HARAPANKU – Oleh Bp. Bunyamin Wijanarko (Ibadah Raya 1 – Minggu, 16 Juli 2017 )

Kejadian 50:22-26 (24-25)

 

 

Pendahuluan

Sejarah Yusuf amatlah gemilang sebagai seorang beriman; yang benar-benar taat akan firman Tuhan. Walaupun dicobai dengan bermacam-macam hal dia tetap teguh memegang firman. Sampai akhir hidupnya pun Yusuf masih mempunyai iman yang teguh.

  • Yusuf secara lahiriah sangat diberkati, karena setelah melewati badai kehidupan, tetap taat sehingga ia selalu berhasil sebab disertai Tuhan ( Kejadian 39:3,21,23 bandingkan Mazmur 1:3)
  • Yusuf mati dalam usia 110 tahun, sempat menimang keturunan ke-3. Yusuf memperanakkan Manasye memperanakkan Mathir memperanakkan anaknya.
  • Yusuf menjadi lambang mempelai Kristus yang tanpa cacat dan noda dan beriman kepada janji Tuhan. Iman Yusuf tampak dari ucapannya bahwa saudaranya akan keluar dari Mesir ke negeri yang dijanjikan Tuhan yaitu Oleh sebab itu, Yusuf meminta agar saudara –saudaranya membawa tulangnya dari Mesir ke perkuburan nenek moyangnya, Ibrani 11:2. Yusuf minta saudara-saudaranya bersumpah membawa tulang-tulangnya karena yakin dirinya akan dibangkitkan,1 Tesalonika 4:13-16.

PELAKSANAAN SUMPAH/JANJI DARI SAUDARA YUSUF (Bangsa Israel)

Keluaran 13:19, Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak –anak Israel bersumpah sungguh-sungguh: “Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang- tulangku dari sini”. Pelaksanaan sumpah ± 350 tahun kemudian baru tergenapi. Dilihat dari silsilah, Lewi memperanakkan Kehat. Kehat memperanakkan Amran. Amran memperanakkan Musa. Sampai di genarasi Musa tulang-tulang Yusuf belum juga dikuburkan di tanah yang Tuhan janjikan. Tetapi mereka tetap setia membawanya. Menjaga janji bukanlah hal yang mudah, tapi orang Israel tidak melupakan janji mereka kepada Yusuf. Perjalanan Bangsa Israel dari Mesir ke tanah Kanaan pasti membawa barang yang sangat banyak, seperti:

  • Kebutuhan sehari-hari
  • Peralatan kemah suci (Keluaran 25-30)
  • Peti mati Yusuf

Mereka menempuh waktu ± 40 tahun lamanya. Ditengah-tengah banyaknya kebutuhan dalam perjalanan, mereka tidak melupakan janji mereka kepada Yusuf. Sampai pada akhirnya tulang-tulang Yusuf dikubur ( Yosua 24:32). Yosua telah menyelesaikan amanat Musa untuk membawa orang Israel memasuki tanah perjanjian, dan diakhirnya dia memimpin orang Israel menguburkan tulang-tulang Yusuf. Kesetiaan orang Isarel menunjukkan kepatuhan dalam memenuhi janji bukan hanya kepada Yusuf melainkan kepada Tuhan.

Kepatuhan bangsa Israel didasarkan oleh:

  • Karena sudah bersumpah / janji
  • Tulang melambangkan kehidupan yang tidak terpatahkan, yaitu hidup dalam kebangkitan

Kejadian 2:21-24, Tulang rusuk Adam yang diambil melambangkan kehidupan Kristus yang tidak terpatahkan, yang tidak dapat binasa (Ibrani 7:16) guna membangun gereja (Hawa) sebagai pelengkapnya, sebagai pasangannya. Oleh karenanya Yusuf ingin tulang- tulangnya dikubur di Sikhem daerah Kanaan – lambang dari tanah surgawi yang dengan iman Yusuf meyakini satu kali nanti dibangkitkan. Yeh 37:1-4 mengisahkan bangsa Israel yang dibangkitkan dari kubur.

Contoh Tulang melambangkan kehidupan yang tidak terpatahkan, yaitu hidup dalam kebangkitan :

  1. Pembaharuan yang dilakukan Yosia, 2 Raja-raja 23: 1-27

Setelah kitab Taurat ditemukan (2 Raj 22:8) maka Yosia menyesal dan merendahkan diri dihadapan Tuhan, lalu mengadakan pembaharuan, dengan:

  • Membakar segala pekakas untuk dewa Asyera dan tentara langit (Ayat 4)
  • Tulang dikuburan-kuburan di bukit pengorbanan dibakar (Ayat 16)
  • Para imam-imam di bukit pengorbanan disembelih dan dibakar tulang-tulangnya (Ayat 20)
  • Tetapi hanya Tulang abdi Allah yang tidak boleh dibakar (Ayat 18). Sebab Yosia paham bahwatulang abdi Allah ini kelak akan dibangkitkan. Nabi tersebutlah yang menubuatkan tentang pembaharuan Yosia, 1 Raja-raja 13:2.

  1. Yesus disalib, Yohanes 19:33-36

Dalam kisah kematian Yesus didalam injil Yohanes, semua terjadi begitu ajaib dan bermakna. Sepenuhnya terjadi karena kedaulatan Tuhan atas kehidupan umat manusia. Perhatikan:

Mazmur 34:21 menubuatkan bahwa Allah melindungi segala tulang Yesus, sehingga tidak satupun yang patah. Tetapi jika diperhatikan saat peristiwa penyaliban Yesus dalam Yohanes 19:31, prajurit diperintahkan mematahkan kaki orang–orang yang disalib. Tetapi saat ia berdiri di depan salib Yesus, ia tidak mengikuti perintah melainkan ia menikam lambung Yesus, Yohanes 19:34, Zakharia 12:10b. Sehingga genaplah apa yang tercatat dalam Mazmur 34. Inilah kedaulatan Allah, apa yang difirmankanNya tidak pernah gagal pasti terjadi.

AIR DAN DARAH PADA LAMBUNG YESUS

DARAH

Hanya dengan darah penebusan berkenan untuk menangulangi dosa- dosa manusia. Ibrani 9:22b, tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Oleh sebab itu penumpahan darah di atas bukit Golgota sanggup membeli umat/menebus semua umat manusia dan membangun umat-Nya atau gereja-Nya  (Kisah para rasul 20:28b).

AIR

Air menyalurkan kehidupan, berkaitan dengan kematian. Kematian yang menyalurkan kehidupan ini. Membebaskan hidup ilahi Yesus dari diriNya, untuk menghasilkan gereja/ semua orang percaya. Demikian juga tertidurnya Adam yang membangun gereja (Kejadian 2 :21-23).

  • Yoh 12:24 -> tetapi jika ia mati akan menghasilakn banyak buah
  • Kematian Yesus disalib mengeluarkan air, adalah mati untuk menghasilkan banyak bulir gandum, guna dijadikan 1 roti, lambang tubuh Kristus (1 Kor 10:17).

KESIMPULAN

Kitab Yohanes menggambarkan proses kematian Yesus disalib itu lebih lengkap, karena :

  • Ada aspek penebusan -> yang ditandai dengan darah yang keluar dari lambung yang ditikam
  • Ada aspek penyaluran kehidupan -> yang ditandai dengan air yang keluar dari lambung yang ditikam

Dan dalam kitab injil yang lain aspek penebusan hanya tersirat dalam kejadian kegelapan selama 3 jam yang adalah sumber dosa (Mat 27:45 ; Mar 15:33 ; Luk 23:44-45).

PERHATIKAN

  1. Penyaluran kehidupan itu (air yang keluar itu)

Hidup kebangkitan Yesus dibagikan kepada setiap orang yang percaya (Yoh 3 :15,16,36)

  1. Tulang yang tidak terpatahkan

Adalah simbol dari gereja yang dibangun dari kebangkitan Tuhan Yesus yang tidak dapat binasa; digambarkan didalam Kej 2:21-23.

Seperti Yusuf, hiduplah dalam iman yang teguh sampai akhir. Demikianpun kita tetap memiliki pengharapan hingga akhir. Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s