MATA YESUS BAGAIKAN “NYALA API” – oleh Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 22 Oktober 2017)

Wahyu 2:18,19

 

 

PENDAHULUAN

Kita sedang mempelajari pengikut Yesus yang sejati dari jemaat yang ada di Asia kecil. Saat ini kita akan berkaca dari kehidupan jemaat di Tiatira. Pada bahasan khotbah sebelumnya kita sudah pelajari bahwa ada 2 orang wanita yang berpengaruh bagi kehidupan jemaat di Tiatira, yaitu :

Lidia  : Seorang wanita yang awalnya tidak kenal siapa Yesus, namun hidupnya berubah setelah bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. Karena iman dan pelayanannya, maka di kota Tiatira dapat berdiri himpunan orang percaya, yaitu jemaat Tiatira.

Izebel  : Oleh karena pengaruh/ajarannya, jemaat yang sudah percaya kepada Yesus justru berubah menjadi penyembah berhala dan berbuat zinah. Dalam injil Matius 24:24, Yesus memperingatkan bahaya penyesatan di akhir zaman. Ini membuat kita sadar betapa pentingya mendasarkan kekristenan kita bukan pada tanda ajaib atau mujizat melainkan kebenaran Firman TUHAN.

CARA YESUS PERKENALKAN DIRI

Yesus memperkenalkan diri-Nya  kepada jemaat Tiatira, dengan berkata:

“Inilah firman Anak Allah yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga.”

Yang dimaksud “Mata Yesus bagaikan nyala api, adalah :

  1. Yesus melihat semua ciptaan-Nya

Yesus yang adalah Allah sanggup melihat semua ciptaan-Nya, baik yang ada di bumi, di sorga, dan bahkan di bawah bumi. Yesus sanggup melihat sampai ke alam Roh yaitu tempat bagi roh orang yang sudah meninggal baik yang percaya kepada Yesus maupun yang tidak percaya. Tempat bagi roh orang mati yang percaya Yesus disebut Firdaus sedang tempat bagi roh orang mati yang tidak percaya pada Yesus adalah Hades.

Alam Roh (Firdaus dan Hades)

  • Firdaus : Tempat bagi roh orang yang percaya Yesus sebelum masuk ke sorga.

Untuk orang percaya saat meninggal rohnya langsung dibawa ke Firdaus. Yesus perhatikan orang percaya yang mati dianiaya, yang ada di Firdaus ketika mereka menuntut pembalasan. (Wahyu 6:10,11)

  • Hades : Tempat/alam roh bagi roh orang mati yang tidak percaya kepada Yesus sebelum masuk ke neraka.

Saat orang yang tidak percaya kepada Yesus meninggal rohnya akan dibawa ke Hades. Jika dalam Lukas 16:23,24 menceritakan Abraham dapat melihat orang yang ada di Hades, maka Yesus pun dapat melihat roh orang mati di alam maut (Hades-penjara), ketika disiksa dan alami penderitaan sebelum mereka dilempar ke dalam neraka.

  1. Yesus Perhatikan Aktifitas Kita

Dengan mata-Nya Yesus dapat memperhatikan aktifitas kita baik tubuh, roh dan jiwa kita, artinya apa yang kita lakukan di tempat tersembunyi Yesus tahu, saat kita diam tanpa ada aktivitas fisik, Yesus dapat melihat aktivitas jiwa kita yaitu apa yang ada dalam pikiran dan hati kita bahkan sampai roh kita.

Karena itu Tuhan ingin kita saling mengingatkan bahwa Tuhan memperhatikan aktifitas bahkan mencatat setiap tindakan kita. Seperti tertulis dalam Maleakhi 3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yg takut akan Tuhan: “Tuhan memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan Tuhan dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.”

TUHAN PERHATIKAN CARA IBADAH

Manusia hanya menilai ibadah seseorang dari kehadiran di gereja artinya hanya terbatas pada aktifitas fisik saja, tetapi TUHAN menilai ibadah yang kita lakukan sampai pada aktifitas jiwa bahkan roh kita. Ibadah yang berkenan pada Tuhan, tidak cukup hanya dengan kehadiran kita di gereja dan melakukan  ritual ibadah melainkan harus ada dorongan dari dalam jiwa dan roh  saat kita memuji dan menyembah Tuhan, juga saat membawa persembahan.

 

Bila hanya tubuh kita yang hadir  dalam ibadah, maka kitalah orang yang menggenapi perkataan Yesus dalam Markus 7:6 :

Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya  jauh dari pada-Ku.”

Dengan demikian kita bukan pengikut Yesus yang sejati, bila ibadah kita tidak kita lakukan dari dalam hati (roh) dan jiwa serta terekspresi dari tubuh kita. Penyembahan kita seharusnya dimulai dari roh seperti yang dikatakan dalam Yohanes 4:24

“Allah itu Roh dan barangsiapa  menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran”.

IBADAH JEMAAT TIATIRA

Dari pandangan dan penilaian Yesus, jemaat Tiatira adalah jemaat yang beribadah dengan cara yang benar. Hal ini terungkap dari ucapan Yesus yang secara terus terang berkata kepada jemaat Tiatira dalam (Wahyu 2:19)

“Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunan-mu. Aku tahu, bahwa pekerjaan mu yang terakhir lebih banyak daripada yang pertama”.

Yesus memperhatikan ibadah jemaat Tiatira, dimulai dari :

  1. IMAN JEMAAT TIATIRA

Jemaat Tiatira melakukan segala sesuatu termasuk ibadah karena menyakini sudah diselamatkan bukan untuk memperoleh keselamatan. Agama lain berusaha berbuat baik untuk beroleh selamat tapi kita tahu sebagai  orang-orang yang percaya kepada Yesus kita diselamatkan bukan oleh karena usaha dan perbuatan baik, tapi oleh iman kepada Yesus. (Efesus 2:8,9  Roma 10:9,10). Jemaat Tiatira adalah contoh jemaat yang menjalankan ibadah dengan iman kepada Yesus.

  1. KASIH JEMAAT TIATIRA

Kasih datang dari hati, dengan demikian semua kegiatan ibadah yang dilakukan jemaat Tiatira, dilakukan bukan sekedar formalitas atau ritual belaka. Tapi dengan kasih (dari dalam hati)! Apapun bentuk pelayanan yang kita kerjakan sekalipun itu sederhana jika dilakukan dengan kasih ada pahalanya.  (Matius 10:42)

 

  1. KETEKUNAN JEMAAT TIATIRA

Kata yang digunakan dalam bahasa Yunani untuk kata TEKUN adalah HYPOMENO  yang artinya tetap tinggal di bawah, Bertahan pada posisi, kokoh dan kuat.

Ini memberikan pengertian bahwa Jemaat Tiatira adalah jemaat yang tekun :

  • Ketika diberkati, mereka setia ibadah, memuji Tuhan, bawa korban dan melayani Tuhan.
  • Ketika alami ujian, merekapun tetap beribadah, memuji Tuhan, bawa korban dan melayani Tuhan.

Artinya Ibadah, pelayanan dan ketekunan jemaat Tiatira, tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi fisik; ekonomi; masalah; ujian; tantangan, bahkan apa pun juga.

Contoh Hidup Ayub : Ayub tidak hanya beriman dan setia saat kondisi berkecukupan atau diberkati. Iman, ibadah dan pengabdiannya kepada Tuhan tidak berubah di situasi buruk sekalipun. Saat diijinkan Tuhan untuk alami musibah, Ayub mengoyakkan pakaiannya sebagai tanda bahwa hidup bukan bergantung pada hal jasmani dan mencukur kepala sebagai  tandai kemuliaan jasmani hanya bersifat sementara. Ayub kemudian mengambil sikap untuk menyembah bahkan tetap menaikan pujian dan beribadah kepada TUHAN (Ayub 1:20-21). Ketika alami sakit dan secara fisiknya tidak memungkikan dia beribadah, Ayub masih tetap memuji Tuhan dari roh dan jiwanya. Kondisi yang dialami tidak membuat dia kecewa terhadap Tuhan (Ayub 2:9)

 

  1. Pekerjaanmu Yang Terakhir Lebih Banyak Daripada Yang Pertama

Yang dimaksudkan adalah kuantitas dan kualitas ibadah jemaat Tiatira, makin hari makin meningkat/ naik, bukan menurun apalagi mogok atau berhenti. Tuhan menginginkan kehidupan kekristenan kita semakin alami peningkatan dalam iman, kasih dan ketekunan. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 4:18

“Tetapi jalan orang benar itu  seperti cahaya fajar yang kian bertambah terang sampai  rembang tengah hari.”

KELEMAHAN JEMAAT TIATIRA

Namun Jemaat Tiatira yang hidup dalam kasih; iman; pelayanan; tekun dan terus meningkat secara kuantitas dan kualitas itu telah dirusakkan dan dihancurkan karena memberi kesempatan kepada ajaran (Roh) Izebel. Menurut sejarah tidak ada lagi orang percaya di Tiatira.

Kesimpulan

Ini menjadi sebuah pelajaran, kita harus berhati-hati agar tidak terbawa oleh ajaran sesat yang akhirnya menghancurkan iman kita. Berdirilah di atas kebenaran Firman Allah yang murni apapun situasi dan kondisi yang kita alami.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s