KUASA ADA DI MULUT ANDA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 14 Mei 2017 )

YAKOBUS 3:1-10

 

Pendahuluan

Menurut saudara, apa ukuran kerohanian yang baik itu ?  Ada yang berpendapat bahwa orang yang rohani itu adalah yang rajin baca Alkitab; rajin berdoa dan melakukan firman Tuhan;  rajin kebaktian/ibadah atau rajin dalam kesemuanya dan memiliki kemurahan hati. Mungkin anda memiliki penilaian sendiri tentang ukuran kerohanian, tetapi apa kata Yakobus tentang hak ini ? Yakobus menuliskan bahwa ukuran kerohanian yang baik adalah pengendalian atas lidah.  Pada ayat 1, Yakobus memperingatkan agar tidak sembarangan orang untuk jadi guru karena ada tanggung jawab yang besar dengan apa yang diajarkan. Sesudah memberi peringatan agar tidak sembarangan jadi guru, sehubungan dengan pekerjaan guru yang banyak menggunakan perkataan, Yakobus menyoroti pentingnya memperhatikan mulut kita dalam hal ini lidah. Lidah memang kecil, tetapi seperti halnya api dan kekang apabila tidak dikendalikan lidah dapat menyebabkan kerusakan yang besar, seperti api yg dapat membakar hutan.

Begitu seriusnya pengaruh lidah yang tidak terkendali, sampai-sampai Yakobus menyebutnya sebagai “dunia kejahatan”, ayat 6a.  Selanjutnya dikatakan sebagai yang dinyalakan oleh api neraka, ayat 6b. Artinya adalah ungkapan kejahatan dapat terjadi melalui lidah mulut kita seperti mengutuk, memaki, menghina, fitnah, dusta , perkataan kotor dan hujatan yang tidak mungkin datang dari penghuni sorga tetapi dari neraka.  Ironisnya  kata Yakobus, manusia dapat menjinakkan binatang buas, tetapi sulit untuk menjinakkan kekuasaan lidah manusia. Dengan lidah kita dapat memuji Tuhan, tetapi dengan lidah juga kita dapat mengutuki manusia yang diciptakan Tuhan, Yak 3:9.  Dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk, hal seperti ini tidak boleh terjadi dalam kehidupan orang percaya, ayat 10.  Lebih lanjut Yakobus memberi gambaran bahwa mustahil sumber air tawar mengeluarkan air pahit, pohon ara tidak mungkin menghasilkan buah zaitun, pohon anggur tidak mungkin menghasilkan buah ara, ayat11,12.

BAGAIMANA  MENGENDALIKAN  LIDAH

Pemakaian lidah bergantung pada sesuatu yang dapat mengendalikannya. Apakah ‘sesuatu’ yang dapat mengendalikan lidah itu ?   Sesuatu itu adalah HATI.  Tuhan Yesus berkata bahwa bukan yang masuk ke dalam mulut orang yang membuat orang najis, tetapi apa yang keluar dari seseorang, yakni segala kejahatan yang keluar dari dalam hati,  Markus 7:18-23. Jadi semua yang akan diucapkan itu sebenarnya sudah terencana di hati manusia. Jika yang terkandung di hati adalah hal-hal yang jahat, maka yang terucap adalah hal-hal yang jahat, dan membuat orang tersebut menjadi najis di hadapan Tuhan oleh karena perkataannya. Hasilnya ia juga akan menuai hal-hal yang jahat dan mencelakakan dirinya oleh karena perkataannya sendiri. Sebailknya jika seseorang mampu mengendalikan hatinya untuk tunduk dalam keinginan Tuhan bukan pada hawa nafsunya, maka yang akan keluar dari perkataannya juga pasti hal-hal yang  baik yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan ia pun akan menuai hasil kehidupan yang diberkati oleh perkataannya itu. Untuk memelihara lidah dari dosa dan kejahatan harus dimulai dengan menjaga hati. Yakobus mendorong kita semua orang percaya untuk menggunakan lidah untuk hal-hal yang baik saja, karena lidah mulut kita memiliki kuasa mendatangkan berkat atau kutuk. Orang yang dapat mendisiplinkan lidahnya niscaya akan dapat mengendalikan hidupnya dan meraih kuasa berkat-berkat Tuhan.

 MENJAGA LIDAH/UCAPAN KITA

I Petrus 3:10 – “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.” Ini adalah nasehat rasul Petrus untuk mereka yang mencintai hidup dan ingin hari-hari hidupnya diliputi dengan semua yang baik.

Amsal 12:18   – “ Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.”

Ada hal yang unik dari nasehat penulis Amsal ini untuk menjaga ucapan lidah kita yaitu jangan sampai kita lancang mulutnya. Apa yang dimaksud dengan lancang mulut itu? Lancang mulut  artinya orang yang sok tahu dan suka menghakimi, tetapi dapat juga berarti  suka ngata-ngatai orang tanpa tahu masalah yang sebenarnya. Biasanya orang-orang yang model lancang mulut ini yang selalu memicu pertengkaran dan kekisruhan dalam gereja Tuhan.

Apa kata Yakobus terhadap orang yang selalu gagal dalam menjaga lidahnya?

Yakobus 1:26  – “Jika ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.”

Kata  “beribadah” ditulis dalam bahasa Yunaninya THRESKOS, artinya terbiasa melakukan kegiatan keagamaan. Serajin apapun seseorang dalam mengikuti kegiatan ibadah, baik itu doa, paduan suara, Song Leader dan banyak lagi yang lainnya, tetapi jika ia tidak dapat mengekang lidahnya terhadap yang jahat, dikatakan ia menipu dirinya sendiri. Bayangkan dirinya sendiri saja tertipu apa lagi orang lain, mungkin pantas disebut sebagai orang yang munafik.

BAGAIMANA UCAPAN KITA DAPAT MENDATANGKAN BERKAT?

Amsal 18:21 – “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”

Kata menggemakan artinya menyerukan, memperkatakan. Untuk lidah mulut kita dapat menarik kuasa berkat dalam hidup kita. Ucapkan kata-kata baik dan positif bukan yang negatif. Selanjutnya  ucapkan kata-kata berkat dengan keyakinan dan iman yang kuat. Allah hanya mau dengar kata-kata positif yang memiliki keyakinan dan kekuatan iman yang kuat, seperti apa yang dikatakan Yesus:

Matius 21:21 – “ Yesus menjawab mereka : Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini : Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut hal itu akan terjadi.”

Perhatikan kalimat yang digari- bawahi “Jikalau kamu berkata.” Tuhan tidak suruh berdoa tetapi berkata  dengan penuh keyakinan iman, maka perkataan mulut kita akan menarik kuasa Allah untuk melakukan apa yang kita katakan. Kuasa Tuhan juga akan lebih nyata jika kita mengucapkan  perkataan firman Tuhan. Jauh sebelum Yakobus menulis hal ini, Musa juga mengungkapkan rahasia yang sama tentang memperkatakan firman Tuhan.

Ulangan 29:29 – “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.”

Allah memberi pernyataan firman bagi kita bukan saja untuk dilakukan , tetapi juga memperkatakan firman itu dengan iman. Jadi katakan saja dengan iman firman yang berkuasa itu, selebihnya apa yang tidak dapat kita pikirkan dan dijangkau oleh kita itu bagiannya Tuhan untuk bertindak bagi kita. Allah bertindak dan bergerak ketika firman-Nya diperkatakan dengan penuh iman, karena Allah tidak mungkin memungkiri apa yang telah difirmankan-Nya.

Mari kita ubah cara bicara dan ucapan kita, karena ada kuasa di mulut kita. Kuasa untuk menarik berkat dan kemenangan, tetapi waspada didalamnya ada juga kuasa yang mendatangkan kutuk dan celaka.  Semua itu tergantung pada apa yang kita ucapkan, karena kuasa itu ada di mulut anda.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s