimbang dengan emas tua, sungguh mereka dianggap belanga-belanga tanah buatan tangan tukang periuk. Serigalapun memberikan teteknya dan menyusui anak-anaknya, tetapi puteri bangsaku telah menjadi kejam seperti burung unta di padang pasir.” (Ratapan 4:1)

 

Seharusnya kita memiliki nilai seperti emas, digambarkan sebagai batu suci dan disebut sebagai anak sion namun kemudian nilai kita merosot, kualitas kita berubah. Hal ini terjadi karena sebagai orang kristen, yang mengerti kebenaran namun kita tidak mempraktekkan kebenaran yaitu “peduli kepada keselamatan sesama kita.”

Contoh orang-orang yang dimiliki kasih Allah setelah mengalami perjumpaan dengan Yesus:

  1. Musa, Keluaran 32:32.

Setelah Musa berjumpa Tuhan, Musa diubahkan jadi seorang yang punya pikiran/perasaan Allah.

Keluaran 32:32 Ketika Musa tahu Tuhan akan menghukum Israel sebab Israel menyembah berhala.

Musa minta: “Agar Tuhan hapus namanya dari Kitab Kehidupan yang ada di tangan Tuhan!”

Ini karena Musa mengasihi dan peduli terhadap bangsanya.

  1. Paulus, Kisah 9:1-19.

Dari seorang penganiaya dan pembunuh orang Kristen, Tuhan ubah Paulus menjadi orang yang punya pikiran dan perasaan Yesus. Karena cinta kepada bangsanya, Paulus berkata dalam: Roma 9:3, “Paulus rela terkutuk bahkan dipisah dari Kristus asal bangsa-nya/Israel lahiriah diselamatkan.”

  1. Wanita Samaria, Yohanes 4:1-42.

Seorang wanita hina dan dikucil orang karena cari kepuasan diri. Tetapi setelah terima Yesus, dia diubah menjadi seorang Penginjil Wanita yang peduli akan orang-orang di desanya. Ia memenangkan satu desa di wilayah Samaria.

  1. Filipus, Kisah 8

Ayat 4-25

Karena kepeduliannya, dia pergi menginjili di Samaria sehingga orang Samaria percaya kepada Yesus.

Ayat 26-40

Menginjili sida-sida Ethiopia, yang membuat Ethiopia terima Yesus dan menjadi Negara Kristen pertama di Afrika.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s