AMAZING CALLING seri 2 (PANGGILAN YANG LUAR BIASA) – oleh Ps. Erik Klar – Australia (IBADAH RAYA Sore – Minggu, 20 Agustus 2017)

Yesaya 6:7-8

 

Kita tahu bahwa sesuatu yang datang dari Tuhan dapat membawa perubahan dan itulah yang disebut kemuliaan TUHAN. Melanjutkan pembahasan kebenaran Firman Tuhan seri 1, TUHAN bertanya kepada Yesaya tentang siapakah yang akan diutus olehNya? Ini juga dapat diartikan, siapakah yang mau berbicara demi namaNya? Dan kemudian kita tahu bahwa nabi Yesaya memberikan jawaban “Ini aku, utuslah aku..”

Saya percaya setiap jemaat Tuhan yang hadir memiliki hati untuk panggilan itu. Sampai saat sekarang pun Allah masih mencari dan juga memberikan pertanyaan yang sama “siapakah yang akan Ku utus?” Siapakah yang mau pergi untuk Aku? Allah sedang mencari sikap hati dari yang mau berkata “TUHAN ini aku, utuslah aku, untuk dunia yang terhilang, untuk kotaku agar mereka mengenal Yesus.”

Ketika Allah sudah mengutus maka kita akan dibawa memasuki sesuatu yang baru. Kita akan menjalani perjalanan yang belum pernah kita jalani sebelumnya, dan yang belum pernah kita lihat.  Selama 2 tahun terakhir Gereja Mahanaim memiliki tema “Tahun penginjillan”  dan tentu kita sudah berbicara dan belajar banyak hal tentang penginjilan. Tuhan ingin memberi kita cara-cara atau metode baru untuk menginjili kota ini supaya kota ini dapat menerima Yesus. Sesungguhnya  kota ini adalah miliki Tuhan Yesus. Yesus sudah membayar harga bagi kota ini, tentu saja yang dimaksud bukan tanahnya melainkan jiwa-jiwanya. Dia telah bayar itu di kayu salib karena itu kota ini menjadi  milikNya.

Saya ingin sampaikan sesuatu yang provetik bagi gereja ini untuk bergerak maju dan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan.  Jalan yang baru itu akan terlihat berbahaya ketika kita tidak tahu kondisi jalannya. Seperti Tuhan mengutus kami untuk melayani jiwa di Thailand dan jalan yang baru yang kami lalui adalah jalan yang berbahaya, rasanya tidak nyaman karena banyak hal baru yang belum kami ketahui. Di jalan yang baru ini kita harus belajar dan kadang memaksa kita untuk membuka pikiran kita.

Kita melihat tayangan video tentang jalan baru di pegunungan Himalaya. Di sini kita dapat melihat bahwa jalan baru adalah jalan yang berbahaya dan ada ketidaknyamanan melewati jalan ini. Jalan yang baru ini juga dikatakan oleh Alkitab tepatnya dalam Yes 43:18-21.

  1. Jangan ingat hal-hal yang dahulu (Yes 43:18)

Bukan berarti kita tidak boleh belajar dari apa yang terjadi dimasa lalu, bukan juga kita tidak boleh merayakan apa yang pernah terjadi seperti kita merayakan ulang tahun Gereja kita, tapi yang dimaksud ayat ini adalah kita tidak hidup di masa lalu dan tidak perlu terus-menerus terikat atau terpaku dengan metode atau cara yang sudah kita lakukan dimasa lalu. Jangan lagi kita memandang ke masa lalu, sebab Gereja Mahanaim sudah berjalan selama 28 Tahun karena  kita masuk ke jalan yang baru dan itu artinya kita bisa maju lebih jauh lagi. TUHAN berkata ada jalan baru yang sudah disiapkan bagi kita. Kalau kita terus melihat ke masa lalu maka kita akan terus dengan cara yang lama dan kita tidak mengijinkan pembaharuan. Paulus berkata dalam Filipi 3:13 “…Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku”. Paulus adalah orang yang dipakai Tuhan menulis banyak surat dalam  perjanjian baru  namun ia berkata belum sempurna dalam pencapaiannya dan ia melanjutkan dengan berkata ada satu hal yang akan dia lakukan yaitu melupakan apa yang di belakang dan meraih apa yang ada didepannya. Paulus sudah menjalani pertandingannya tapi ia sadar masih ada hal yang perlu dimenangkan, karena dia belum sampai kepada tujuan akhirnya. Begitupun kepada gereja ini Tuhan bicara, “Engkau sudah berjalan begitu lama dan tangan belas kasihanKu serta tangan kebaikan dan AnugrahKu, sudah AKu tujukkan kepadamu tapi ada sesuatu yang lebih yang sudah Aku siapkan bagi gereja ini.” Karena itu kita harus punya hati untuk mau maju, sebab  ada langit yang terbuka untuk kota ini dan kalau kita mau melangkah ke depan maka kita akan melihat tangan Tuhan tertumpang atas kita dan Tuhan bergerak untuk menyelamatkan kota ini.

  1. Berusaha untuk mendapatkan yang baru (Yes 43:19)

Kata “lihatlah” berarti ada sesuatu yang penting, kita harus berhenti dan bersiap untuk apa yang akan Tuhan katakan atau tunjukkan. Tuhan ingin mengerjakan sesuatu yang baru dan biarlah itu masuk sampai kedalam roh kita. Mungkin kita belum melihat sesuatu di jalan yang baru itu tapi nanti diakhir dari jalan itu telah tersedia berkat, ada buah-buah dan ada mujizat dimana terjadi keselamatan jiwa-jiwa. Iblis akan lari sedangkan orang yang tadinya terikat akan dilepaskan dan diselamatkan. Lihatlah sesuatu yang baru itu sekarang sudah tumbuh! Dan ketika pertumbuhan itu datang kita harus siap. Janganlah menolak jalan yang baru itu, seperti mengeluh ketika ada metode atau program baru, sebaliknya kita harus antusias untuk belajar karena itu bisa jadi adalah jalan yang baru untuk menjangkau jiwa. Jangan pernah menunda dengan alasan belum siap karena sesungguhnya kita tidak akan pernah siap dengan apa yang Tuhan ingin kita kerjakan. Tuhan hanya ingin kita mempercayaiNya bahwa kita harus melalui jalan yang baru itu bukan karena kita mampu melainkan Tuhanlah yang memampukan kita untuk melaluinya.

Saya percaya sesuatu yang baru itu sudah tumbuh malam ini. Kita harus pastikan diri kita setia dan berkomitmen untuk menjangkau kota ini bagi Yesus, karena ada pengurapan Tuhan atas generasi kita dan juga atas gereja ini untuk dapat menjangkau kota. Doa jemaat untuk kebangunan Rohani bagi kota ini sudah didengar. Sekarang kita perlu bangkit dan menjalani jalan yang baru itu. Tuhan akan memanggil setiap kita untuk berjalan dijalan yang baru itu, dan inilah hati Tuhan, ini adalah panggilan Ilahi itu, siapkan dirimu untuk jalan yang baru.

Tuhan suka melakukan sesuatu yang baru. Bahkan sesuatu yang kecil sekalipun. Coba kita bayangkan bagaimana kita berbahagia ketika anak kita mulai dapat melakukan sesuatu yang baru sekalipun itu adalah hal yang kecil. Demikianlah Bapa kita di Sorga senang melihat kita mengerjakan sesuatu yang baru, bahkan Dia akan merayakannya. Menjalani sesuatu yang baru bukanlah hal yang nyaman tapi jangan takut pada kondisi seperti itu. Jangan takut karena tidak tahu bagaimana mengendalikannya, justru di jalan yang barulah kita akan dibentuk.

Tuhan berkata ada sungai di padang gurun dan sungai ini berbicara tentang pemenuhan kebutuhan kita, kemana sungai mengalir maka ada kehidupan. Ke tempat dimana tidak ada air, tidak ada kehidupan, dimana ada kekeringan dan kematian Tuhan berkata “lihatlah Aku menbuat jalan yang baru dan Aku membuat sungai mengalir”. Kemana sungai itu mengalir itu merupakan pemenuhan kebutuhan kita dan kebutuhan kita adalah untuk melayani Dia. Tuhan mengerjakan sesuatu yang baru dalam hidup kita bukan untuk kita nikmati sendiri. Kerinduan Allah adalah memakai kita untuk menggenapi rencanaNya bagi gereja dan kota ini. Ini waktunya untuk maju dan melihat kota ini diselamatkan bagi Yesus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s