BERPEGANG KEPADA FIRMAN ALLAH YANG MURNI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu 17 September 2017 )

Wahyu 2:13-15

PENDAHULUAN

Allah suka membanggakan anak-anak-Nya di depan musuh-musuh-Nya yaitu Iblis. Contohnya Ayub, dalam Ayub 1:6-8. Tercatat bahwa Ayub tipikal pengikut Allah yang sejati, ia saleh dan takut akan Allah sebab ia tahu bahwa Allah memperhatikan. Hal ini nampak dari sikap dan kelakuannya. Ayub berlaku demikian, dimanapun ia pergi Ayub menjaga dirinya dari kejahatan stadium Roh, jiwa dan fisik.

Begitu juga Allah membanggakan jemaat Pergamus. Dalam Wahyu 2:13 “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu.” Dalam ayat tersebut menerangkan bahwa Allah bangga kepada Jemaat Pergamus, meskipun mereka diam di Pergamus (takhta Iblis). Jemaat Pergamus tidak menyangkal Nama Yesus, sekalipun konsekwensinya harus siap mengalami aniaya sebab jemaat Pergamus tahu bahwa mereka menyembah Allah yang benar.

Contohnya salah seorang jemaat Pergamus bernama Antipas yang artinya “Pengikut Yesus Sejati.”  Ia mengalami aniyaya dengan dimasukkan ke dalam patung tembaga berbentuk sapi. Kemudian patung tembaga yang berisi Antipas, dibakar dalam api sehingga Antipas yang ada didalam patung tersebut mati karena kepanasan. Tetapi jemaat Pergamus tetap setia kepada Yesus dan tidak takut mengaku Nama Yesus, walaupun setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus akan dihukum mati seperti Antipas.

YESUS TEGUR JEMAAT PERGAMUS

Walaupun Allah memuji jemaat Pergamus, ternyata Yesus memiliki beberapa keberatan dengan jemaat Pergamus. Keberatan mengandung arti menentang atau melawan. Jadi disatu sisi Allah bangga dengan jemaat Pergamus namun di lain sisi ada hal yang harus dilawan. Keberatan apa sehingga Yesus akan melawan jemaat Pergamus? Perhatikan Wahyu 2:14-15. Apabila jemaat Pergamus tidak mengurus dosa dan tidak mau bertobat, jemaat Pergamus bukan cuma tidak akan masuk ke dalam bagian Gereja Sempurna. Jemaat di Pergamus bisa kehilangan keselamatan.

DOSA JEMAAT PERGAMUS

Hal yang Allah tentang dengan pada jemaat Pergamus :

  1. Menganut Ajaran Bileam

Ajaran Pagan di Pergamus ada kaitan dengan Pagan Babel. Mereka mendirikan kuil mereka bagi Kuil Dewa Serapis dan Altar Agung Zeus. Ajaran Pagan Babel di masa Nimrod sama  dengan ajaran  Bileam dan Nikolaus, yaitu berpegang pada astrologi dan tenung. Nimrod menyatukan penduduk dunia bukan karena dia seorang diktator. Tetapi Nimrod seorang astrologis dan ahli tenung, yang membuat  orang  jadi  kaya atau dikutuk jadi miskin. Setelah Nimrod mati, pengikutnya harus tetap menyembah dia dengan cara menyembah patung yang disebut “dewa baal”, (Nimrod and The Babylon, Steven R, 2004). Jadi Bileam bukan nabi Allah, ia diam di Petor di tepi sungai Efrat (Babel), Bilangan 22:5. Pekerjaannya sebagai tukang tenung, Bilangan 22:7. Ajaran Bileam masuk kedalam jemaat Pergamus sehingga mereka harus menentangnya.

  1. Memberi Nasihat Yang Sesat

Ketika Bileam gagal mengutuki bangsa Israel dengan mantra dan tenung karena apapun kutuk yang ia ucapkan menjadi berkat, hingga Bileam menyerah dan pulang.  Tetapi, Balak raja Moab minta nasihat/petunjuk agar Tuhan murka kepada Israel dan tidak menyertai Israel. Bilangan 25, petunjuk agar Tuhan murka kepada Israel dengan membawa orang Israel keluar dari barisan mereka melalui perempuan-perempuan dari Moab. Jadi hati-hati dalam memberi saran atau nasihat. Jangan sampai nasihat kita bertentangan dengan firman Allah, melainkan sama sepeti Yesus memberi nasihat di Matius 5:38-48.

  1. Makan Persembahan Berhala, Kisah para rasul 15:28,29

Pada zaman Taurat bangsa Israel memiliki 561 hukum yang dijalani dalam keseharian diluar 10 Hukum. Namun pada zaman perjanjian baru, ketika injil datang dan setiap orang yang percaya kepada Yesus termasuk bangsa Israel bebas dari Taurat. Untuk mencegah dari syak karena makanan, maka ada hukum yang diambil oleh para rasul melalui hikmat Roh Kudus – Kisah para rasul 15:28,29. Inilah sebuah ketentuan yang harus ditaati. Pengikut Yesus sejati, berani menolak/tidak makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Contohnya dalam Daniel 1:8-21, Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego bertekad tidak menajiskan diri dengan makanan raja. Sebab makanan raja terlebih dahulu dipersembahkan kepada berhala.

  1. Berbuat Zinah

Definisi zinah: “ketidaksetiaan”, Suami, hanya boleh mengenal satu pribadi  -> isteri miliknya demikian juga dengan Isteri, hanya boleh mengenal satu pribadi  -> suami miliknya. Lebih dari pasangan mereka, dalam hubungan suami istri dianggap berzinah. Demikianpun dengan Seorang bujang, harus setia sebagai bujang dengan memelihara kekudusan, tidak boleh kenal siapa pun sampai masuk kedalam kemah pernikahan. Tetapi, Perzinahan rohani yang diajarkan Nikolaus, yang dilakukan beberapa jemaat di Efesus, Pergamus dan Tiatira, yang diajarkan Nikolaus, adalah lebih jahat dibanding perzinahan jasmani.

  1. AJARAN NIKOLAUS

Nikolaus: ‘Penakluk Orang Banyak’ (Menjadi Penguasa Atas Orang). Alkitab, (Wahyu), hanya sedikit membahas ajaran Nikolaus. Allah sangat membenci ajaran yang diajarkan pengikut Nikolaus. Para pemimpin gereja (Irreneus dan Hyppolytus) mencatat hal yang sangat penting sehubungan dengan pengaruh pengikut Nikolaus, yang disebut: Nicolaitans pada gereja mula-mula. Kisah para rasul 6:5, menjelaskan Nikolaus adalah 1 dari 7 Diaken yang dipilih untuk lakukan pelayanan meja di jemaat Yerusalem.

Latar Belakang Nikolaus

Kisah para rasul 6:5 “Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.” Nikolaus adalah adalah seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.” Inggris: “Nicholas was proselyte from Antiochia.” Artinya:  Nikolaus ialah petobat baru dan menjadi pengikut agama Yahudi (Yudaisme).

Dengan lain kata Nikolaus adalah penduduk Antiokhia, sebagai penganut Pagan, yang menganut ajaran Nimrod, yang percaya ramalan-ramalan bintang dan bertenung serta menyembah dewa-dewi, seperti umumnya penduduk/ masyarakat Antiokhia. Kemudian Nikolaus, beralih jadi penganut agama Yahudi (Yudaisme), sebagai-mana dicatat dalam Kisah 6:5. Nikolaus menjadi pengikut Kristus (orang Kristen) dan diangkat sebagai Diaken di Gereja Yerusalem.

Sebagai Diaken, Nikolaus seharusnya sudah penuh Roh Kudus dan hikmat, dan jadi pengikut Yesus yang sejati. Tetapi rupanya Nikolaus, masih berpegang pada kepercayaan masa lalu, malahan mengawinkan / menzinahi ajaran Kristus dengan ajaran Pagan.

Tidak Diselamatkan

Wahyu 21:8 “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak per-caya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang. Inilah kematian yang kedua.”

PENGIKUT YESUS YANG SEJATI

Tak cukup bertobat, lahir baru dan mematikan semua dosa dan kejahatan di masa lalu. Tetapi harus membuang; mematikan dan mengubur keyakinan, dan kepercayaan ajaran-ajaran yang lama.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s