KOTA KESELAMATAN YANG KUAT – oleh Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya 2 – Minggu, 15 Oktober 2017)

Yesaya 26:1-3

PENDAHULUAN

Nabi Yesaya bernubuat kira-kira 600-700 tahun sebelum kelahiran Yesus. Tetapi bagi kita yang hidup di akhir zaman, ayat ini sudah digenapi dan bisa dialami atau dinikmati oleh semua orang yang percaya kepada Yesus.

ISI NUBUAT

Yesaya 26:1 “Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita Tuhan telah memasang tembok  dan benteng.”

Dikatakan dalam ayat ini “pada kita” (bagi kita), Tuhan telah menyediakan sebuah kota yang kuat untuk menjamin keselamatan kita. Pertanyaannya apakah kita sudah mengalami/berada di kota itu ?

 

YESUS KOTA KESELAMATAN

Amsal 18:10 “Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.”

Di zaman Yesaya, kota itu masih dinubuatkan. Namun bagi kita kota itu sudah tersedia dan Firman Allah menjelaskan bahwa tidak lain Kota dimana ada menara dan benteng yang sanggup menjamin keselamatan adalah “Nama Tuhan!” Dengan kata lain dimanapun kita, dalam situasi apapun saat kita berseru kepada nama Tuhan maka Ia akan menjadi kota yang membentengi dan menyelamatkan kita. Biarlah nama yang ajaib itu yang keluar dari mulut kita. Setiap agama punya konsep tentang nama tuhan tetapi siapakah nama Tuhan itu? Kisah Para Rasul 4:12, menjelaskan nama Tuhan yang dimaksud adalah Yesus!

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Hanya ada satu Nama yang dikaruniakan Tuhan kepada dunia yang menjamin keselamatan, yaitu Nama Yesus..! Hanya dalam Nama Yesus ada jaminan keselamatan. Yesus adalah kota keselamatan kita, saat kita dengan iman berseru kepada nama Yesus kita peroleh selamat.

PASANG TEMBOK DAN BENTENG

Yesaya 26:1b “… untuk keselamatan kita Tuhan telah memasang tembok dan benteng.”

Untuk menjamin keselamatan orang yang ada dalam kota (Yesus) Tuhan kita telah memasang tembok dan benteng. Betapa indahnya jika kita ada dalam kota yang bernama Yesus ini karena tidak akan ada satupun musuh  yang bisa membongkar dan menerobos temboknya.

Apakah yang dimaksud tembok dan benteng, sehingga musuh (Iblis) tidak bisa menerobos?

Perhatikan Yohanes 10:27-29

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-KU. Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.”

Mengikut Yesus tidaklah sebatas terdaftar sebagai jemaat dan dengan rutin pergi ke gereja melainkan mengikuti jejak Yesus dengan hidup menaati Firman Allah. Dari ayat-ayat tersebut kita bisa memahami apa yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya sebagai tembok dan benteng yang melindungi kita, adalah Tangan Yesus dan Tangan Bapa. Orang yang percaya kepada Yesus dan hidup dalam ketaatan pada kebenaran Firman Allah akan aman terlindungi oleh tangan Yesus dan tangan Bapa. Yang jadi masalah sering kali kekristenan kita sekedar label, kita tidak lakukan kebenaran Firman Allah sehingga kita berada diluar kota itu. Jika sudah berada di dalam kota perlindungan itu maka kita punya tanggung jawab.

TANGGUNG JAWAB KITA

Tanggung jawab kita sebagai orang-orang yang sudah ada dalam kota perlindungan Yesus :

  1. Membuka Pintu Gerbang

Yesaya 26:2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia!

Kita tidak boleh menjadi egois ketika sudah diselamatkan, bukalah gerbang yang artinya beritakan injil agar orang percaya dan diselamatkan. Dalam injil Matius 22:1-14 ada perumpaan tentang Seorang Tuan yang memberi undangan kepada relasinya untuk datang ke pesta, namun ada 2 macam orang yang diundang :

  • Beralasan sibuk : secara sopan menolak undangan
  • Terang-terangan dan membunuh: dengan cara yang kasar menganiaya orang yang menyampaikan undangan.

Pintu Kota dibuka artinya keselamatan dalam nama Yesus diberitakan kepada dunia. Perumpaan ini akan menjadi kenyataan, kita yang telah alami keselamatan bertugas untuk memberitakan nama Yesus. Namun ada konsekuensi kita ditolak, baik secara sopan maupun terang-terangan dengan bertindak menganiaya bahkan membunuh orang percaya. Ketika undangan keselamatan sudah disampaikan namun mereka tetap menolak maka apa pun bentuk dan cara penolakan yang diberikan, mereka tidak akan luput dan pasti dibinasakan saat Yesus datang kedua kali.

PINTU KE PESTA DIBUKA LEBAR

Matius 22:10

“Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu  dengan tamu.”

Ketika Tuan (Yesus) itu melihat hamba-hambanya (Nabi-nabi, hamba Tuhan atau jemaat yang memberi kesaksian tentang Yesus) dianiaya, Ia tidak memberi perintah untuk menutup pintu, sebaliknya pesta harus tetap berlangsung dan orang-orang di pinggir jalan diundang sampai ruangan perjamuan kawin itu menjadi penuh. Artinya kita tidak boleh membatasi keselamatan dengan gedung gereja, sekalipun ada yang menolak pemberitaan nama Yesus, pintu gerbang keselamatan tidak boleh ditutup. Kita yang sudah tahu, bahwa ada jaminan keselamatan yang sempurna di dalam Yesus tidak boleh berdiam diri. Kita harus aktif memberitakan Yesus kepada orang-orang yang belum memiliki jaminan keselamatan.

Saat Israel menyerang kota Yerikho, seorang perempuan bernama Rahab menerima janji akan diselamatkan karena ada tanda tali kirmizi merah yang diikatkan pada jendela rumah. Rahab tidak ingin seorang diri diselamatkan karena itu dia mengajak (mengundang) semua keluarganya sehingga seluruh keluarganya pun ikut diselamatkan (Yosua 2:12-21). Tindakan Rahab untuk mengajak keluarganya adalah tindakan “membuka pintu gerbang”. Tali kirmizi berwarna merah yang merupakan gambaran salib Yesus yang menjamin keselamatan, kita harus memberitakan nama Yesus, nama yang memberi keselamatan.

  1. Tetap Setia Dalam Kota

Yesaya 26:3 Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

Ini adalah tanggung jawab kedalam, yaitu bagi kita yang sudah ada di dalam Yesus (Kota perlindungan yang menjamin keselamatan kita). Cara untuk memelihara keselamatan yang sudah kita terima adalah memiliki keteguhan hati. Kata teguh dalam bahasa Yunani adalah HEDRAIOS secara harafiah artinya tidak goyah yaitu seperti tiang/pohon yang tertanam dengan kuat sehingga tidak bisa  dicabut oleh apa pun atau seperti kursi/meja dengan 4 kaki sama tinggi (presisi), sehingga kursi itu Settled – artinya mantap, tidak jomplang. Dengan demikian arti teguh :

  • Memiliki iman yang kuat

Pada akhir zaman akan terjadi goncangan iman yang hebat dan jemaat yang tidak sungguh-sungguh akan goyah, tapi jemaat yang sungguh-sungguh akan kuat di dalam Yesus.

  • Meyakini Firman sepenuhnya

Di pintu gerbang telah disediakan pakaian pesta untuk para undangan. Namun ada orang yang masuk ke ruang pesta tanpa mau kenakan pakaian pesta, dia diusir oleh sang raja dan dihukum (Matius 22:11-13). Ketika kita beribadah maka kita sedang membuka diri untuk diperbaiki oleh Firman Allah. Kita harus menanggalkan pakaian/karakter yang lama dan mengenakan pakaian yang Tuhan berikan bagi diri kita.

Pakaian pesta yang dimaksud adalah jubah yang utuh tanpa sambungan seperti jubah Yesus. Ini menggambarkan Firman Allah dan Roh Kudus yang menyempurnakan kita agar kita utuh di hadapan Tuhan. Hanya satu cara untuk mengetahui keaslian baju itu yaitu dengan dihadapkan ke matahari, lewat sinar matahari akan ketahuan asli tidaknya baju itu. Begitupulah kita di hadapan Bapa yang adalah matahari kebenaran tidak ada yang tersembunyi, itulah sebabnya jadiah anak Tuhan yang tunduk pada otoritas Firman Allah dan ijinkan Roh Kudus berkarya dalam hidup kita, sebab satu kali kelak Dia akan datang dan memeriksa kehidupan kekristenan kita.

 

PENUTUP

Ada dua tantangan yang dihadapi orang percaya di akhir zaman yaitu digoyahkan dari iman (Matius 24:13) dan meragukan Firman Allah (Lukas 18:8). Kita harus tetap kuat, memberitakan kabar keselamatan dan memperteguh iman kita dengan tunduk pada otoritas Firman Allah. Dengan demikian kita tetap ada dalam kota keselamatan dimana tangan Yesus dan tangan Bapa melindungi kita.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s