RELA MENDERITA BAGI KRISTUS (Seri Khotbah Pengikut Yesus Yang Sejati) – oleh Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 23 Juli 2017)

Wahyu 2:8-11

 

 

PENDAHULUAN

Kita telah mempelajari tentang pengikut Yesus yang sejati dengan melihat cara hidup dan kualitas pengiringan jemaat di Efesus. Sekarang kita akan pelajari tentang pengikut Yesus yang sejati dilihat dari iman dan kesetiaan Jemaat di Smirna.

  1. S M I R N A (Wahyu 2:8a)

“Dan tuliskanlah kepada  malaikat jemaat di Smirna.”

Smirna berasal dari kata Myrhh, yaitu sejenis tanaman yang pahit rasanya namun memiliki bau yang sangat harum ketika dikeringkan dan dibakar. Kata ini identik dengan kata mur. Jika kita hubungkan dengan kisah tentang kelahiran Yesus maka kita tahu bahwa salah satu persembahan yang dibawa oleh orang Majus untuk Yesus selain emas dan kemenyan ialah Myrhh atau Mur, persembahan yang harum. Kata Myrhh atau Mur secara etimologi dapat diartikan sebagai penderitaan /kepahitan. Jadi ketika para Majus mempersembahkan mur ini sekaligus menjadi sebuah tanda bahwa untuk menebus dosa manusia Yesus harus mengalami penderitaan.

ARTI ROHANI

Pengikut Yesus Yang Sejati bukanlah seorang yang mengikut Yesus saat diberkati saja melainkan juga saat alami penderitaan. Kemurnian iman seseorang akan terlihat saat mengalami penderitaan. Pengikut Yesus sejati akan bertahan dan tetap setia mengikut Yesus sekalipun alami penganiayaan atau berada pada kondisi yang paling pahit sekalipun, sebaliknya anak Tuhan yang mundur saat mengalami penderitaan bukanlah pengikut Yesus yang sejati. Ketika mengalami penderitaan karena pengiringan kita kepada Yesus, saat itulah dimana hidup kita seperti myrhh yang berbau harum yang dipersembahkan bagi Tuhan (kita mempersembahkan Myrhh atau Mur di hadapan Yesus).

KESAKSIAN STEFANUS

Sebuah kisah yang dialami seorang diaken bernama Stefanus, yang menderita aniaya bukan karena kesalahannya melainkan karena bersaksi tentang Kristus (Kisah 7:56). Menjelang kematiannya, Stefanus melihat Yesus berdiri di kanan Bapa. Artinya Yesus begitu antusias menyambut bau harum dari apa yang Stefanus lakukan. Ketika Stefanus tetap mempertahankan iman sekalipun mengalami aniaya bahkan sampai mati, hidupnya menjadi seperti bau harum myrhh yang dipersembahkan kepada Yesus dan ini adalah persembahan yang menyenangkan hati Tuhan.

  1. Cara Yesus Memperkenalkan Diri

Wahyu 2:8 “Inilah Firman yang Awal dan Yang Akhir Yang Telah Mati dan Hidup Kembali.”

Yesus memperkenalkan diri sebagai Allah dengan menggunakan istilah sebagai :

  • Yang Awal dan Yang Akhir

Artinya keberadaan Yesus sudah sejak sebelum dunia dijadikan dan akan tetap ada untuk selamanya. Dia tidak seperti manusia pada umumnya melainkan Yesus adalah Allah yang kekal, yang menjelma jadi manusia 100%.

  • Yang Telah Mati dan Hidup

Jika Yesus tetap jadi Allah yang kekal maka Dia tidak bisa menebus kita, sebab harus ada korban darah yang sempurna untuk merebut kita dari tangan Iblis. Yesus harus jadi manusia. Dalam keadaan sebagai manusia Yesus rela korbankan diri-Nya: mati, dikubur, tetapi kemudian bangkit dan hidup. Ini membuktikan bahwa Yesus adalah Allah.

Kesimpulan:  Pengikut Yesus Sejati adalah orang yang tetap mengaku Yesus adalah Allah, walaupun harus menderita/ mati syahid. Kita harus tetap percaya bahwa Dia Allah sekalipun nyawa kita taruhannya. Inilah yang juga dialami oleh Stefanus, Kisah (7:54-60.)

  1. Kualitas Jemaat Smirna

Jemaat Smirna adalah tipikal pengikut Yesus yang sejati.

Wahyu 2:9 “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu namun engkau kaya dan fitnah mereka, yg menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebalik-nya mereka adalah Jemaah Iblis.”

  • Aku Tahu Kesusahanmu dan Kemiskinanmu

Allah mengerti keadaan kita dan ingin lihat sejauh mana kesetiaan kita. Jangan jadi jemaat yang cengeng, yang cepat meninggalkan Tuhan ketika alami penderitaan. Tetaplah mengikut Yesus ketika penderitaan itu datang karena saat itu sebenarnya kita sedang mempersembahkan korban yang menyenangkan hati-Nya. Sebuah video tentang kaum Yazidi, kaum Kristen di Irak, mereka hidup ditengah aniaya ISIS, banyak yang dibunuh, wanita dan anak-anak dijual di pasar budak, sungguh suatu kondisi yang mengerikan. Namun mereka tetap tidak mau melepas iman kepada Yesus sekalipun harus mati.

Video lain tentang iman orang percaya di Cina. Mereka harus melakukan perjalanan selama 13 jam menggunakan kereta hanya untuk mengikuti pertemuan orang percaya, mereka betah mendengar Firman Tuhan selama 3 hari di sebuah ruangan kecil berlantai kayu mirip apartemen. 18 dari 22 orang yang hadir pernah merasakan dipenjara karena iman kepada Yesus. Namun penderitaan itu tidak membuat mereka kecewa dan meninggalkan Tuhan.

 

Demikian halnya Jemaat Smirna yang tetap setia mengikut Yesus bukan saja pada waktu diberkati tetapi juga saat dalam penderitaan. Seolah apa yang mereka alami tidak berdampak kepada mereka.

  • Namun Engkau Kaya

Ini adalah pujian Yesus kepada Jemaat Smirna yang memberi kita pelajaran bahwa penilaian Tuhan berbeda dengan manusia. Manusia menilai kekayaan dari materi yang dimiliki sedangkan Allah menilai kekayaan seseorang dari kesetiaannya untuk tetap mengiring Yesus sekalipun menderita. Dalam penilaian Allah jemaat Smirna adalah jemaat yang kaya secara rohani.

  1. Tentang Penganiayaan

Wahyu 2:9

“Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu namun engkau kaya dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah  Jemaah Iblis.

Penganiaya Pengikut Yesus

  • Mereka melakukan aniaya terhadap orang percaya dengan cara memfitnah. Yesus difitnah di pengadilan sehingga kemudian disalib. Hal ini juga dialami oleh pengikut Yesus saat ini.
  • Mereka menganiaya dengan menggunakan dalih membela agama atau beribadah kepada Tuhan. Mereka mengaku diri sebagai jemaah Allah. Namun menurut penilaian Tuhan mereka dikatakan adalah jemaah Iblis! Ciri pengikut Yesus adalah kasih dan bukanlah seorang penganiaya.
  1. Tidak Semua Alami Penganiayaan

Wahyu 2:10 “Jangan takut  terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

 

Firman Allah berkata: “Iblis akan melemparkan beberapa orang di antaramu (jemaat)”

Ayat ini menjelaskan bahwa tidak semua jemaat alami aniaya, bahkan kita tidak bisa minta karena jumlah orang yang dianiaya telah ditetapkan Tuhan! (Wahyu 6:9-11).

  1. Yesus Puji Jemaat Smirna

Yesus puji jemaat Smirna,  karena :

a) Memiliki iman yang kuat

Jemaat Smirna menjadi kaum minoritas di tengah-tengah orang yang menolak Yesus. Mereka mengalami kesulitan dan tekanan dengan begitu rupa, tapi jemaat Smirna tetap berani mengaku sebagai pengikut Yesus dan bahkan memberitakan/ menyaksikan Yesus kepada mereka yang menolak. Inilah yang membuat Jemaat Smirna dipuji oleh Yesus. Iblis merasa terancam bahkan gemetar ketika umat Tuhan memiliki iman yang militan, dimana tetap percaya kepada Yesus sekalipun berada dalam kondisi teraniaya.

b) Ketaatan Jemaat Kepada Yesus

Jemaat Smirna begitu setia kepada Tuhan. Tidak berkompromi dengan penganiaya yang ajak mereka menyangkal Yesus. Ini menunjukkan kemurnian iman.

c) Difitnah Karena Yesus

Jemaat Smirna dianiaya oleh para penyiksa yang menyangkal Yesus sebagai Allah. Mereka dianggap “Tidak Memiliki Tuhan” yang benar, karena jemaat Smirna menyembah Yesus.  Tapi ini pun tidak menggoyahkan kesetiaan mereka.

Kesimpulan

Seorang pengikut Yesus sejati akan tetap setia sekalipun harus menderita. Dari Jemaat Smirna kita belajar berprinsip bahwa percaya kepada Yesus artinya percaya kepada satu-satunya Tuhan yang benar, sehingga sekalipun mengalami penderitaan atau bahkan penganiayaan yang berat kita dapat tetap berkata sekali Yesus tetap Yesus!

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s