APAKAH YANG KAMU CARI? Seri – 16 oleh Pdt. K. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 10 September 2017)

Yohanes 1:39

Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Puji Tuhan, pagi hari ini kita akan melanjutkan pembahasan firman Allah dari Yohanes 1 : 35-39 dalam tema: “Apakah yang kamu cari.”  Bagian sebelumnya telah kita pelajari bahwa Tuhan Yesus menerima kehadiran dua orang murid Yohanes pembaptis dengan berkata: “Marilah dan kamu akan melihatnya.”

Perkataan ini memberikan makna, yaitu:

  1. Penerimaan Total

Tuhan Yesus menerima dua orang murid Yohanes pembaptis secara total, tanpa pernah mempertimbangkan latar belakang ataupun status mereka. Tuhan Yesus selalu menerima semua orang yang datang kepadaNya, apapun keadaannya.

  1. Undangan untuk menjadi murid.

“Marilah dan kamu akan melihatnya.” Adalah sebuah jawaban dan kepastian bahwa Tuhan Yesus menerima mereka sebagai murid-muridNya.

  1. Undangan untuk menerima dari sang guru.

Setelah mereka diterima sebagai muridNya, kini mereka siap untuk menerima dari sang guru.  Waktu mereka diundang untuk menerima pengajaranNya, hikmatNya dan kuasaNya.

  1. Undangan untuk mempercayaiNya sepenuhnya.

“Marilah dan kamu akan melihatnya” adalah undangan untuk mempercayaiNya sepenuhnya. Sebagai murid mereka akan meninggalkan keluarganya, kekayaan, pekerjaan dan semua yang dimilikinya. Sekarang mereka harus menaruh harapan dan imannya hanya kepada Yesus sebagai guru mereka.

  1. Undangan untuk menderita bersamaNYA.

Berbeda dengan rabi Yahudi yang bergelimang dengan kehormatan dan kemewahan, rabi Yesus mengundang murid-muridNya untuk menderita bersamaNya. Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

  1. Undangan untuk meneladaniNYA

CaraNya mengajar bukan saja dengan kata-kata tetapi dengan perbuatan nyata. Semua pelajaran yang diajarkan dilakukan dan dipraktekkan agar diteladani oleh murid-muridNya.

Sekarang marilah kita mempelajari bagi yang ketujuh yaitu:

  1. Undangan untuk MELIHAT YANG TAK TERLIHAT

Mula-mula Tuhan Yesus mengundang murid-murid untuk menerima pengajaranNya dan melihat/menyaksikan apa yang Ia kerjakan. Pelajaran di dalam kelas selalu dikombinasikan dengan praktek lapangan agar setiap murid memahami isi pengajaranNya dengan mudah. Inilah makanan harian yang diterima murid-muridNya selama mengikuti kelas rabi Yesus.

Sekarang Tuhan Yesus mengajarkan kepada murid-muridNya tingkat pelajaran yang lebih tinggi yaitu melihat yang tak terlihat. Dari alam nyata yang mereka alami dari hari ke hari, sekarang mereka meningkat ke alam supranatural. Hal yang bersifat jasmani meningkat kepada perkara rohani dan Illahi.

Inilah yang membedakan antara rabi Yahudi dan rabi Yesus. Rabi Yahudi hanya mengajarkan pengetahun dan ketrampilan. Tetapi rabi Yesus mengajar pengetahuan, melatih ketrampilan dan melepaskan kuasa.

Matius 7:29 

sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Kuasa inilah yang menjadikan murid-murid mampu melihat apa yang tak terlihat. Mereka memandang setiap kejadian dan hari depan bukan dengan penglihatan jasmani tetapi dengan mata iman dan keyakinan yang teguh.

Melihat kuasa dalam hidup sehari-hari

Yohanes 2 : 1-11

Untuk memudahkan kita memahami pengajaran Tuhan Yesus kepada murid-muridNya tentang melihat yang tak terlihat, marilah kita melihat peristiwa mujizat pertama yang dikerjakan Tuhan Yesus di pesta pernikahan di kota Kana.

Saat itu merupakan semester pertama bagi murid-murid untuk mengikuti kelas pemuridan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Didepan mata murid-muridNya Tuhan Yesus membuat mujizat air menjadi anggur. Alkitab mencatat peristiwa ini adalah mujizat pertama yang dibuat oleh Tuhan Yesus.

Mengapa Tuhan Yesus membawa murid-muridNya untuk menyaksikan mujizat di pesta kawin di kota Kana?

  1. Agar murid-murid semakin PERCAYA kepada YESUS  

Yohanes 2:11 

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Rupa-rupanya Tuhan Yesus membawa murid-muridNya ke kota Kana bukan hanya sekedar untuk mendatangi undangan pesta pernikahan, tetapi untuk menunjukkan kuasaNya kepada murid-murid. Ini adalah salah satu kurikulum sekolah kerabian yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Tuhan Yesus tahu betul bahwa murid-muridNya telah melepaskan segalanya untuk mengikut Yesus. Untuk meneguhkan keyakinan mereka bahwa keputusan yang mereka ambil untuk mengikut Yesus adalah keputusan yang benar, maka Tuhan Yesus menunjukkan kuasaNya dengan membuat mujizat air menjadi anggur. Dengan menyaksikan hal tersebut, murid-murid semakin percaya bahwa Yesus bukan guru biasa, la lebih hebat dari rabi-rabi Yahudi pada umumnya. Saat murid-murid semakin percaya kepada Yesus, maka dengan mudah mereka melepaskan segalanya untuk mengikut Yesus. Inilah tujuanNya memperlihatkan yang tak terlihat agar semua muridNya makin percaya kepadaNya.

Dalam buku “21 Hukum Kepemimpinan Sejati” karangan John C. Maxwell, disebutkan bahwa salah hukum kepemimpinan adalah “HUKUM KEPERCAYAAN” artinya: “Orang percaya dulu kepada sang pemimpin baru kepada visinya”. Jika seseorang tidak mempercayai orangnya maka segala yang dikatakannya tidak akan pernah dipercayai.

Inilah hukum kepemimpinan Yesus, murid-murid harus percaya dulu kepada Yesus, baru kepada visiNya. Bagaimana mungkin mereka bisa menjadi penjala manusia, jika mereka tidak menaruh percaya kepada Yesus. Dengan melihat kuasaNya, murid-murid makin mempercayaiNya.

  1. Membawa murid-murid memasuki dimensi baru dalam pemuridan yaitu dimensi supranatural.

Selain membuat murid-muridNya semakin percaya kepadaNya, tujuan lain yang Tuhan Yesus ingin sampaikan adalah agar murid-murid memasuki dimensi baru dalam pemuridan yaitu dimensi supranatural. Tuhan Yesus tahu bahwa ada banyak tantangan pelayanan yang akan dihadapi murid-murid dalam memberitakan Injil. Untuk menghadapi tantangan-tantangan ini mereka tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan manusia saja tetapi dengan kuasa Tuhan. Keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan dengan pengetahuan dan ketrampilan semata, tetapi dengan kuasa Roh Kudus. Kombinasi antara pengetahuan, ketrampilan dan kuasa Roh Kudus itulah yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya.

Mengapa Tuhan Yesus membawa murid-murid memasuki dimensi supranatural.

Karena yang tak terlihat menentukan apa yang terlihat.

Ibrani 11:3

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Hal-hal yang tak terlihat menjadi penentu apa yang dilihat. Contohnya adalah bangunan gereja ini. Gereja ini bisa berdiri megah seperti ini karena ditopang oleh fondasi yang kuat yang tidak terlihat. Semakin dalam fondasi bangunan, semakin tinggi sebuah gedung dapat dibangun. Demikian halnya dengan tanaman. Pohon-pohon yang besar selalu ditentukan oleh akar yang mengakar kuat didalam tanah. Mengapa pohon di pot tidak pernah menjadi besar? Karena akarnya tidak pernah mendalam.

Bagaimana dengan akar kekristenan kita? Pertumbuhan rohani kita ditentukan kedalaman akar kita didalam Kristus. Pastikanlah bahwa akar rohani kita terus menancap kedalam Kristus.

Dalam alkitab ada contoh-contoh nyata bahwa yang tak terlihat menentukan apa yang terlihat. Kejadian-kejadian di alam natural ditentukan oleh apa yang terjadi di alam supranatural. Yang transenden dan imanen menentukan yang terjadi dialam natural dan manusiawi.

  • Peperangan antara Israel dan Amalek (Keluaran 17 : 8-16)

Keluaran 17:11 

Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek.

 

Dari kisah ini kita melihat penentu kemenangan bukanlah banyaknya pasukan yang berperang, canggihnya senjata yang dimiliki, atau hebatnya pahlawan perang tetapi kemenangan ditentukan oleh Musa, Yosua dan Hur yang naik ke atas bukit untuk berdoa kepada Tuhan.

 

  • Peperangan Daud melawan Goliat.

1Samuel 17:45 

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.

 

Mata orang Israel melihat Goliat yang di hadapan mereka, akibatnya mereka mengalami ketakutan. Tetapi Daud memandang Tuhan yang tidak terlihat, itulah sebabnya dengan gagah berani Daud maju membunuh Goliat. Yang tak terlihat menentukan yang terlihat. Apa yang terjadi didalam diri kita akan menentukan apa yang terjadi diluar kita.

Amsal 24:10 

Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

2Korintus 4:16 

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

Penutup

Sebagai murid Tuhan, ada banyak tantangan kehidupan yang akan kita hadapi, baik dalam pekerjaan maupun dalam pelayanan. Marilah kita jalani kehidupan ini bukan hanya dengan mata jasmaniah kita tetapi dengan mata iman, sebagaimana yang dilakukan oleh rasul Paulus dalam 2 Korintus 5:7 – sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.

Berjalanlah dengan iman dan bukan penglihatan. Tuhan memberkati. GBU, KJP!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s