Rela Menderita Bagi Kristus (seri pengikut Yesus yang sejati) – Oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 30 Juli 2017)

Wahyu 2:10-11

PENDAHULUAN

Zaman sekarang sudah begitu banyak berkembang ajaran Theologi Kemakmuran. Mereka mengajarkan bahwa para pengikut Yesus adalah orang-orang yang dilimpahi berkat, bebas dari penderitaan. Mereka mengumpulkan orang untuk mengkhotbahkan hal-hal yang menyenangkan. Inilah jemaat yang gatal telinga. Mereka mengkatupkan mulut para pengkhotbah agar mengkhotbahkan apa yang mereka inginkan dan tidak membahas soal dosa serta hal-hal yang menyinggung. Namun sesungguhnya pengikut Yesus Sejati adalah orang percaya yang bersedia menanggung penderitaan karena Yesus. Sebab Yesus berkata dalam Matius 24, orang percaya akan disiksa, dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena namaNya. Tidak ada pilihan lain, semua orang percaya akan alami penderitaan. Yohanes 16:33btetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Para Rasul dalam Kisah 14:22 mengajarkan agar menguatkan hati dan menasihati, supaya bertekun di dalam iman, dan mengatakan: bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak kesengsaraan (persecution). Inilah yang menjadi tantangan yang akan dialami oleh orang percaya, begitu menakutkan. Semua orang alami penderitaan, tetapi tidak semua alami syahid.

TIDAK SEMUA ALAMI SYAHID

Dalam Wahyu 2:10, Yesus katakan kepada jemaat Smirna, apabila kita ingin menjadi pengikut Yesus, kita harus bersedia menanggung penderitaan; siksaan atau aniaya. Tetapi, tidak semua pengikut Yesus akan mati syahid. Tetapi perlu untuk tetap setia dalam segala keadaan dalam hidup kita. Contohnya kematian para rasul, tidak semua alami syahid. Ada yang meninggal dalam usia senja dan tidak alami aniaya.

KEMATIAN PARA RASUL YESUS

  • Matius, meninggal karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia.
  • Markus, meninggal di Alexandria (Mesir) diseret hidup-hidup dengan kuda di jalan berbatu-batu sampai mati.
  • Lukas, Lukas mati syahid di Yunani dengan cara digantung, setelah ia berkhotbah kepada orang-orang yang belum mengenal Yesus.
  • Yohanes, dimasukkan dalam minyak mendidih di Roma, tapi Yohanes tidak alami cidera. Kemudian Yohanes dibuang ke pulau Patmos untuk kerja paksa. Di pulau Patmos-lah Tuhan memberi kepada Yohanes wahyu tentang akhir zaman. Saat Yohanes dibebaskan, ia menjadi gembala di Edessa (Turki).
  • Petrus, disalib dengan kepala di bawah dan kaki di atas, sebab Petrus merasa tidak layak disalib sama seperti Yesus.
  • Yakobus, gembala di Yerusalem. Yakobus mati syahid setelah dilempar dari bubungan Bait Allah.
  • Yakobus, anak Zabedeus saudara Yohanes, meninggal dengan cara dipenggal kepalanya oleh Herodes.
  • Bartolomeus (Natanael), mati syahid di Armenia setelah dihukum cambuk sampai seluruh kulitnya terkelupas dan hancur.
  • Andreas, disalib di Yunani, selama disalib Andreas terus menerus dicambuk. Murid Andreas bersaksi, sebelum Andreas mati, ia berkata: “Ternyata keinginan dan cita-citaku terkabul, di mana aku bisa turut merasakan penderitaan yang Yesus alami.”
  • Paulus, kepalanya dipenggal oleh kaisar Nero pada tahun 67. Paulus adalah rasul yang paling banyak alami siksaan karena bersaksi tentang Yesus. Di penjara ia menulis banyak surat kepada jemaat. 27 kitab Perjanjian Baru, 14 di antaranya ditulis oleh Paulus.

 

PEMBUKAAN METERAI V

Wahyu 6:9-1, dalam ayat ini para pengikut Yesus yang alami aniaya, menanyakan pembalasan atas aniaya yang mereka alami. Dituliskan bahwa Yohanes melihat di bawah mezbah, jiwa-jiwa yang mati syahid, antara lain para rasul dan pengikut Yesus yang dibunuh, karena mereka setia kepada firman Allah dan kesaksian Yesus. Dengan suara nyaring mereka berseru-seru menuntut pembalasan Tuhan atas para penganiaya. Mereka berkata: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi (para penganiaya)?” Jawaban Yesus, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayanan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.”

Melihat waktu aniaya dari peta zaman, antikris akan memerintah 3,5 tahun dan berakhir saat kedatangan Yesus kedua kali. Sedang Gereja sempurna akan memerintah selama 1000 tahun di muka bumi. Dari peta zaman kita mengerti bahwa sekarang gereja Tuhan sudah masuk di pintu materai ke 5 yang akan terjadi secara global. Tidak ada yang tahu berapa lama rentang waktu penganiayan, namun puncaknya tercatat jelas dalam Wahyu 6:14. Pembalasan kepada mereka harus menunggu sampai jumlah mereka genap. Gereja sempurna akan disingkirkan dari 3,5 tahun dan gereja tidak sempurna harus alami syahid di 3,5 tahun. Saat semua sudah selesai maka inilah yang dimaksud Yesus jumlahnya sudah genap. Jadi betapa pentingnya, memahami firman Tuhan dan kuat sehingga saat masa aniaya datang kita sanggup menghadapinya. Mengapa harus ada mati syahid?

Di Bawah Mezbah

Imamat 4:7, Darah domba korban penebus dosa ditampung di bokor. Imam  membubuhkan/ memercikkan darah di tanduk-tanduk mezbah sesuai ketentuan. Sisa darah dicurahkan di bawah mezbah sebagai bagian dari korban atau upacara yang sudah dilakukan. Hal ini memberi pengertian bahwa darah para syahid Yesus, melengkapi penderitaan Yesus di salib. Kolose 1:24, ketika Paulus menderita, ia tidak mengeluh atau mengerutu karena penderitaan sebab ia memahami arti penderitaan karena Yesus dan dalam penderitaan ia justru bersukacita.Tetapi jangan salah tafsir, bukan berarti pengorbanan Yesus di atas kayu salib tidak sempurna, melainkan darah Yesus begitu sempurna menyelamatkan kita.

Oleh sebab itu, bila kita memberitakan Injil dan alami syahid sesungguhnya kita turut ambil bagian dalam penderitaan Kristus bagi jiwa-jiwa, seperti darah yang dicurahkan di bawah mezbah. Wahyu 7:9-17, para syahid Kristus mendapat posisi yang sangat istimewa di hadirat Yesus pada pertemuan raya di sorga.

Yesus Dan Para Syahid-Nya

  1. Para syahid duduk dekat dengan tahta Yesus.
  2. Melayani Yesus dengan pujian siang dan malam.
  3. Dari tahta-Nya, Yesus bentangkan kemah-Nya atas para syahid.
  4. Menuntun para martyr ke mata air hidup dan menghibur.

Setialah sampai akhir dan apapun keadaan yang sedang kita alami sekarang. Sekali Yesus tetap Yesus !!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Rela Menderita Bagi Kristus (seri pengikut Yesus yang sejati) – Oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 30 Juli 2017)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s