MENGHAMPIRI ALLAH DENGAN IMAN, oleh Pdt. Paulus Hendrawan – JAKARTA (IBADAH RAYA I – Minggu, 13 Agustus 2017)

Ibrani 11:6

Dalam Ibrani 11:6, tanpa iman seseorang tidak berkenan kepada Allah. Iman adalah dasar untuk seseorang datang kepada Tuhan. Dengan iman seseorang berkenan kepada Allah. Kata “BERKENAN” mengandung arti suka atau setuju. Jadi  seseorang yang datang kepada Allah dengan iman, setuju dengan Allah. Perlu diketahui bahwa untuk datang kepada Allah, tidak seperti datang kepada manusia. Kita dapat datang kepada seseorang dengan penampilan terbaik dan mereka tidak akan tahu kondisi hati kita. Berbeda saat datang kepada Allah, sebab Allah memang berbeda dengan manusia, Allah mengetahui segala sesuatu bahkan hal-hal yang tidak terlihat oleh manusia secara kasat mata.

Sebuah contoh dalam 1 Samuel 16, saat itu Tuhan menyuruh Samuel untuk mengurapi salah satu dari anak Isai yang berjumlah 8 orang. Di mulai dari anak tertua, yang secara fisik cakep dan cocok untuk menjadi pemimpin pengganti Saul. Tetapi Tuhan berkata kepada Nabi Samuel “Bukan dia”. Maka majulah anak kedua sampai anak ke tujuh dan semuanya ditolak oleh Tuhan. Samuel memandang ketujuh anak Isai baik dan ia begitu yakin bahwa salah satu dari merekalah yang Tuhan tetapkan menjadi pemimpin, tetapi Tuhan berkata “Bukan dia”. Mengapa Allah tidak sependapat dengan Samuel? 1 Samuel 16:7 – sebab manusia melihat yang didepan mata, tetapi Allah melihat hati.

Jadi berbeda apa yang dipandang manusia dan yang dipandang oleh Allah. Gembala dan hamba-hamba Tuhan yang ada di gereja pun demikian, mereka terbatas melihat kebutuhan jemaat, melihat pergumulan dan permasalah yang dihadapi oleh jemaat. Tetapi Tuhan melihat melihat semuanya itu. Oleh sebab itu, saat kita datang kepada Tuhan dalam jam-jam Ibadah, datanglah dengan hati yang bersungguh-sungguh meskipun saat duduk beribadah, orang-orang yang berada dekat dengan kita tidak mengetahuinya tetaplah datang dengan percaya/iman.

Sebuah contoh dalam Markus 2:3-5, ada seorang lumpuh yang digotong oleh 4 orang temannya dengan tilam. Tetapi berhubung karena banyaknya orang yang datang kepada Yesus. Mereka tidak putus asa dan mengambil jalan lain yaitu lewat atap rumah dan membuka atap sebagai upaya untuk membawa teman mereka yang lumpuh kepada Yesus. Karena keempat orang tersebut begitu percaya dan yakin bahwa Yesus sanggup menyembuhkan. Meskipun cara mereka secara etika kurang baik sebab berani lewat atap, Yesus tidak memperhatikan cara mereka. Tetapi Yesus melihat ada yang ada didalam diri mereka yaitu iman. Karena iman seseorang berusaha mengerjakan hal-hal yang aneh. Iman berkerja dengan perbuatan, hanya saja perbuatan oleh kerena iman terkadang bertentangan dengan logika manusia. Namun seseorang yang datang kepada Tuhan dengan iman dihargai oleh Yesus.  Dengan iman seseorang berkenan kepada Allah, Allah setuju dengan orang yang datang dengan iman.

BERPALING KEPADA ALLAH

Ibrani 11:6 – Kata “BERPALING” dalam terjemahan lain ditulikan MENGHAMPIRI. Dan mereka yang menghampiri Allah harus percaya bahwa Allah ada. Matius 18:20, dimana dua atu tiga orang berkumpul, disana Tuhan hadir. Yohanes 4:24, Allah hadir dalam himpunan ibadah meskipun tidak tampak secara kasat mata sebab Allah adalah Roh. Yohanes 20:29, berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya. Kehadiran Allah adalah bagi mereka yang berbahagia karena percaya bahwa Allah ada.

Tata cara ibadah zaman perjanjian lama berbeda dengan ibadah yang ada di zaman modern. Zaman dahulu tidak sembarangan orang dapat datang kepada Allah, tetapi sekarang bisa datang seenak mereka. Keluaran 19:10-13, untuk umat berjumpa dengan Allah harus ada persiapan. Allah menginginkan bahwa setiap orang yang datang kepadaNya bukan datang dengan sembarangan, seperti bangsa Israel saat bersiap pergi ke gunung Sinai, mereka harus menguduskan diri. Bangsa Israel pun tidak diijinkan Allah untuk naik ke gunung Sinai dan menikmati kemuliaanNya. Ada pembatas atau tali agar Israel tidak mendekat. Inilah kekudusan Allah dan kebesaran Allah. Lalu mengapa sekarang kita leluasa untuk dapat menghampiri Allah? Ibrani 10:19, oleh Darah Yesuslah kita dengan leluasa menghampiri Allah, tanpa penyekat/batasan layaknya bangsa Israel. Hanya oleh Yesuslah, seseorang berani datang menghampiri Allah. Ibrani 10:22, datanglah kepada Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan dengan iman yang teguh, kuat dan sungguh-sungguh.

Contoh seorang wanita Siro Fenisia yang ditolak oleh Yesus, Matius 15:22-25. Ketika wanita tersebut mengetahui bahwa ia tidak diterima, secara manusia ia menjadi kecewa dan pergi meninggalkan Yesus. Tetapi wanita tersebut tetap mendekat dan menyembah kepada Yesus. Maka Yesus menjawab kebutuhan wanita tersebut. Sering kali hal-hal sepele melunturkan iman seseorang, namun seperti wanita yang datang kepada Yesus, meskipun ditolak, ia tetap datang kepada Yesus dan tidak kecewa bahkan sakit hati.

Kiranya kita datang kepada Tuhan dengan iman dan kesungguhan, maka berkat Allah pasti menjadi bagian kita. Bahkan dalam segala keadaan Tuhan pasti nyatakan kuasa-Nya.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s