BERKAT ABRAHAM II oleh Pdt. WEMPIE SIGARLAKI (Ibadah Raya 2 – Minggu, 24 September 2017)

Galatia 3:7-9

Allah memakai surat-surat Paulus yang dikirimkan kepada jemaat-jemaat khusunya jemaat Galatia untuk menunjukan tentang kasih dan kemurahan Allah atas orang-orang percaya. Agar setiap orang yang hidup dari iman dalam Kristus Yesus, untuk hidup sesuai dengan firman Tuhan yang mereka dengarkan dan setia melakukannya. Contohnya Abraham, Kejadian 12:1, saat ia mendengar firman Tuhan,  ia pergi oleh karena percaya kepada firman Allah. Apa yang kita dengar akan menentukan iman kekristenan kita, apakah mau percaya atau tidak.

Setiap kita tentu memiliki pengalaman dalam iman, seperti yang pernah kami sekelurga alami.  Pada saat itu, dalam pelayanan yang sudah baik di Papua, Allah menyuruh kami sekelurga untuk pindah pelayanan ke Sulawesi Utara melalui penglihatan yang saya terima secara pribadi. Ketika istri saya mendengar, ia menolak karena melihat jemaat di Papua yang semakin bertambah, akibatnya ia lumpuh. Saya ingatkan dia dalam Ibrani 11:8, bahwa Abraham percaya dan taat kepada janji Allah maka ia pun mengambil keputusan untuk pergi ke Sulawei Utara, alhasil ia sembuh dari kelumpuhannya. Namun seiring berjalannya waktu, hatinya kembali ragu untuk melayani Tuhan di Sulawei Utara, maka anak kami yang kedua mengalami suatu peristiwa yang membuat ia tidak sadarkan diri beberap hari, dan hampir meninggal. Oleh sebab itu, istri saya berbalik kepada keputusannya untuk pergi ke Sulawesi Utara serta melayani di sana. Janji Allah tidak perlu dipertanyakan, jika IA sudah berjanji maka kita percaya saja tanpa ragu, layaknya Abraham. Pasti Tuhan pelihara dan menerima berkat Abraham, lewat ketaatan kepada janji Allah.  Iman dan ketaatan harus berjalan bersama, tidak dapat dipisahkan.

Selanjutnya, untuk menerima janji Allah maka yang perlu dilakukan adalah bertanya kepada Allah kemana harus melangkah. Kejadian 13:14, Abraham tidak mau melangkah sebelum mendengar apa yang akan Tuhan firmankan. Oleh karena itu Tuhan memberkati tempat yang ia tuju oleh karena firman Tuhan. Zaman sekarang, firman Allah itu dekat dengan kita. Dengan berkembangnya teknologi, mempermudah kita untuk menikmati firman Allah, di setiap waktu. Membaca, mendengar dan melakukan firman dengan iman, maka Allah pasti memberkati.

KESIMPULAN

Jika iman kekristenan kita dilakukan dengan ketaatan serta membangun komunikasi yang intim dengan Tuhan maka segala jalan kita pasti berhasil, dan berkat Abraham akan menjadi milik kita.

 

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s