APAKAH YANG KAMU CARI? Seri – 14 : “Marilah dan kamu akan melihatnya.” – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 11 Juni 2017)

Yohanes 1:39

Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.

Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal,

dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia;

 waktu itu kira-kira pukul empat.

“Marilah dan kamu akan melihatnya.”

Tidak biasanya seorang guru menerima murid secepat ini. Biasanya guru akan memberikan tes, ujian bagi calon murid sebelum diterima sebagai murid. Budaya ini tidak berlaku bagi Yesus, ketika melihat kedua orang murid Yohanes mengikutNya dari belakang dan bertanya dimana tempat tinggalNya, segera Yesus menjawab: “Marilah dan kamu akan melihatnya.”

Jawab Yesus ini memberikan pengertian:

1. Penerimaan

Yohanes 6:37 

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.

Yesus menerima setiap orang yang datang kepadaNya. Tidak pernah seorangpun datang dan ditolakNya. Dengan tangan terbuka seraya berkata: “Marilah dan kamu akan melihatnya” adalah jawaban yang selalu keluar dari mulutNya untuk memastikan bahwa Ia menerima orang-orang yang datang kepadaNya.

  1. Undangan untuk menjadi murid.

Setiap orang percaya dipanggil bukan hanya sekedar “mengakui” tetapi “mengikuti”.

Mar 1:17  – Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

“Marilah dan kamu akan melihatnya” berarti Ia mengundang dua orang murid Yohanes dan semua orang percaya untuk menjadi muridNya.

  1. Undangan untuk menerima dari Sang Guru.

Matius 11:29 

Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Dalam kekosongan dan kebodohan seorang murid diundang untuk dibekali, diisi, diajar, dilatih dan diberdayakan oleh sang guru.

  1. Undangan MEMPERCAYAI Guru sepenuhnya

Langkah awal menjadi seorang murid, dimulai dari percaya. Seorang murid harus percaya dan mempercayakan dirinya kepada sang guru. Kegagalan percaya dan mempercayai sang guru adalah kegagalan menjadi murid.

Empat bagian di atas telah kita bahas tuntas pada ibadah sebelumnya, sekarang kita akan membahas bagian yang baru dari makna perkataan Yesus: “Marilah dan kamu akan melihatnya” yaitu:

  1. Undangan untuk MENINGGALKAN KENYAMANAN

“Marilah dan kamu akan melihatnya.” Tuhan Yesus tidak sedang menjanjikan sebuah sekolah yang megah dan mewah lengkap dengan segala fasilitas “wah”. Ataupun asrama yang nyaman dengan pemandangan pegunungan yang menawan. Sebaliknya Ia menjanjikan sebuah sekolah tanpa gedung, asrama ataupun fasilitas lainnya. Sekolah itu disebut: “SEKOLAH PENDERITAAN”. Ya, inilah sekolah baru bagi dua orang murid Yohanes. Mengapa saya sebut sekolah penderitaan? Untuk itu marilah kita melihat kembali budaya sekolah kerabian Yahudi.

Budaya sekolah kerabian Yahudi.

  • Seorang murid akan tinggal bersama di rumah sang
  • Seorang murid harus meninggalkan orang tua dan keluarganya.
  • Seorang murid harus meninggalkan pekerjaan dan semua yang dimiliknya

Melihat syarat menjadi murid seorang rabi seperti ini, jelaslah bahwa sekolah Yesus yang ditawarkan bukan kemewahan dan kenyamanan, sebaliknya adalah penderitaan dan ketidaknyamanan.

Meninggalkan Kenyamanan

Untuk mempelajari hal ini lebih jauh lagi, marilah kita melihat syarat yang ditentukan oleh Tuhan Yesus dalam Lukas 9 : 57 – 62

  1. Siap menghadapi kesukaran dan penderitaan

Ay. 57  – Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”

Ay. 58  –  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Pada umumnya seorang rabi yang sedang mengajar di sebuah desa atau kota, mereka akan mendapat tempat tumpangan yang istimewa. Kondisi seperti ini biasanya membuat anak-anak muda tertarik untuk menjadi rabi. Itulah sebabnya tidak heran kalau ada orang yang ingin menjadi murid Yesus (ay.57). Menanggapi kehadiran mereka Tuhan Yesus justru berkata: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Dengan kata lain Tuhan Yesus ingin berkata: rabi-rabi Yahudi menerima penghormatan dan mendapat tempat istimewa untuk membaringkan diri, tetapi tidak bagi Yesus. Bahkan untuk meletakan kepalaNya pun tidak ada tempat. Inilah ketidaknyamanan yang Ia tawarkan kepada orang-orang yang mau mengikutiNya.

Bentuk kesukaran dan penderitaan

Berikut ini adalah bentuk-bentuk kesukaran yang akan dialami oleh murid-muridNya yaitu setiap orang percaya.

a. Dibenci

Matius 10:22

Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Mark 13:13, Luk 21:17)

b. Dikucilkan

Yohanes 16:2

Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

c. Menderita Aniaya

2Timotius 3:12

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.

Yohanes 16:33

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Rasul Paulus sebagai rasul yang besar, yang melayani denga kuasa Allah, namun tidak luput dari kesukaran dan penderitaan. Dalam Kisah Rasul 20:22 – 24, ia memberi kesaksian demikian:

Ayat 22  Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ

Ayat 23  selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

Ayat 24

Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Untuk meneguhkan kebenaran ini, bahwa Tuhan memanggil kita untuk meninggalkan kenyamanan, marilah kita menyaksikan akhir hidup dari murid-murid Yesus yang pertama.

  • Petrus

Disalib terbalik, kepala di bawah di kota Roma pada zaman kaisar Nero

  • Andreas

Disalib berbentuk X, di Patras Yunani

  • Yakobus

Martir pertama, dipenggal kepalanya oleh Herodes. Kis 12:2

  • Yohanes

Direbus dalam minyak mendidih di Roma, tetapi tidak terluka akhirnya dibuang ke pulau Patmos

  • Filiphus

Disalib terbalik, di Hierapolis Turki

  • Bartolomeus

Dikuliti dan disalib terbalik di Armenia

  • Thomas

Dibunuh dengan tombak di India

  • Matius

Menjadi martir di Ethiopia ditusuk dari belakang

  • Yakobus anak Alfeus

Pada usia 94, ia dipukuli dan dilempari batu oleh penganiaya, dan kemudian membunuhnya dengan memukul kepalanya dengan sekop.

  • Tadeus /Yudas

Menurut beberapa cerita, ia disalibkan di Edessa (nama kota di Turki dan Yunani) di 72 AD.

  • Simon orang Zelot:

Disalibkan di Inggris th 74 AD.

  • Yudas Iskariot

Bunuh diri karena menjual Yesus

  1. Menaruh TUHAN pada PRIORITAS UTAMA

Luk 9:59 – 60 

Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dalam ayat ini Tuhan Yesus tidak sedang melarang anak-anak untuk menguburkan orang tuanya yang meninggal sebelum mengikut Yesus. Firman Tuhan jelas mengharuskan anak-anak menghormati orang tua. Bahkan Tuhan Yesus sendiri pernah menegor orang yang tidak memperhatikan orang tuanya dengan alasan kepentingan agama/ibadah. Disini Tuhan Yesus sedang mengajarkan bahwa seorang murid harus berani membunuh keinginan pribadi dan menaruh Tuhan beserta kepentinganNya pada prioritas utama dalam hidup kita. Seorang murid harus berani mengutamakan Tuhan diatas kepentingan pribadi dan keluarga. Tuhan yang utama dan pertama.

Memprioritaskan TUHAN berarti :

a. Mendahulukan yang utama

Matius 6:33

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

b. Mencari PERKENANAN Tuhan

2Timotius 2:4

Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

  1. Jangan Menoleh Kebelakang

Ayat 62

Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Seorang murid Tuhan, ia tidak boleh menoleh kebelakang. Artinya tidak boleh kembali kepada masa lalu, hidup lama, dunia yang telah ditinggalkannya. Seorang murid harus mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati dan segenap kekuatannya.

Rasul Paulus memberikan contoh yang baik, saat ia menjadi murid Tuhan. Ia tinggalkan masa lalu dan mengarahkan pandangannya ke depan.

Filipi 3:13,14 

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Penutup

Setiap anak Tuhan dipanggil untuk menjadi murid Tuhan. Jadi beranikan hidup Anda untuk meninggalkan kenyamanan dan bersiaplah untuk dilatih, dididik, adan diajar kemudian diberdayakan olehNya menjadi alatNya di bumi ini. Tuhan memberkati! KJP.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s