MENGENAKAN PIKIRAN KRISTUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 25 Juni 2017)

Filipi 2:5-9

 PENDAHULUAN

Firman Allah, melalui rasul Paulus meminta agar setiap orang percaya menaruh pikiran Kristus dalam seluruh aspek kehidupannya bukan mengenakan pikiran dunia. Karena semua yang Yesus buat berasal dari “Pola Pikir Yesus Yang Besar!” Maka Allah mengaruniakan Nama diatas segala nama. Apakah pikiran Allah? Yaitu menyelamatkan semua manusia. Meskipun Yesus setara dengan Allah, tetapi Yesus tidak mempertahankannya, tetapi Yesus rela melepas status ke Allahan-Nya, tinggalkan sorga dan jadi manusia. Dan dalam keadaan manusia Yesus rela mati dengan cara kematian yang hina (disalibkan) untuk melakukan perbuatan besar. Karena karya Yesus yang besar, Filipi 2:9,10, Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.

TIGA MACAM PIKIRAN

Menurut E. Rosevelt, seorang mantan presiden Amerika Serikat mengatakan ada 3 macam pikiran, yaitu:

A. Small Minds Discuss People

Pikiran yang kecil membicarakan tentang orang. Mereka suka mengkritik dan menggosipkan orang lain. Mencari-cari kesalahan orang lain dan sibuk dengan urusan orang lain.

B. Averege Minds Discuss Events

Pikiran yang sedang membicarakan tentang peristiwa atau kejadian yang terjadi pada saat itu. Ini jauh lebih baik dari pada seseorang yang memiliki pikiran kecil. Mereka yang berpikiran sedang senang membahas tentang kejadian-kejadian atau info. Mereka senang menambah wawasan dan pengetahuan.

C. Great Minds Discuss Ideas

Tetapi pikiran yang besar membicarakan tentang gagasan. Mereka tidak hanya sibuk menggosipkan orang lain atau mereka hanya mencari pengetahuan. Tetapi mereka menciptakan sebuah inovasi, mencari solusi dan membuat hal-hal baru.

ADA DALAM DIRI KITA

Ketiga jenis pikiran tersebut ada di dalam otak semua orang, tapi manusia lebih senang menggunakan pikiran yang kecil mereka ketimbang memperdayakan pikiran besar yang sudah Allah taruh dalam diri mereka.  Pikiran apa yang kita pilih, akan menjadikan kita seperti itu.

Sebuah kisah tentang seorang yang menggunakan pikiran besarnya, yang bernama Isaac Newton. Pada saat itu ketika ia pergi bersama temannya. Mereka ada dibawah pohon Apel. Maka jatulah buah apel yang ada di pohon tersebut. Salah seorang temannya yang tertimpa apel itu bertanya, apakah ini musim buah apel? Jelas tentu itu musim buah apel. Tetapi berbeda dengan Isaac Newton. Ketika apel itu jatuh ke bawah ia bertanya “Mengapa apel jatuh ke bawah? Mengapa tidak ke atas…?. Isacc Newton tidak berhenti memikirkannya dan ia mulai melakukan penyelidikan. Ia menggunakan pikiran besar yang ada dalam dirinya. Hasilnya, Isaac Newton menemukan “Teori Gravitasi Bumi” yang relevan sampai hari ini.

Dalam Alkitab ada banyak orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Mereka melakukan perkara dahsyat bukan karena hebat. Tetapi, mereka menaruh, menggunakan pikiran Kristus dalam hidup dan pikiran mereka. Salah satu contohnya adalah Yusuf anak Yakub.

YUSUF ANAK YAKUB

Yusuf memulai semua dengan sebuah mimpi. Kejadian 37:5 “Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-sauda-ranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.”

Yusuf yakin mimpi yang ia terima adalah pikiran Allah, sebab itu ia bergerak dan berjalan untuk merealisasi rencana besar Allah dalam dirinya kepada orang tua dan saudara-saudaranya. Dan hasilnya ketika Yusuf menerapkan pikiran Allah dalam hidupnya, Yusuf menjadi seorang yang:

*Diberkati Dan Menjadi Berkat

Kejadian 39:2-6 Yusuf menjadi hamba yang dikasihi tuannya; diberi kuasa di rumah dan di ladang; karena Yusuf usaha tuannya diberkati.

*Memiliki Moral Yang Baik

Karena Yusuf memakai pikiran Yesus, Yusuf menjadi pemuda yang mempunyai moral yang baik, Kej. 39:7,8a,10. Orang yang bermoral baik, sanggup memilih yang benar. Pikiran kecil berkata: Terima. Pikiran besar berkata: Tidak!

*Dapat Dipercaya Dan Memiliki Loyalitas Tinggi

Pikiran Yesus (pikiran besar) yang menguasai diri Yusuf, membuat Yusuf jadi pribadi yang memiliki loyalitas yang tinggi, jujur dan dapat dipercaya, Kejadian 39:8,9.

*Memiliki Etos Kerja Yang Baik

Pikiran Yesus/pikiran besar dalam Yusuf, membuat Yusuf mempunyai etos kerja yang baik (rajin/kerja keras) untuk majikannya. Terbukti dari catatan Alkitab tentang Yusuf yaitu:

  • Yusuf di rumah Potifar, Yusuf jadi orang kepercayaan tuannya, Kejadian 39:4.
  • Ketika Yusuf di penjara, kepala penjara tinggal ongkang kaki, sebab tanggung jawab kepala penjara diselesaikan oleh Yusuf dengan baik, Kejadian 39:21-23.
  • Setelah Yusuf jadi pejabat istana, Yusuf bekerja total, sehingga 7 tahun krisis, justru membuat Mesir jadi Negara besar dan hebat, Kejadian 47:14. Dengan pikiran Allah, Yusuf memberikan kekayaan besar kepada Mesir justru pada masa Krisis, dengan cara:

 – Kejadian 47:14, Yusuf perintahkan rakyat Mesir beli gandum dengan uang. Berjalannya waktu uang mereka habis, sedang kelaparan masih berlangsung. Maka datanglah kembali rakyat Mesir kepada Yusuf. Maka Yusuf gunakan cara kedua.

 – Kejadian 47:14, Yusuf perintahkan rakyat Mesir beli gandum dengan ternak sebagai ganti gandum.

 – Kejadian 47:19, Yusuf perintahkan rakyat Mesir beli gandum dengan tanah, sebab mereka juga kehabisan ternak untuk membeli gandum. Jadi seluruh tanah Mesir menjadi milik Firaun oleh keberadaan Yusuf di Mesir.

Menjadi Manusia Rohani

Karena Yusuf menaruh/mengenakan pikiran Yesus, walaupun Yusuf hidup di masa  Perjanjian Lama, tapi hidup Yusuf menjadi representatif kehidupan Yesus di masa Perjanjian Baru.

  • Yusuf Melupakan Masa Lalu, Kejadian 41:51. Ingat penderitaan masa lalu bisa membangkitkan ingatan kita pada orang yang membuat  kita menderita. Waktu Yusuf dikaruniai anak, Yusuf beri nama: “Manasye” Artinya, Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.
  • Yusuf Sanggup Mengampuni

Yusuf bisa mengampuni kejahatan saudara-saudaranya, karena Yusuf mengenakan “Pikiran Kristus” bahwa saudara-saudara Yusuf tidak mengetahui/mengerti rencana Allah. Bandingan dengan peristiwa Yesus disalib. Yesus katakan “Ampuni mereka sebab mereka tidak tahu apa yang tidak tahu apa yang mereka perbuat”, Luk 23:34.

  • Yusuf Memiliki Visi Allah

Pikiran Yesus (pikiran besar) yang Yusuf  kenakan  dalam  hidup  Yusuf, menjadikan Yusuf sebagai orang yang mengetahu visi Allah. Kejadian 50:22-26, sebelum meninggal, Yusuf berpesan agar tulang-tulangnya dibawa dan dikuburkan di Kanaan. Kejadian 50:25, Yusuf mengetahui rencana Tuhan, bahwa Israel tidak selamanya akan tinggal di tanah Mesir. Sebab itu, Yusuf berpesan agar saudara-saudaranya membawa tulang-tulang Yusuf dan dikubur di Kanaan. Yusuf mengarahkan pandangannya kepada Allah yang besar.

Yusuf tidak goyah dengan rencana Allah atas kehidupannya, melainkan ia tetap berpegang pada mimpi yang Allah taruh dalam hidupnhya. Demikianpun setiap kita, diperlengkapi oleh Allah dengan pikiran-pikiran besar. Jadi tinggalkan pikiran-pikiran sederhana yang kita sukai dan meningkat kepada pikiran Kristus. Sebab bila dalam kekristenan kita gunakan pikiran Kristus maka kita akan menghasilkan terobosan-terobosan baru. Jangan jadi pengikut Yesus yang cengeng, tetapi berdaya tahan karena mengenakan pikiran Kristus.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s