JEMAAT PERGAMUS (seri Khotbah Pengikut Yesus Yang Sejati) – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,2 – Minggu, 27 Agustus 2017)

Wahyu 2:12

“Dan tuliskanlah kepada jemaat Tuhan di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.”

PENDAHULUAN

Keadaan Jemaat di Pergamus menggambarkan keadaan gereja atau jemaat pada abad ke 3 sampai abad ke 6 yaitu sekitar tahun 216 – 500 Masehi. Keadaan Jemaat Pergamus menggambarkan gereja atau  jemaat yang kacau. Yang dimaksud kacau bukan soal manajemen atau tatanan pelayanan tapi yang dimaksud adalah kekeristenan telah dicampur adukan dengan ajaran di luar Kristus. Tidak menutup kemungkinan kekacauan ini kembali terjadi pada Gereja di zaman dimana kita hidup sehingga Gereja atau pengikut Kristus, tidak lagi mendasarkan imannya pada firman Allah sebagai satu-satunya dasar yang benar. Jemaat pergamus telah mencampur-adukan iman kepada Yesus dan firman Allah dengan iman kepada berhala dan ajaran agama lain inilah yang disebut perzinahan rohani.

Kesimpulan

Di mata Tuhan Yesus, pengikut  Yesus pada masa itu, bukanlah “Pengikut Yesus Yang Sejati”. Ketika mencampur-adukan iman kepada Yesus dengan agama lain maka kita menjadi tercemar dan tidak murni lagi dalam pandangan Tuhan.

PENGIKUT YESUS ADONAN MURNI (TANPA CAMPURAN)

Pengikut Yesus digambarkan seperti Adonan yang murni.

1 Korintus 5:7 “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”

Dihadapan Yesus, anak Tuhan seperti adonan murni yang tidak beragi. Ini bukan karena perbuatan baik kita melainkan karena iman kita  terhadap pekerjaan penyucian yang dikerjakan Yesus lewat kematianNya di kayu salib.

 

1 Korintus 5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi,   yaitu kemurnian dan kebenaran.”

Kehidupan kekristenan tidak lagi membawa ragi lama yaitu kejahatan melainkan roti yang tidak beragi yaitu kemurnian dan kebenaran. Saat kita alami perjumpaan dengan Yesus maka hidup kita yang tercemar dosa disucikan seperti adonan yang baru tanpa ragi. Kita menjadi kudus dan benar.

D O S A

Ragi menggambarkan dosa. Dalam I Korintus 5:7,8 pengikut Yesus yang sejati seperti:

(1) Adonan baru tanpa ragi

(2) Roti yang tidak beragi

PERAYAAN PASKAH

Rasul Paulus menggambarkan kemurnian Pengikut Yesus Sejati dikaitkan dengan cara perayaan paskah yang dilakukan oleh bangsa Israel. Bangsa Israel merayakan paskah secara simbolik. Sebab Paskah sejati adalah Paskah yang Yesus kerjakan di atas kayu salib, dimana Yesus memberi hidup-Nya sebagai korban bagi umat manusia. Inilah Paskah yang memurnikan hidup kita.

Keluaran 12:1-17.

Penjelasan Gambar :

Bangsa Israel merayakan Paskah yang pertama supaya mereka dibebaskan dari penjajahan mesir dan Firaun. Allah memerintahkan mereka pada tanggal 10 bulan pertama agar setiap kepala keluarga mengambil Domba yang berusia satu tahun dan tidak boleh bercacat, kemudian disimpan selama empat hari yaitu sampai tanggal 14. Di hari ke 14 inilah Paskah bagi mereka, dimana mereka melakukan ketentuan yang sudah diwajibkan oleh Allah. Domba yang sudah disimpan itu harus disembelih pada petang hari dimana dapat kita hubungkan dengan Yesus yang juga disalib pada petang hari. Setelah darah domba itu dioleskan di tiang dan ambang pintu rumah maka Domba itu kemudian diolah dengan cara dibakar ini juga gambaran dari penderitaan Yesus di kayu salib untuk memurnikan kita. Daging domba harus dimakan dengan gulai yang pahit dengan pinggang terikat dan dengan buru-buru. Secara turun temurun inilah yang disebut paskah.

Tapi Paskah tidak hanya berhenti sampai disitu, mereka harus melanjutkan dengan hari raya roti tidak beragi. Mereka tidak boleh menyimpan ragi dalam rumah mereka, tidak boleh menyentuh ragi apalagi memakannya. Ini dilakukan selama 7 hari (tanggal 15-21). Setelah itu barulah mereka boleh memakan ragi sampai perayaan Paskah di tahun berikutnya. Ini hanyalah simbolik dari Paskah sesungguhnya.

S I M B O L I K

Israel merayakan Paskah secara simbolik (gambaran) dari Paskah yang Rohani dan Sejati, yaitu Korban “darah” Yesus, Anak Domba Allah, yang mahal harganya, yang telah menyucikan kita (1 Petrus 1:19). Jangan lagi cemari hidup kita dengan dosa.

Penjelasan Gambar :

Orang Israel memakan daging sebagai tanda mereka menerima korban itu, sedangkan bagi kita paskah rohani adalah sikap iman dan hati kita ketika kita menerima karya Yesus di kayu salib. Seperti yang Yesus ajarkan ketika melakukan perjamuan suci. Saat kita melakukan perjamuan suci kita memperbaharui sikap kita dalam menerima korbanNya yang telah menyucikan kita.

Bangsa Israel dibebaskan dari jajahan mesir oleh korban anak domba tapi kita dibebaskan dari dosa bahkan dari maut oleh kematian Yesus. Setelah Paskah orang Israel tidak menyentuh ragi hanya selama 7 hari tapi bagi kita yang sudah disucikan maka kewajiban kita untuk jangan membiarkan dicemari lagi oleh ragi dosa apapun. Kita bebas dari ragi dosa di masa lalu maupun ragi kecemaran dan kejahatan.

Iblis menebar ragi agar kita tercemar. Iblis dengan anak panah berapi dapat menyerang dimana saja termasuk di gereja, ketika kita membiarkan diri kita membenci sesama kita maka itu artinya kita sudah terkena ragi iblis. Supaya tetap jadi adonan yang murni maka kita harus menjaga hati kita untuk tetap berlaku baik sekalipun ada hal-hal yang menyakiti hati kita.

  • Ragi Yang Lama; Ragi Keburukan dan Kejahatan, 1 Korintus 5:8.

Ragi Yang Lama berbicara tentang Dosa dan kebiasaan jahat dimasa lalu kita.

YESUS PENGGENAPAN PASKAH

Penjelasan Gambar :

Semua manusia sudah jatuh kedalam dosa dan kalau kita terus ada di posisi ini sampai ajal menjemput maka kita akan masuk neraka. Hanya satu cara untuk membebaskan kita yaitu oleh paskah yang sejati, berbicara pengorbanan Yesus. Dan setelah kita lahir baru maka tanggung jawab kita harus hidup tanpa ragi baik ragi yang lama (sifat lama) maupun ragi keburukan dan kejahatan. Kita harus membaharui sikap hati kita dalam menerima Yesus agar kita tetap didapati murni.

PERGAMUS

Pergamus adalah sebuah kota kecil di Asia Minor, di kota ini orang mulai pakai kulit binatang (Perkamen) sebagai media tulis. Dari kata Pergamus orang mengenal kata “Perkamen” yang artinya: Alat untuk menulis.

ARTI PERGAMUS

Pergamus artinya: “Perkawinan”, yaitu perkawinan antara ajaran Kristus dengan ajaran agama-agama. Sebelum Injil sampai di Pergamus, penduduk Pergamus telah mengenal dua macam penyembahan:

  • Ajaran dan penyembahan kepada illah-illah (berhala) Babel.
  • Penyembahan kepada illah obat-obatan dengan lambang ular.

U L A R  

Ular adalah lambang atau gambaran Iblis. Menurut Firman Allah salah satu dari 12 anak Yakub bernama “Dan” artinya “ular” (Kejadian 49:16,17).

 

“Adapun Dan, ia akan mengadili bangsanya sebagai salah satu suku Israel. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di Denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.”

 

Dalam Wahyu 14:1-8, nama “Dan” akhirnya dihapus dari 12 suku Israel, dan hal ini artinya sama dengan dengan nama “Dan” dihapus dari kitab kehidupan.

DOSA MASA LALU DAN KEJAHATAN

Sebagai adonan atau roti, kita tidak boleh menyimpan ragi yang lama, yaitu dosa masa lalu dan ragi kejahatan dan keburukan yaitu dosa-dosa yang Iblis tebar di akhir zaman. Apalagi dosa perzinahan rohani yaitu penyembahan berhala; ajaran leluhur serta ajaran agama-agama di luar Kristus. Kalau hal itu ada di dalam diri kita Yesus tidak akan segan menghapus nama kita dari Kitab Kehidupan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s