BERJALAN DI TENGAH BADAI – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 9 Juli 2017 )

PENDAHULUAN

Badai fenomena alam yang sangat menakutkan bagi banyak orang. Kehadirannya dapat membawa kehancuran yang dahsyat karena memorak-poranda apapun yang dilewatinya.

Badai

Badai, menurut KBBI, berarti angin kencang yang menyertai cuaca buruk, yang dapat datang dengan tiba-tiba dan berkecepatan sekitar 64-72 knot. Sedikit informasi bagi kita untuk menjelaskan kedasyatan badai :

1 knot = 1,151 mil/jam

72 knot = 82,872 mil/jam

1 knot = 1,852 km/jam

72 knot = 133,334 km/jam

Badai hebat menguncang suatu kota

Tulisan pada sebuah portal berita TRIBUNNEWS 29 MEI 2017 menceritakan

Badai ganas telah melanda Moskow dan menelan 11 orang korban meninggal, ratusan pohon tumbang akibat badai. Sementara itu lebih dari 50 orang harus dirawat karena terluka. Dilansir kekuatan angin mencapai lebih dari 110 km/jam. Menurut sejumlah ahli meteorologi, kondisi ekstrim ini jarang dialami di Moscow. Kita membaca dari berita tersebut, angin badai 110 km/jam dapat merusak, membunuh, bahkan menghancurkan apapun yang dihampiri oleh badai tersebut.

Badai Kehidupan

Dalam kehidupan setiap orang pernah berhadapan dengan badai pergumulan hidup  masing-masing. Tanpa terkecuali dengan kehidupan orang percaya sering badai datang secara tiba-tiba dapat merusak bahkan menghancurkan usaha,keluarga bahkan pada iman seseorang.

BERJALAN DI ATAS AIR

Dalam Matius 14:25 – kira-kira pukul 3 murid-murid melihat Yesus berjalan di atas air. Dari ayat ini menceritakan bahwa ada Yesus yang tetap tenang dan bahkan mampu berjalan ditengah badai yang mungkin lebih dari 110 km/jam. Bukan di atas air yang tenang melainkan air yang bergelora karena hempasan badai dan kemudian Dia berkata dengan penuh otoritas “Tenanglah! Aku ini, jangan takut.”  Dimanapun kita berada, di tengah badai hidup sekalipun percayalah kehadiran Yesus mengusir rasa takut.

KESAKSIAN RAJA DAUD, Mazmur 23:4

“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku ; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Dalam kondisi apapun, termasuk di lembah sekalipun (mungkin ini badai hidup yang Daud alami) Daud mampu berkata “aku tidak akan takut.” Mengapa tidak perlu takut? Karena Daud paham betul saat dia bersama Allah maka ada MUJIZAT di TENGAH BADAI.

ADA MUJIZAT,  Matius 19:28

Di tengah badai yang bergelora, Petrus murid Yesus mengalami mujizat. Ia turun dari perahu dan melakukan hal yang mustahil. Alkitab mencatat ditengah kondisi laut yang bergelora karena badai, Petrus terus melangkah dan menjadi satu-satunya manusia yang berjalan di atas air. Ini terjadi sepanjang matanya tertuju hanya kepada Yesus. Percayalah saat kita alami badai dan tetap memandang kepada Yesus maka kitapun juga akan alami kuasa mujizat dari Tuhan. Bagaimana caranya kita menikmati mujizat Tuhan sangatlah bergantung dengan bagaimana respon kita menghadapi badai kehidupan.

RESPON DI TENGAH BADAI, Matius 19:22

Badai pasti menyapa kehidupan manusia dan mentaati perintah Tuhan bukan berarti kita bebas dari badai.

Kita membaca dalam ayat ini, murid-murid taat kepada perintah Yesus: “naik perahu dan bertolak ke sebrang”. Namun perahu para murid sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambing gelombang.

Kesimpulan: Suka tidak suka, sekalipun kita taat, pasti akan mengalami badai. Tetapi yang paling penting apa respon kita?

3 RESPON MENGHADAPI BADAI

  1. Lari menghindar – Yoh 18:17,25,26,27

Ketika Yesus ditangkap maka murid-murid tercerai berai. Begitu juga Petrus yang dalam kondisi hadapi badai masalah justru Petrus lari menghindar dan menyangkal Yesus. Sikap ini bukan solusi yang baik.

  1. Tenggelam sebab tidak siap dan tidak tahu harus berbuat apa

Ini adalah sikap menyerah pada kondisi dan keadaan sehingga dapat terbawa oleh arus dan badai sehingga dapat menghancurkan kehidupan kita.

  1. Menerjang, menghadapi badai dan keluar sebagai pemenang – Yesaya 40:31

Ini adalah Kristen seperti burung rajawali. Ketika badai datang justru  menjadi sarana untuk Rajawali terbang tinggi dan dan tetap tenang terbang di tengah badai.

4 HAL YANG KITA PELAJARI UNTUK KITA DAPAT BERJALAN DI TENGAH BADAI:

  1. Berani hidup berdampingan dengan badai.

Apapun badai yang tengah menghantam percayalah Allah sanggup menolong tepat pada waktunya.

  1. Berani meminta perkara yang besar

Dari sekian banyak murid hanya Petrus yang berani mengajukan permintaan yang besar “suruhlah aku datang kepadaMu, berjalan di atas air.”

  1. Berani mengambil langkah besar

Saat Tuhan menyuruh untuk datang tanpa pikir panjang Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air dan mendapatkan Yesus.

  1. Yesus ada di balik setiap peristiwa

Ada Pribadi Maha dahsyat yang hadir dalam setiap badai hidup kita yaitu Yesus, kita perlu terus memandang kepada DIa dan kita akan beroleh kekuatan untuk terus melangkah di tengah-tengah badai. Bukan karena kita hebat melainkan karena kita tahu punya Allah yang berkuasa atas alam semesta.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s