Memiliki Pikiran Kristus (2) oleh Pdt.J.S.Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Juli 2017)

Filipi 2:5-10

Allah menanggalkan ke-allah-annya untuk menjadi manusia yang bisa mati. Kondisi manusia setelah jatuh ke dalam dosa, tidak dapat menebus dirinya sendiri. Tanpa kematian tidak ada penebusan, disinilah kemudian Yesus mati untuk menebus manusia. Ini adalah pemikiran yang sungguh besar. Pikiran manusia tidak memikirkan hal seperti ini, ini adalah pikiran Allah.

Jika kita mengenakan pikiran Kristus maka kita berkenan kepada Kristus bahkan berkenan (menjadi berkat) di hadapan sesama. Demikian juga pikiran Kristus membuat kita kuat dan berdaya tahan, meskipun di tengah penderitaan, bahkan aniaya. Yesus sudah mengajar dan mempersiapkan murid-muridNYA bahwa setiap pengikutNYA untuk memikul salib. Kita sedang hidup di jaman dimana perkataan Yesus sedang digenapi.

Markus 14:32-52 – Ada kisah-kisah sebelum penyaliban Yesus dimana murid-murid lari dan meninggalkan Yesus (ayat 50) ketika IA ditangkap. Ayat 50 ini akan terulang di hari-hari terakhir dan akan menunjukkan siapa “pengikut Yesus sejati”. Pertanyaannya apakah kita tetap setia saat penganiayaan itu tiba? Kita mengikut Yesus bukan sekedar untuk mendapat berkat, tetapi kita mau setia dan berkomitmen. Karena itu kita harus memiliki Pikiran Kristus supaya sama seperti Yesus rela menanggalkan segalanya, kita pun juga sedemikian.

Dalam kisah berikutnya di ayat 51-52 ada seorang yang mengikut Yesus, ketika akan ditangkap ia melepaskan kain lenan yang menutup tubuhnya (pakaiannya) dan lari dengan telanjang.

Pakaian dalam Alkitab berbicata tentang: Kebesaran (Kejadian 24:53), kekudusan (Keluaran 28:2,4), kekuatan-kehormatan (Yesaya 52:1), kemegahan (Mazmur 93:1), keagungan (Mazmur 104:1). Semua ini kita kenakan karena pekerjaan Kristus di hidup kita sampai nanti ke Surga.

Ketika orang muda (Markus 14:51-52) melepaskan kain itu dan lari dengan telanjang, maka itu adalah gambaran orang yang meninggalkan iman pada Yesus. Ia ingin setia mengikut Yesus, tetapi tidak disertai dengan kesiapan untuk rela mati. Secara teologis kita bisa mengenal seorang muda yang melarikan diri itu adalah Yohanes Markus yang menulis surat Injil ini.

Namun secara rohani “seorang muda” ini bukan gambaran usia, namun kualitas rohani. Seperti di 1Yohanes 2:12-14 ada tiga kategori Kristen: kanak-kanak, orang muda, dan bapa (dewasa). Kita baru bisa disebut pengikut Kristus sejati jika kita ada di tingkatan Kristen Bapa (dewasa).

Ada 3 tingkat pikiran secara rohani:

  1. Small minds – Kristen anak.
  2. Average minds – Kristen orang muda.
  3. Great minds – Kristen Bapa (dewasa).

Kristen Bapa memiliki pikiran besar, ini adalah pikiran Kristus, seperti Yusuf anak Yakub. Meskipun masih muda, dia mengenakan pikiran besar (great minds) yaitu pikiran Bapa, pikiran Kristus.

Yusuf sejak mendapat visi tentang hidupnya (menjadi pemimpin), nampak Yusuf berani memberikan dirinya untuk mencapai visi itu. Kisah mengenai Yusuf di Kejadian 37:3c adalah kisah dimana ia diberi jubah oleh ayahnya. Jubah ini adalah gambaran kebanggaan, kenyamanan. Jubah itu kemudian dicopot oleh saudara-saudaranya. Kita juga harus berani menanggalkan “jubah” kita saat penganiayaan tiba.

Yesus pun rela melakukan itu karena Yesus menanggalkan jubah kemuliaan (Filipi 2:6) dan mengenakan jubah kehinaan. Jika kembali ke kisah Yusuf setelah jubahnya ditanggalkan dia dimasukkan ke sumur kering. Sama seperti Yesus, IA menanggalkan jubahNYA dan turun ke dunia, dimana IA akan masuk ke lobang kebinasaan. Tentang lobang kebinasaan ini pernah dituliskan pemazmur di Mazmur 40:2, 3.

Yusuf dijual ke Mesir dan menjadi budak. Sama seperti Yesus, IA mengenakan jubah budak, yang menyucikan kita, Yohanes 13:4-5. Kembali ke kisah Yusuf, jubah budaknya dipakai sebagai alat fitnah bagi istri Potifar (Kejadian 39:13-14, 16-18). Demikian juga Yesus, ketika IA mengenakan jubah kehambaanNYA, IA diserang dan difitnah oleh ahli Taurat dan Farisi yang mencela Yesus karena menyamakan diri dengan Allah, padahal DIA lah Anak Allah, Matius 26:59-60a.

Yusuf dimasukkan ke lobang tutupan, Kejadian 40:1; 41:14. Yesus pun selama 3 hari, 3 malam masuk ke dalam maut, Markus 15:46. Namun hasilnya kita diselamatkan. Yesus melakukan semuanya untuk kemudian dimuliakan dan ditinggikan, Filipi 2:9-10. Demikian juga kita, jika ada pikiran Kristus, kita akan menerima kemuliaan setelah penderitaan sementara di dunia ini.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s