TANTANGAN PENGIKUT YESUS YANG SEJATI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 Juni 2017)

Wahyu 2:4

“Namun demikian aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”

PENDAHULUAN

Jemaat Efesus menggambarkan Pengikut Yesus yang sejati. Mereka menunjukkan kualitas pengiringan mereka sehingga Yesus membanggakan jemaat Efesus dengan alasan antara lain:

  • Kerja keras untuk Tuhan
  • Tekun dalam iman, harap dan kasih
  • Tidak kompromi dengan dosa
  • Berdiri atas Firman Allah
  • Sabar menanggung aniaya karena Nama Yesus

TIDAK BERTAHAN DALAM KASIH

Jemaat Efesus tidak bisa mempertahankan apa yang mereka telah capai. Mereka tidak bisa mempertahankan hidup didalam kasih, sehingga Yesus menegur jemaat di Efesus dan berkata dalam Wahyu 2:4 “Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula!” Awalnya jemaat di Efesus begitu mengasihi Tuhan. Apa yang mereka lakukan untuk hamba-hamba Tuhan dan kepada sesame didasari oleh kasih. Tetapi kasih Yesus yang jadi motivasi mereka dalam melayani sudah tidak ada lagi.

Orang yang melayani belum tentu mengasihi Tuhan. Tetapi, orang yang mengasihi Tuhan pasti melayani dan bekerja keras untuk Tuhan, yang dipraktekkan kepada sesama. Itu sebabnya betapa pentingnya kasih itu ada dalam hidup kita.

PENTINGNYA KASIH

  • Penjelasan Paulus, 1 Korintus 13:1-3.

Paulus menuliskan bahwa semua orang yang mengerjakan apapun tanpa dasar kasih sama seperti gong dan canang yang gemerincing. Artinya semua yang ia kerjakan tidak menjadi berkat bagi orang lain sehingga saat Tuhan mendengar apa yang dilakukan orang tersebut seperti bunyi tetapi tidak menyenangkan di telinga Tuhan. Oleh sebab itu, walaupun kita melakukan hal-hal yang kecil, tapi buatlah yang kecil itu dengan kasih besar. Itu akan menyenangkan hati Tuhan.

  • Pesan Yesus, Matius 7:21-23

Perbuatan spektakuler dalam pelayanan, jika dikerjakan tanpa kasih tidak akan dikenal Yesus. Justru di mata Yesus melakukan kejahatan. Dan semua pelayananya seperti sampah.

KASIH JEMAAT EFESUS

Dalam kisah 18 dan 19, tercatat awal terbentuknya jemaat di Efesus. Jemaat di Efesus percaya dan dipenuhi Roh Kudus, sehingga Yesus memuji dan membanggakan pelayanan kasih jemaat Efesus. Tetapi, 44 tahun kemudian kasih itu sudah tidak ada lagi dalam jemaat Efesus. Mereka tetap tekun dan bekerja dengan rajin tetapi sudah tidak dengan kasih lagi. Hal tersebut juga dialami oleh jemaat di Galatia, Galatia 4:13-15. Jemaat Galatia juga bermasalah dengan kasih mereka dalam segala pekerjaan mereka.

MENGAPA TIDAK ADA KASIH

Firman Allah menjelaskan penyebab seseorang bisa kehilangan kasih dalam dirinya.

  • Matius 24:12 – Bertambahnya kedurhakaan (lingkungan)
  • 2 Timotius 3:2 – Cinta diri sendiri dan cinta uang, manusia menjadi egois.

Namun penyebab jemaat di Efesus tidak memiliki kasih, bukan karena mereka melakukan kedua hal tersebut. Melainkan jemaat di Efesus meninggalkan kasih Allah karena mereka yang pergi meninggalkannya. Wahyu 2:4 “Namun demikian aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Jadi Jemaat Efesus bukan kehilangan kasih, tetapi meninggalkan kasih.

ARTI KATA

Kata “Meninggalkan” yaitu, Yun – “IFIHMI”, mengandung arti To leave – meninggalkan, Forsake – mengabaikan dan Departure – Berangkat (take-off). Artinya, jemaat Efesus dengan kesadaran meninggalkan kasih; mereka keluar dari kasih dengan mengabaikan atau tidak peduli kasih dan pergi dari kasih Yesus. Inilah maksud kata meninggalkan dalam Wahyu 2.

AKIBAT MENINGGALKAN KASIH

Wahyu 2:5, ada akibat bila seseorang meninggalkan kasih yang semula. Ia disamakan dengan orang yang jatuh. Mereka adalah pengikut Yesus tetapi seperti orang yang tidak mengenal Yesus. Alhasil, orang yang demikian akan menerima upah yaitu maut (Roma 6:23).

 

Sedalam apakah kejatuhan jemaat di Efesus sehingga Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk bertobat?

Pada mulanya manusia berada dalam kemuliaan sama dengan Allah, namun karena ketidak-taatan, maka manusia jatuh kedalam dosa yang mendatangkan kebinasaan bagi semua manusia selanjutnya setelah manusia pertama. Namun oleh pengorbanan Yesus semua manusia yang percaya diselamatkan, Kisah Para Rasul 4:12. Mereka yang sudah diselamatkan harus mengalami pertumbuhan dari iman sampai kepada kasih Agape, 2 Petrus 1:5-7. Seperti jemaat di Efesus, sejak mereka percaya kepada Yesus, mereka terus bertumbuh. Jika ditinjau dari catatan kitab Wahyu, dimungkinkan jemaat ini sudah sampai pada tingkat ketekunan – Kisah Para Rasul 18,19. Namun karena mereka meningglkan kasih maka mereka jatuh, yang takaran jatuhnya sama seperti orang yang akan menerima maut/kebinasaan. Bila tidak bertobat maka mereka akan dibinasakan dan diambil kaki diannya.

KAKI DIAN

Kaki Dian yang diambil merupakan jemaat Lokal. Kalau Yesus tidak ada lagi dalam jemaat, maka peran jemaat sebagai penerang akan dicopot dan digantikan dengan yang lain. Itu sebabnya betapa pentingnya kasih itu tetap ada dalam diri kita. Matius 22:11-13 ,Pengikut Yesus yang dicopot perannya sebagai Kaki Dian akan masuk “kegelapan yang paling gelap”. Sebab itu kita harus penuh Roh Kudus sebab hanya dengan Roh Kudus kita bisa dalam kasih-Nya. Tuhan memberkati.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s