INTIMATELY KNOWN – oleh Sdr. Jeff Minandar (Ibadah Raya 3 – Minggu, 30 April 2017)

Paskah adalah dasar dari iman Kristen kita, jika Yesus tidak mati dan bangkit maka sia-sialah iman percaya dan pengharapan kita.

Paskah berasal dari kata “pesakh” yang dalam bahasa Inggris dipakai kata “Passover”. Kita yang seharusnya dihukum, dilewatkan dari hukuman itu karena pengorbanan Yesus. Pengorbanan Yesus membuat kita dibenarkan, sekali lagi ini karena pengorbanan Yesus, bukan karena perbuatan kita. Oleh kasih kita dibenarkan, kita diperdamaikan, sehingga tidak perlu menanggung konsekuensi dari dosa-dosa kita. 1Yohanes 4:10. Inisiatifnya datang dari Allah, karena Allah begitu mengasihi, DIA membuat rencana pendamaian ini dengan mengutus Yesus.

Kita hanya bisa menjadi dekat dengan pihak yang sudah diperdamaikan dengan kita. Ini sesuai dengan apa yang tertulis di Efesus 2:13, oleh darah Kristus kita yang dahulu jauh kini menjadi dekat.

“Intimately Known”  memiliki arti bahwa karena pengorbanan Yesus kita kini dikenal Allah (known adalah bentuk ketiga/verb-3 dari kata know atau “kenal”). Namun lebih jauh dari itu saya melihat ada dua kata dalam bahasa Inggris yang muncul dalam pikiran saya saat mendengar frase “intimately known”. Kata-kata itu adalah: close dan understand. Jadi saya akan membangun khotbah saya dari dua kata ini.

CLOSE.

Bagaimana cara untuk bisa menjadi dekat dengan seseorang? Jelas sekali dengan menjalin komunikasi. Anda tidak mungkin bisa dekat dengan “gebetan” tanpa menjalin komunikasi. Mengenai komunikasi untuk menjadi dekat ini tidak bisa berhenti hanya sebatas menyapa. Menyapa itu baik, namun jika tidak berkomunikasi lebih intens, maka komunikasinya tidak akan menjadi mendalam.

Komunikasi ini juga diperlukan jika kita ingin dekat dengan Tuhan. Apalagi disebutkan di 2Korintus 3:17 bahwa Tuhan adalah Roh, tentu saja tidak bisa sekedar kita “menyapa” Tuhan dan berharap kita dekat dengan DIA. Dekat dengan Tuhan berarti kita melangkah kepada keintiman rohani. Hal ini bisa dicapai dengan doa dan penyembahan, karena dengan doa dan penyembahan lah roh manusia dapat berkomunikasi dengan Roh Tuhan.

Mengenai doa, di dalam Mazmur 145:18 dikatakan bahwa Tuhan dekat dengan mereka yang berseru kepadaNYA. Ini adalah bentuk sederhana dari doa, ini seperti berteriak: Tolong! Saya percaya orang tua yang memiliki anak akan sangat peka mendengar anaknya yang berteriak minta tolong. Demikian juga antara kita dengan Allah. Banyak orang Kristen yang merasa tidak bisa berdoa, karena mereka tidak bisa membuat kalimat-kalimat yang panjang dalam doa mereka. Atau, seseorang tidak berdoa karena dia tidak mau menyusahkan Tuhan selama dirinya masih mampu. Padahal Allah dekat dengan mereka yang meminta tolong. Janganlah menjadi sombong rohani dengan merasa bahwa meminta tolong adalah untuk orang-orang yang berjiwa lemah. Yesus sendiri berdoa di saat-saat terakhirnya sebelum ditangkap dan disalibkan. Lukas 22:4.

Bagaimana dengan penyembahan? Mungkin banyak dari Anda yang sudah mengetahui bahwa kata asli yang dipakai dalam Perjanjian Baru untuk penyembahan adalah “proskuneo”. Kata ini disebutkan 60 kali dalam Perjanjian Baru. Salah satu ayat yang memuat kata ini adalah perkataan Yesus di Yohanes 4:23. Kata “proskuneo” sendiri berarti mencium tangan sebagai tanda penundukan, seperti seekor anjing yang menjilat tangan pemiliknya, dan juga digambarkan berlutut dan menunduk sampai muka menyentuh tanah. Sehingga kita kita bisa mengerti bahwa ketika kita menyembah itu adalah bentuk penyerahan total pada Tuhan apapun yang terjadi. Itu dilakukan dalam Roh dan Kebenaran, ini bukan kebiasaan, ini adalah hubungan.

UNDERSTAND.

Bagaimana kita memahami sesuatu atau seseorang jika kita tidak memiliki informasi dan tidak memiliki pengalaman dengan sesuatu atau seseorang tersebut. Allah memahami kita sepenuhnya karena DIA yang menciptakan kita. Mazmur 139:14-16. Tetapi apakah kita memahami DIA? Mengenal itu bukan sekedar mengetahui identitas, tetapi tahu apa yang dikehendaki. Banyak orang mengaku mengenal Tuhan. Tetapi dalam Alkitab dijelaskan bahwa orang yang mengenal Tuhan mereka melakukan hal-hal yang berkebalikan dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan. Beberapa diantaranya disebutkan Yesus demikian:

  • Matius 5:47. Mereka yang tidak mengenal Allah berbuat baik, menyapa dan (bahkan di ayat 46, mengasihi) hanya kepada yang melakukan itu kepada mereka yang disebut “saudara”.
  • Matius 6:7. Mereka yang tidak mengenal Allah berdoa untuk dilihat dan sebagai kegiatan agamawi (bandingkan tentang yang saya bahas diatas tentang doa).
  • Matius 6:27-32. Mereka yang tidak mengenal Allah kuatir akan banyak hal dan tidak mengerti prioritas, tetapi berbeda dengan prioritas mereka yang mengenal Allah (ayat 33).

Bagaimana kita memahami Allah jika kita tidak mau mempelajari SURAT CINTA ALLAH? Saya katakana demikian karena Alkitab berbicara tentang Yesus (Yohanes 21:25) dan semua yang tertulis diinspirasi oleh Allah. 2Timotius 3:16.

Tetapi diantara semua yang saya sudah jelaskan, adalah sebuah ironi jika kita tidak dikenal Tuhan. Matius 7:23. Karena itu berbaliklah dari kejahatan-kejahatan yang kita sadar dan minta terang Firman dan Roh untuk mengetahui bahkan kejahatan-kejahatan yang tidak kita sadari. DIA mengasihimu.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s