PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – seri 2 oleh Pdt. J.S. Minandar Ibadah Raya – Minggu, 28 Mei 2017)

Yohanes 1:35-37

PENDAHULUAN

Minggu lalu kita telah belajar tentang pengikut Yesus yang sejati, yang dihubungkan dengan 7 Jemaat di Asia Kecil, antara lain Jemaat: Efesus; Smirna;  Pergamus; Tiatira; Sardis; Filadelfia dan Laodekia. Dan pada hari ini pengikut Yesus yang sejati dikaitkan dengan Jemaat Efesus.

JEMAAT EFESUS – Wahyu 2:1

Sudah dibahas arti dari nama kota “Efesus” dan bagaimana Yesus berjalan di antara Kaki Dian Emas. Kaki dian adalah gambaran dari ke tujuh jemaat. Yesus yang memperhatikan ketujuh jemaat juga memperhatikan kita, pribadi lepas pribadi. Yesus perhatikan keluarga, usaha pekerjaan dan kehidupan pribadi. Yesus siap mencukupkan segala sesuatu yang kita butuhkan selama hidup, tetapi Yesus juga memperhatikan kehidupan kerohanian setiap jemaat. Bila tidak bersungguh-sungguh dalam kerohanian akan menjadi gereja tidak sempurna dan menghadapi antikris. Sekarang kita bahas tentang “Keistimewaan Jemaat Efesus”

KEISTIMEWAAN JEMAAT EFESUS

Dalam Wahyu 2:2 menulliskan “Yesus tahu segala sesuatu”. Yesus tahu kelebihan dan kekurangan jemaat di Efesus karena tidak ada yang tersembunyi bagi Yesus. Apakah yang Yesus ketahui dari jemaat di Efesus ?

A. Pekerjaan, Jerih Payah Jemaat

Yesus berkata: “Aku tahu segala pekerjaanmu; baik jerih payahmu mau pun ketekunanmu…” Yesus mengamati, meneliti cara hidup jemaat Efesus. Perhatikan! Secara umum masyarakat Efesus adalah penduduk Efesus senang bekerja keras. Mereka bekerja sehari penuh dalam satu hari dan beristirahat pada pukul 13.00 – 15.00. Ternyata, etos kerja keras jemaat Efesus bukan cuma dalam hal jasmani,    tapi secara rohani dan dalam melayani Tuhan sehingga Yesus berkata “Aku tahu segala pekerjaanmu; baik jerih payahmu…”

Kata: Jerih Payah, Yunani: KOPOS artinya: bekerja sampai lelah; capek; susah dan sakit. Bandingkan dengan Matius 26:10. Terjadi di rumah Simon si kusta, dimungkinkan ini Maria. Wanita ini mengurapi Yesus dengan Minyak Narwastu. Perhatikan kata  “menyusahkan”, di ayat ini dipakai kata KOPOS – artinya, Wanita yang mengurapi Yesus dengan minyak ini berkorban dengan bersusah, sakit, menderita; untuk bisa mempersembahkan yang  terbaik bagi Yesus. Beberapa menafsirkan bahwa wanita ini menabung sedikit demi sedikit sampai ia dapat membeli minyak Narwatu yang mahal untuk hari pernikahannya. Tetapi ketika ia berjumpa dengan Yesus, ia persembahkan semua yang ia dapat untuk Yesus. Korban pelayanan yang keluar dari hati, Tuhan akan menghargai dan melihatnya. Hal ini hanya bisa kita lakukan apabila kita dipenuhi Roh Kudus.

B. Ketekunanmu

Jemaat di Efesus adalah jemaat yang tekun dalam iman, pengharapan dan kasih. Kata “tekun, Inggris: perseverance, Yunani: JUPOMENUW. Mengandung 2 arti:

  • Jupo = Under, berada didalam /berada dibawah
  • Menuw =to hope, harap/harapan.

Dengan demikian Jupomenuw, Jemaat Efesus terus ada dalam keadaan terus berharap kepada Tuhan. Suatu hubungan untuk bergantung kepada Yesus. Hubungkan dengan Yakobus 1:2-4. Inilah yang Yesus rindukan agar jemaat bertumbuh sampai kepada ketekunan. Jemaat Efesus menjadi jemaat yang KOPOS – rajin, giat melayani Tuhan dengan bersusah, bersakit-sakit bahkan menderita. Sebab Jupemenuw, yaitu Roh Ketekunan itu ada dalam hati dan menguasai hidup jemaat di Efesus.

C. Tidak Sabar Terhadap Orang Jahat

Yesus memuji jemaat Efesus, karena mereka tidak mau kompromi dengan yang jahat. Yesus berkata “…Aku tahu bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat…”

Kata: SABAR, Yunani: BASTASUW artinya: bisa memikul beban yang masih bisa ditolerir. Tapi jemaat Efesus, adalah jemaat yang tidak dapat sabar terhadap orang jahat atau segala jenis kejahatan, sekecil apa pun. Inilah yang diperhatikan/dinilai Yesus sebagai jemaat Tuhan. Tetapi tidak mungkin bisa terjadi  bila pengikut Yesus yang sejati, tidak dikuasai oleh firman Allah dan Roh Kudus.

D. Berpegang Pada Firman Allah

Seluruh aspek hidup dan kegiatan jemaat Efesus didasari atas Firman Allah. Yesus puji jemaat Efesus, Wahyu 2:2 “…bahwa engkau telah mencobai mereka, yang menyebut dirinya rasul tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.”

Kata “Mencobai “, Yunani PEIREZUW, to test, to prove: menguji; membuktikan!

Dengan apa kita menguji ajaran orang yang mengaku rasul (hamba Tuhan) tapi ajarannya sesat  atau menyimpang? Yaitu Firman Allah.

Kesimpulan

Jemaat Efesus, adalah “Pengikut Yesus Yang Sejati”, yaitu pengikut Yesus yang mendirikan iman dan pengiringannya kepada Yesus di atas dasar firman Allah. Selanjutnya, Wahyu 2:3 “Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku;   dan engkau tidak mengenal lelah.”

E. Sabar Menderita karena Nama Yesus

Jemaat Efesus adalah jemaat yang “tetap sabar” artinya sabar secara terus-menerus dalam  penderitaan karena Yesus. Zaman sekarang kita sudah memasuki materai ke-5 yaitu aniaya. Orang percaya mengalami tantangan yang begitu besar.

Tidak ada pilihan lain, untuk jadi pengikut Yesus yang sejati, kita harus dipenuhi Roh Kudus agar kita :

  • Berjerih payah melayani Yesus.
  • Tekun dalam Iman, Harap dan Kasih
  • Tidak kompromi dengan yang jahat
  • Berpegang pada firman Allah
  • Bertahan dalam penderitaan

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s