PEDANG YANG TAJAM dan BERMATA DUA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 3 September 2017)

Wahyu 2:12

 

PENDAHULUAN

Jemaat atau anak-anak Tuhan di Pergamus hidup di tengah-tengah kota yang dapat dikatakan sebagai kota tergelap dari semua kota jajahan Roma. Kegelapan yang dimaksud adalah hampir seluruh penduduk kota Pergamus adalah penyembah Iblis atau roh-roh Iblis.

Dalam Wahyu 2:13 dikatakan bahwa jemaat Pergamus diam di tempat Iblis bertakhta (memerintah) menguasai kota.  Namun demikian masyarakat Pergamus (para penyembah Iblis) tidak keberatan jika pengikut Yesus beribadah dan melayani Tuhan. Mereka bahkan mengijinkan orang kristen mendirikan gereja untuk beribadah, namun sebenarnya mereka menggunakan taktik untuk mempengaruhi pengikut Yesus dengan cara mencampurkan ajaran kristen dengan ajaran-ajaran sesat. Sehingga disatu sisi percaya kepada Yesus tetapi juga sekaligus megikuti ajaran-ajaran sesat termasuk ajaran nenek moyang. Ini merupakan perzinahan rohani seperti menikahkan pengikut Kristus dengan dewa-dewa bangsa Roma, yaitu dengan memasukkan ajaran-ajaran “pagan”, sama halnya dengan ajaran Bileam dan Nikolaus. (Wahyu 2:14)

CARA YESUS PERKENALKAN DIRI

Kita sudah belajar bagaimana dengan indah Yesus memperkenalkan diri kepada Jemaat sebelumnya. Tetapi kepada Jemaat di Pergamus Yesus memperkenalkan diri sebagai Seorang yang memegang pedang yang tajam dan bermata dua.

Wahyu 2:12 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah Firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.”

PEDANG BERMATA DUA

Secara umum pedang bermata dua dapat diartikan :

  1. Firman Allah bukan hanya bagi Jemaat

Firman bukan disampaikan hanya kepada jemaat atau si pendengar saja tetapi juga pengkhotbah yang menyampaikannya. Firman Allah akan membersihkan bukan hanya jemaat tetapi juga pengkhotbah/pemberita firman Allah.

  1. Firman Allah Disambut/ Diterima

Ketika Firman Allah disampaikan dan kita membuka hati untuk menerimanya maka Firman Allah akan membersihkan kita dari dosa yang membinasakan kita sehingga kita seperti carang yang bersih; suci; berbuah; berkenan, seperti yang tertulis dalam Yohanes 15:3. Saat kita beribadah maka kita sedang membawa diri dan mengijinkan Tuhan membersihkan kita dengan Firman-Nya. Kehendak Tuhan adalah kita menerima FirmanNya sehingga kita bertumbuh dan mencapai puncaknya yaitu menjadi “Gereja Sempurna”. Sebaliknya apabila seseorang mendengar Firman tetapi kemudian menolak Firman Allah maka Firman/ Pedang yang membersihkan dan menguduskan itu akan datang dengan sisi yang lain. Akan tiba saatnya Yesus menggunakan sisi mata pedang lain yaitu untuk membinasakan. Artinya Firman Allah yang keluar dari diri Yesus, tidak lagi sebagai pedang yang: menyucikan; membenarkan dan menyelamatkan, melainkan menjadi  kematian.

Wahyu 21:8

“Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pedusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.

 

Dalam ayat ini dituliskan orang-orang yang akan alami kebinasaan atau kematian kedua, yaitu :

Orang Penakut :     

Takut Mengakui iman kepada Yesus karena konsekuensi yang akan dihadapi.

Tidak percaya :     

Sudah dengar Firman Allah tapi tetap menolak Yesus

Orang Keji :     

Orang yang melakukan dosa keji seperti LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender)

Pembunuh:     

Bukan hanya fisik tapi juga membunuh iman dengan kata-kata

Orang sundal:     

Bersundal dengan alasan apapun

Tukang sihir:     

Jimat-jimat, susuk, pergi ke dukun dan lain-lain

Penyembah berhala:     

Masih datang kepada rumah berhala, mengikuti ritual-ritual

Pendusta :     

Tidak berkata jujur

Kalau kita terus menerus mengeraskan hati terhadap Firman Allah maka kita akan dibinasakan oleh Firman Allah.

GEREJA YANG BENAR (SEHAT)

Kita harus menjadi Gereja yang sehat, dan Gereja yang  sehat serta berkenan kepada Allah adalah :

  1. Pengkhotbah tidak menyembunyikan pedang (Firman) tajam dan bermata dua.

Firman Tuhan disampaikan dengan terus terang tidak hanya berbicara tentang berkat.

  1. Jemaat tunduk (tidak melawan/ berontak) ketika pedang Allah (firman Allah) memangkas kehidupan mereka.

Jemaat bisa menerima Firman Allah sekalipun itu Firman yang keras menegur.

Jangan seperti sebuah tayangan video.

Dimana ada seorang gembala yang menuntun domba dijalan yang benar malah ditanduk oleh domba gembalaannya sampai terjatuh. Ini sama dengan gembala sidang yang penuh kasih mendidik jemaat dalam Firman Allah yang murni tetapi kemudian ada jemaat yang salah mengartikannya sehingga berbalik melawan, memberontak terhadap gembala bahkan menjelek-jelekan gembalanya.

KAPAN FIRMAN PEDANG BERMATA DUA ITU TERJADI?

  1. Saat Gereja Dewasa, (Kis. 5:1-11)

Jemaat bertumbuh dewasa dibawah pelayanan para Rasul. Mereka bahkan memberi dari harta mereka untuk pekerjaan Tuhan. Tetapi Ananias dan Safira justru bersepakat untuk tidak jujur dalam memberi. Petrus yang sedang menyampaikan Firman Allah dikuasai Roh Kudus, menerima Karunia Roh (Perkataan Pengetahuan/Marifat, 1 Korintus 12:8), Roh Kudus memberitahu tentang kebohongan Ananias dan Safira. Yang terjadi setelah itu firman Allah menegur Ananias dan Safira!!!

Sayangnya Ananias dan Safira mengeraskan hati dan menolak pedang firman Allah yang datang untuk membersihkan mereka. Mereka memilih berbohong daripada mengakui kesalahan sehingga yang mereka terima adalah Firman Allah yang membinasakan. Jangan pernah kita main-main dengan Firman Allah! Karena Ananias dan Safira menolak firman Allah (pedang yang menguduskan), seperti tertulis dalam Yohanes 15:3, Allah kemudian menggunakan mata pedang (Firman) lain yaitu mata pedang yang membinasakan mereka.

  1. Kedatangan Yesus Kedua Kali

Peristiwa saat kedatangan Yesus kedua kali :

  1. Orang percaya yang telah mati akan dibangkitkan
  2. Orang percaya yang hidup (Gereja Sempurna diubahkan) dan kita semua akan diangkat, untuk menyongsong Yesus di Angkasa, (1 Tes. 4:16,17).

Setelah itu orang-orang yang tidak percaya, yaitu orang-orang yang menolak Yesus (Firman Allah) dan  menjadi pengikut Antikristus.

Yesus akan datang kepada  mereka dengan cara:

Wahyu 19:21a  “…Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu…”

Yesus digambarkan sebagai penunggang kuda yang datang memerangi orang yang menolak Dia, dari mulutNya keluar pedang (Firman Allah). Firman Allah adalah Firman yang menyelamatkan tetapi jika kita menolak maka pada kedatangan Yesus yang kedua Firman itu akan menjadi Firman yang membinasakan.

Siapakah “orang-orang lain?” yang dimaksud dalam Wahyu 19:21a?

Mereka adalah Orang-orang yang sudah dengar firman Allah, tetapi tetap melakukan dosa-dosa yang tercatat dalam Wahyu 21:8. Firman menyembuhkan dan menyucikan tapi akan tiba saatnya jika menolak, tidak mau bertobat dan terima Yesus maka mereka akan dibunuh dengan pedang yang keluar dari mulut Yesus. Mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; yaitu Kematian Kedua atau Neraka.

JEMAAT PERGAMUS TIDAK BERKOMPROMI

Sangat luar biasa karena sebagian besar Jemaat Pergamus adalah jemaat yang tidak mau berkompromi dengan dosa; kejahatan dan ketidakbenaran sehinggga mendapat pujian dari Yesus.

Perhatikan pujian Yesus.

Wahyu 2:13 “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu.”

 

Jemaat Pergamus adalah jemaat :

  • Berpegang kepada nama Yesus
  • Tidak mau menyangkal Yesus ( tidak berkompromi).

Yesus mengangkat kisah kehidupan seorang bernama Antipas sebagai contoh. Dia adalah seorang jemaat yang dipengaruhi oleh orang Pergamus untuk melakukan “perzinahan rohani” Namun imannya tidak goyah dan tetap berpegang pada ajaran Yesus yang murni. Hal ini  menimbulkan kemarahan orang Pergamus, sehingga dia ditangkap. Dimasukkan dalam patung lembu tembaga dan kemudian dibakar dengan api. Jemaat Pergamus menyaksikan kematian Antipas yang mengerikan itu akan tetapi mereka tidak gentar, mereka tetap teguh menjaga kemurnian iman kepada Yesus sekalipun nyawa menjadi taruhan. Iman seperti ini terus hidup!

Menurut Sejarah : Ada Kisah lain tentang seorang bernama ARIUS, tahun  250 – 336 Masehi, (berusia 86 tahun).

Arius adalah seorang pejabat gereja yang gigih mempertahankan kebenaran firman  Allah. Ia tidak mau berkompromi dengan ajaran-ajaran dunia termasuk politik. Pimpinan gereja yang berkompromi dengan pemerintah menawari Arius untuk menjadi pemimpin gereja di Alexandria dengan syarat mau ikut terlibat atau berkompromi dengan politik pemerintahan. Tetapi Arius menolak tawaran itu, karena Arius mengajarkan jemaat bahwa: “Firman Allah adalah Pedang Bermata Dua!” Artinya Firman Allah harus diajarkan secara murni – tidak boleh dicampur dengan ajaran apa pun. Konsekuensi yang harus diterima Arius adalah kematian. Sahabat-sahabatnya menemukan jenazah Arius mati diracun pada saat perayaan Konstantinopel.

(Seven Churches Of Revelation – Charles F. Redeker, 1989  halaman 12).

 

TANTANGAN GEREJA DI AKHIR ZAMAN

Tantangan Gereja di akhir zaman ialah kompromistis, sehingga gereja tidak lagi memberitakan firman Allah seperti pedang bermata dua.

Hanya ada dua pilihan :

  • Beriman kepada firman Allah yang murni (sejati) kita selamat
  • Menolak; mengkompromikan firman Allah maka akan binasa!

Kenyataan yang terjadi di zaman sekarang banyak terjadi Persundalan atau  Perzinahan Rohani. Kita dapat melihat Gereja yang berkompromi dengan ajaran agama lain, ajaran setan-setan dan terlibat dalam kepentingan-kepentingan politik dunia.

Ada gereja yang mengijinkan jemaatnya ke paranormal; dukun; takhyul dan ajaran warisan yang diajarkan nenek-nenek tua,  (I Timotius 4:1-7).

Tetapi sebagai pengikut Kristus yang sejati kita harus memelihara iman kita dengan berpegang teguh pada pengajaran Firman Allah yang murni, dan tidak berkompromi dengan ajaran diluar kebenaran Firman Allah. Dengan demikian kita berkenan dalam pandangan Allah.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s