APAKAH YANG KAMU CARI – Seri 13 – MARILAH DAN KAMU AKAN MELIHATNYA –UNDANGAN UNTUK MEMPERCAYAI-NYA– (Ibadah Raya 3 – Minggu, 14 Mei 2017)

Yohanes 1: 35-39


Yohanes 1:39

Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.

” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal,

dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia;

waktu itu kira-kira pukul empat.

 

“Marilah dan kamu akan melihatnya” Hal ini memberikan pengertian kepada kita yaitu:

  1. Penerimaan Total

Tuhan Yesus menerima secara total kedua orang murid Yohanes yang datang kepadaNya tanpa pernah menanyakan asal-usul dan latar belakangnya, kompetensi dan skil yang mereka miliki. Dia menerima mereka apa adanya.

  1. Undangan untuk menjadi murid.

“Marilah dan kamu akan melihatnya” adalah sebuah undangan istimewa bagi kedua murid Yohanes pembaptis untuk menjadi murid Yesus. Sekali lagi, kita dipanggil bukan hanya sekedar “mengakui” tetapi “mengikuti”. Kekristenan bukan menjadi kristen, tetapi murid sejati.

  1. Undangan untuk menerima dari sang guru

“Marilah dan kamu akan melihatnya” adalah undangan untuk menerima pengajaran, pengetahuan, hikmat, kuasa dan kehidupan dari Yesus sebagai guru baru.

Tiga bagian ini telah kita pelajari pada ibadah beberapa waktu yang lalu, sekarang kita akan memperlajari bagian yang keempat dari makna perkataan Tuhan Yesus “Marilah dan kamu akan melihatnya” yaitu :

  1. UNDANGAN UNTUK MEMPERCAYAI-NYA

 

“Marilah dan kamu akan melihatnya” itu artinya Tuhan Yesus memanggil kedua murid Yohanes yang ingin menjadi muridNya untuk mempercayaiNya sepenuhnya. Mempercayai sang guru adalah langkah awal sebuah pemuridan. Tanpa mempercayai sang guru seorang murid akan gagal untuk menerima semua pengajaranNya. Keragu-raguan hanya akan menghambat seorang murid menjadi pandai untuk mengerti dan memahami maksud sang guru. Percaya adalah landasan hubungan antara guru dan murid.

Dalam Perjanjian Baru kata “PERCAYA” diterjemahkan dari kata Yunani yaitu: “PISTIS” artinya percaya dan “PISTEUO” artinya mempercayakan diri. Jadi percaya itu artinya bukan hanya percaya bahwa sesuatu itu benar, tetapi lebih dari itu ia berani mempercayakan dirinya. Contohnya demikian: Bapak ibu percaya bahwa saya orang baik? Kalau Bapak ibu percaya itu “Pistis”. Bagi yang percaya saya orang baik, beranikah bapak ibu mempercayakan dompetnya, uangnya atau kunci brankasnya kepada saya? Inilah “Pisteuo”. Banyak orang kristen hanya pada tingkat “pistis” percaya kepada Tuhan tetapi tidak sampai “pisteuo”. Hal ini nampak jelas dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang mengaku percaya kepada Yesus, tetapi masih pergi ke dukun, cari pertolongan alternatif dan cemas saat hadapi masalah. Ini bukti bahwa mereka hanya percaya “pistis” tetapi tidak sampai “pisteuo” mempercayakan diri kepada Tuhan. Menjadi murid bukan sekedar percaya Yesus adalah guru, Dia penolong, berkuasa, dll, tetapi berserah sepenuhnya, pasrah total, dan mempercayakan diri seutuhnya kepada Tuhan.

Mari kita lihat pemakaian kata pistis dan pisteuo dalam firman Tuhan.

Galatia 2:16

Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman (PISTIS) dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya (PISTEUO) kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman (PISTIS) dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. Jadi jelas bagi kita bahwa iman yang menyelamatkan bukan hanya percaya tetapi juga mempercayakan diri kepada Tuhan sebagai satu-satunya juru selamat, yang didalamnya terkadung makna taat dan setia.

Bapa Orang Beriman

Abraham dikenal sebagai Bapa orang percaya. Untuk memahami pengertian tentang iman percaya mari kita belajar dari bapa Abraham. Imannya dicatat dalam Ibrani 11:8-19. Dari kisah ini kita dapat menarik pelajaran beberapa komponen iman.

  1. TAAT

Ibrani  11:8 

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

 

Iman/percaya tidak dapat dipisahkan dari taat. Iman yang benar selalu melahirkan ketaatan. Sebaliknya ketidaktaatkan disebabkan karena ketidakpercayaan. Jika seorang anak Tuhan tidak mentaati secara penuh, itu pasti disebabkan karena ia juga tidak percaya seutuhnya kepada Tuhan. Abraham taat mengikuti perintah Tuhan untuk meninggalkan tanah kelahirannya Ur Kasdim dan pergi ke tempat yang ia tidak ketahui, sebab ia percaya bahwa Tuhan pasti membawanya ke tempat yang lebih baik, lebih besar dan lebih indah. Bagaimana dengan kita? Jika kita tidak mentaatiNya sepenuhnya, periksalah hati Anda? Ingat! Percaya kita berbanding lurus dengan ketaatan kita.

Korelasi Iman dan Ketaatan

a. Iman tanpa perbuatan adalah mati

Yakobus 2:26 

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

b. Iman tanpa perbuatan adalah Iman Setan

Yakobus 2:19 

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

c. Iman disempurnakan oleh tindakan

Yakobus 2:22

Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

 

  1. Iman melampaui KETIDAKTAHUAN

Ibrani  11:8 

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

 

Abraham tidak mengetahui kemana tempat yang akan ia tuju. Apakah tempatnya dekat atau jauh? lebih baik atau lebih buruk dari tanah kelahirannya? subur atau tandus? Abraham buta akan semuanya itu, satu hal yang ia tahu bahwa Tuhan akan membawa ke tempat yang lebih baik. Abraham tetap percaya walaupun tidak tahu. Iman selalu melampui ketidaktahuan. Iman percaya sekalipun belum tahu.

Seorang murid dipanggil, dididik, dilatih untuk berjalan dengan IMAN bukan dengan PENGLIHATAN.  Murid-murid Tuhan Yesus, mengawali imannya dengan meninggalkan segala sesuatu, baik perkerjaan mereka, keluarga mereka dan kenyamanan hidup mereka, kemudian hidup sepenuhnya dengan percaya kepada Yesus.

2Korintus 5:7 

–sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat–

Bahaya hidup dengan penglihatan

a. Jatuh dalam dosa penyembahan berhala

Keluaran 32:1 

Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir–kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.”

Melalui berbagai mujizat dan keajaiban bangsa Israel merasakan pimpinan Tuhan sekalipun mereka tidak melihatNya. Hanya karena keinginan untuk memiliki Allah yang dapat dilihat dan diraba mereka membuat patung lembu emas. Hati-hatilah karena penglihatan kita dapat membawa kita kedalam penyembahan berhala yang menyesatkan.

b. Gagal memandang KEBESARAN Tuhan

Bilangan 13:31 

Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”

 

Dari 12 pengintai yang diutus Musa mengintai tanah Kanaan, 10 diantara mereka menyampaikan kabar buruk. Hal ini disebabkan karena mereka hanya melihat apa yang mereka lihat. Mereka hanya melihat mengandalkan mata mereka bukan iman mereka. Berbeda dengan Yosua dan Kaleb, mata mereka memang melihat bangsa yang kuat dan besar tetapi iman mereka melihat bahwa Tuhan Allah Israel yang lebih besar dari semua bangsa yang ada di Kanaan.

c. Lebih menyukai hal yang NATURAL dari pada SUPRANATURAL

1Samuel 8:5 

dan berkata kepadanya: “Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain.”

Kegagalan ketiga karena mengandalkan penglihatan adalah menyukai hal natural dari pada hal yang supranutural. Selama ini pemerintahan Israel menganut pemerintahan theokrasi, dimana Allah sendiri yang memimpin bangsa Israel. Tetapi karena bangsa Israel melihat bangsa-bangsa di sekitarnya memiliki raja yang dapat dilihat, mereka meminta raja dan menolak Allah.

  1. Iman menembus KETIDAKMUNGKINAN

Ibrani 11:11 

Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

Aspek iman Abraham yang ketiga adalah bahwa iman itu menembus ketidakmungkinan. Bagi Abraham dan Sara mempunyai anak, itu tidak mungkin. Abraham sudah tua dan Sara sudah berhenti haid. Secara medis ini tidak mungkin. Tetapi Iman menembus ketidak mungkinan. Yang tidak mungkin bagi manusia selalu mungkin bagi Allah.

Lukas 1:37

“Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Adakah diantara kita yang pada saat ini sedang berada dalam keadaan ketidakmungkinan? Barangkali Saudara merasa bahwa disembuhkan dari sakit itu tidak mungkin karena terlalu parah, atau mungkin usaha dan ekonomi Saudara tidak mungkin bisa diperbaiki lagi. Atau bahkan Saudara merasa memiliki anak juga tidak mungkin, atau seribu satu hal lain ketidakmungkinan. Apapun itu, siapapun Saudara, saatnya pejamkan mata, dan pandang Tuhan dengan iman. Percayalah dan percayakan diri Saudara kepada Tuhan, bahwa DIA berkuasa melakukan apa saja bagi anak-anakNYa. Tuhan memberkati. KJP!!

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s