KINGDOM PRINCIPLE SERI 5 – KINGDOM WORSHIP (PENYEMBAHAN KERAJAAN) oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 15 Oktober 2017)

Pendahuluan

Mengalami hadirat TUHAN atau perjumpaan pribadi dengan TUHAN adalah hal yang penting bagi kita. Ini merupakan pengalaman yang dapat mengubahkan kehidupan seseorang secara total. Hadirat TUHAN ada tempat Perjumpaan Tuhan dengan Umat-Nya. Di dalam hadirat TUHAN kita dapat membuat komitmen untuk mengalami perubahan atau mati!

Yesaya 6:5 mengisahkan bagaimana Yesaya mengalami sesuatu yang mengubah kehidupannya. Yesaya berulang kali hadir di Bait Allah namun tidak menyadari kenajisan dirinya, sampai dia berjumpa dengan Allah sendiri dalam sikap penyembahannya. Berhadapan dengan Allah yang kudus dan penuh kuasa membawa Yesaya menyadari akan dosa-dosanya. Paulus tadinya adalah seorang penganiaya jemaat. Namun ketika ia mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, ia mengalami  titik balik yang merubah seluruh kehidupannya. Tantangan yang besar menanti kita didepan, jika kita tidak mengalami perubahan dalam perjumpaan pribadi dengan Tuhan, kita tidak akan mungkin dapat bertahan.

Zakaria 14:16-17, secara implisit menyatakan bahwa Sorga adalah sebuah Kerajaan.  Sistem pemerintahannya adalah kerajaan. Satu-satunya sistem yang diwariskan sorga ke dunia ini dalam bidang pemerintahan adalah Kerajaan. Cacat yang kita temukan dalam sistem pemerintahan ini ada pada manusianya bukan sistemnya.  Itu sebabnya hanya Yesus yang layak menjadi Rajanya untuk memerintah bangsa-bangsa di bumi ini.  Begitu juga kalau kita melihat kebenaran dalam Alkitab bahwa Alkitab berisi tentang Kisah Raja, Kerajaan dan Anak-anak-Nya. Dan sehubungan dengan Penyembahan, bahwa Penyembahan hanya ada dalam budaya kerajaan bukan dalam sistem pemerintahan apapun, termasuk Republik dengan sistem demokrasinya. Mari kita belajar tentang PENYEMBAHAN dan melihatnya dari sudut pandang KERAJAAN. Inilah yang akan kita pelajari dalam KINGDOM WORSHIP.

KARAKTERISTIK KINGDOM WORSHIP; 1 Tim 6:15

  1. RAJA DAN TUAN
  • Dalam sudut pandang Kerajaan, kita akan sering menemukan  kedua kata ini.  Dan dalam kaitanya dengan penyembahan, kita perlu sekali memiliki pemahaman tentang ‘KINGDOM WORSHIP’ sehingga sikap kitapun benar dalam penyembahan ini.

a. RAJA: KING; Yunani: Basileus, Ibrani: Melek -> BERDAULAT atau Penguasa Tunggal atas semuanya. Berdaulat artinya kita tidak bisa memberi alasan apapun atas ketidaksetujuan kita atas keputusan-keputusannya ataupun memberikan alasan selogis apapun dari pemikiran manusiawi kita. Dia adalah Sang Pencipta/ tiada alasan untuk tidak menyembahNya. Jika kita menyadari bahwa Dia adalah RAJA, maka sikap TUNDUK dan TAAT kepada-Nya adalah harga tertinggi dari sebuah KINGDOM WORSHIP (Penyembahan Kerajaan).

b. TUAN: LORD; Yunani: Kurios; Ibrani: Adonai (Jehovah) mengandung arti bahwa IA adalah PEMILIK atau  Tuan atas segala Kepemilikan.  Dia adalah Sang Pencipta sekaligus Pemilik, Maz 24:1. Dia adalah KING sekaligus LORD, Wahyu 17:14; 19:16. Harga tertinggi untuk sebuah KINGDOM WORSHIP, pengakuan bahwa DIA adalah TUAN adalah PENYERAHAN HIDUP kita – Kita senantiasa berkata ‘Jadilah Kehendak-Mu’

  • Dalam Kerajaan tidak ada Hamba ataupun Bawahan. Semua adalah Anak-anak-Nya yang dalam segala kerendahan hati melayani dan memerinta bersama DIA sebaga anak raja dan tuan. Menjadi raja dan tuan untuk mengelola apa yang Tuhan percayakan kepada mereka.

  1. KERAJAAN
  • Kata yang akan sering kita jumpai dalam Kingdom Worship adalah ‘KERAJAAN’ itu sendiri. Tujuan utama dari setiap kerajaan adalah mengekspansi wilayah seluas-luasnya. Kerajaan Sorga memilih bumi sebagai perluasan wilayah kerajaan-Nya. Tujuannya adalah memengaruhinya dengan budaya penyembahan seperti di sorga. Tujuan utamanya adalah bagaimana menghadirkan SORGA di bumi ini.  Bagaimana sorga mempengaruhi bumi ini? Bagaimana bumi ini dapar dipenuhi dengan Kemuliaan Allah.

  • Inilah misi para Penyembahan Kerajaan. Bagaimana dalam semua sikap dan aspek hidup mereka menghadirkan kemuliaan Allah di bumi ini, sampai Allah hadir dan menjadikan tempat dimana kita berada seperti di sorga.

  • Dalam Penyembahan Kerajaan, hal yang sangat penting untuk kita ketahui adalah bagaimana mendapatkan Perkenanan dari Sang Raja.  Satu-satunya cara untuk mendekati Sang Raja dan mendapatkan Perkenanan-Nya hanya melalui Penyembahan. Kita harus punya sikap hati yang benar, sehingga Tuhan berkenan. Ketika Tuhan berkenan, maka mujizatpun pasti terjadi.

Contoh :

Ester (Ester 4:10-11) : Ini gambaran yang baik tentang bagaimana hubungan Sang raja dan permaisuri, seperti Yesus dan gereja-Nya sebagai mempelai. Kalau raja tidak berkenan maka akibatnya adalah kematian. Apa yang dilakukan Ester? Sikap yang terbaik adalah masa persiapan sebelum berjumpa dengan raja.  Sebab resikonya cukup besar. Jika raja tidak berkenan dengan kehadiran Ester menghadap, hukumannya adalah kematian.

  • Ester 5:1-8 , Ester memperlengkapi dirinya dengan pakaian yang layak, pakaian Seorang Ratu. Ia tidak menghadap dengan posisi badan menyembah namun dalam keadaan berdiri. Bukan posisi tubuh kita yang menyebabkan turunnya perkenanan tetapi persiapan Ester bertemu dengan waktu-Nya Tuhan. Akhirnya Ester mendapatkan perkenanan raja. Raja menawarkan mengenai apakah permintaan Ester. Namun Ester tidak langsung meminta, ay. 4.  Ia menundanya dan bermaksud mengutamakan kesenangan sang raja untuk mengadakan pesta berikutnya. Ester menunda permintaannya sampai dua kali, Ay. 7,8.

  • Ester 7:1-2

Setelah hati Raja disenangkan, perkenanan Raja semakin kuat untuk Ester. Pada akhirnya permintaan Ester dikabulkan. Ini kunci perkenan dari Sang Raja, dalam penyembahan. Carilah dahulu perkenanan Sang Raja. Niscaya pasti dikabulkan.

  • Kisah_13:22  Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

  • Daud juga menjadi contoh yang mendapatkan label “orang yang berkenan di hati Tuhan”.  Alkitab begitu jujur memberitahukan apa kesalahan dan kelemahan Daud.  Namun apa yang menjadi penyebab Daud mendapatkan label yang berharga ini dari Tuhan. Dalam sepanjang perjalanan kehidupannya, jika kita mau mempelajarinya, ada dua hal yang sangat menonjol dalam kehidupan penyembahannya kepada Tuhan dalam versi Kingdom Worship. Ia sangat mengasihi Tuhan dan sangat memercayai Tuhan dalam hatinya di semua area kehidupannya.

Kiranya kita belajar menyembah dengan sikap hati yang baik dari sudut pandang Kingdom Worship ini, yaitu: Hidup dalam Penundukan dan ketaatan, hidup dalam Penyerahan Diri, selalu menjadi agen Kerajaan-Nya membawa kemuliaan-Nya dimanapun kita berada dan yang terakhir adalah carilah Perkenanan-Nya senantiasa. Tuhan Yesus Memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to KINGDOM PRINCIPLE SERI 5 – KINGDOM WORSHIP (PENYEMBAHAN KERAJAAN) oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 15 Oktober 2017)

  1. Pingback: KINGDOM PRINCIPLE SERI 5 – KINGDOM WORSHIP (PENYEMBAHAN KERAJAAN) oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 15 Oktober 2017) | www.hanikong.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s