Berkat Abraham III oleh Pdt. WEMPIE SIGARLAKI (Ibadah Raya – Minggu, 24 September 2017)

1 Pet 3:6-7

Dari pembacaan ini kita dapat melihat salah satu berkat Abraham adalah dipanggil Tuan oleh istrinya. Namun demikian seorang suami haruslah hidup bijaksana dengan istrinya. Kita akan menyimak tentang perubahan  Sarai menjadi Sara.

Kejadian 12 diawali dengan ketaatan Abram terhadap panggilan Allah untuk keluar dari negerinya menuju ke Kanaan. Ibrani 11:8 mencatat bahwa ketaatan Abraham ini didasari oleh iman. Menariknya setelah Abram dan Sarai istrinya mentaati kehendak Tuhan mereka justru alami kelaparan. Hal ini menujukkan bahwa selalu ada ujian sebelum sampai kepada kegenapan janji Allah.

Di pasal 13 menuliskan berpisahnya Abraham dengan Lot keponakannya dan Kejadian  14 menuliskan kemenangan Abraham atas Raja-raja yang menawan Lot serta pertemuan Abraham dan Melkisedek.

Dalam Kejadian 15 ada hal menarik yaitu Allah kembali datang kepada Abraham dan berjanji :“Akulah Perisaimu.” Artinya ALLAH adalah perlindungan kita. Kita tidak perlu takut pada apapun sebab Yesus adalah perisai bagi diri kita, keluarga kita , usaha kita.

“Upah mu akan sangat besar”  : orang yang dapat upah adalah orang yang bekerja. Tuhan tidak menyukai orang malas, ini artinya berkat Abraham adalah kerja keras!

KEJADIAN 17:1-5 “Dari Abram menjadi Abraham”

Apa beda Abram dan Abraham? Abram mengandung arti bapa leluhur artinya bapa masa lalu, sedang Abraham mengandung arti bapa banyak bangsa artinya ini berbicara tentang masa depan. Kalau kita ingin menikmati berkat Abraham maka rubahlah cara pandang kita agar tidak terpengaruh  dengan masa lalu yang buruk, sebaliknya arahkan pandangan kita kepada masa depan.  Abram dirubah menjadi Abraham adalah kehendak Allah.  Bahkan bukan hanya Abraham yang harus berubah melainkan juga Sarai.

KEJADIAN 17:15 “ Sarai dirubah menjadi Sara”

Sarai memiliki arti Nahkoda/panglima pasukan/Pemimpin. Menggambarkan karakter seorang istri yang suka mengantur. Diganti menjadi Sara artinya permaisuri atau Ibu. Itulah sebabnya setelah Sarai berubah menjadi Sara maka dia memanggil Abraham dengan sebutan Tuan. Dari sisi rohani kita tahu bahwa gereja digambarkan seperti perempuan dan Yesus adalah mempelai laki-laki. Janganlah kita memiliki karakter Sarai yang suka mengatur suami. Gereja jangan mencoba mengatur Tuhan melainkan tunduklah pada Yesus sebagai pemimpin kita. Di dalam rumah tangga seorang istri memiliki kapasitas sebagai penopang atau penolong bagi suami. Janganlah mencoba menjadi pengatur sebaliknya seorang suami pun haruslah bijaksana terhadap istri dan mengasihinya. Maka berkat Abraham akan kita terima.

Abram dan Sarai harus berubah terlebih dahulu  untuk memperoleh janji-janji  Allah. Mereka dijanjikan Allah akan memiliki keturunan dan mereka begitu bahagia saat Allah menggenapi janjiNya, yaitu ketika Sara melahirkan Ishak. Begitupun setiap kita tentu senang setelah janji Allah telah digenapi dalam hidup kita, namun ini bukan berarti proses kita selesai karena masih ada ujian yang akan kita alami.

Kejadian 22 Kepercayaan Abraham Diuji.

Allah memerintahkan Abraham untuk mempersembahkan Ishak anak tunggalnya yang begitu dikasihi. Abraham berhasil menunjukkan kesetiaan dan ketaatannya kepada Allah dalam situasi yang paling sulit. Abraham bergegas melakukan perintah Tuhan untuk menyembelih Ishak. Namun setelah Allah melihat ketaatannya  Allah mencegah Abraham dan menyediakan domba sebagai korban pengganti. Disini kita melihat Allah kita adalah Allah yang sanggup menyediakan. Seperti Abraham, seringkali melepas hak bukanlah sesuatu yang mudah bagi kita, tetapi ketika kita mau melakukannya untuk Allah maka kita akan melihat Allah menyediakan keperluan kita, karena DIA adalah Yehovah Jireh (Allah yang mencukupkan).

Yesus sendiri pun telah memberi teladan dengan melepaskan hak demi ketaatanNya kepada Allah Bapa (Filipi 2:5). Melepas hak demi taat pada perintah Allah merupakan persembahan yang kudus dan berkenan kepada Allah (Rom 12:1). Kita memiliki Allah Yehovah Jireh, yang sanggup mengadakan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s