APAKAH YANG KAMU CARI? Seri 17 – KOMITMEN TOTAL oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 29 Oktober 2017)

Yohanes 1:39

Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Pada bagian akhir telah kita pelajari bahwa undangan Yesus dengan berkata: “Marilah dan kamu akan melihatnya” adalah undangan untuk melihat yang tak terlihat. Untuk mengajarkan kebenaran ini, Tuhan Yesus membawa murid-muridNya menuju ke kota Kana untuk menghadiri undangan pesta pernikahan. Sementara pesta sedang berlangsung, tiba-tiba sebuah berita yang mengejutkan sampai kepada pemimpin pesta bahwa mereka kehabisan anggur. Ini adalah masalah besar bagi yang empunya pesta sebab akan mendatangkan malu yang luar biasa. Untunglah saat itu Yesus hadir disana dan menyelesaikan masalah tersebut dengan membuat mujizat air menjadi anggur.

Di depan mata murid-muridNya Tuhan Yesus menyatakan mujizat dan mendemontrasikan kuasaNya mengubah air menjadi anggur. Mengapa Tuhan menunjukkan kuasaNya kepada murid-muridNya?

Hal ini memberikan dua pengertian kepada kita yaitu:

a. Membawa murid-murid memasuki dimensi baru dalam pemuridan yaitu dimensi supranatural/melihat yang tak terlihat.

Ibrani 11:3

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

 b. Agar murid-murid semakin PERCAYA kepada YESUS

Yoh 2:11

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Tujuan utama dari segala undangan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya adalah membawa mereka pada tingkat kepercayaan penuh kepada Tuhan Yesus. Dengan melihat mujizat yang dibuatNya, mereka mengenal bahwa guru yang mereka ikuti bukan guru biasa, sebaliknya murid-muridNya mengenalNya sebagai orang yang berkuasa. Dengan demikian kepercayaan mereka kepada Yesus makin bertumbuh.

Inilah tujuan akhir yang Tuhan Yesus inginkan kepada murid-muridNya saat Ia berkata; “marilah dan kamu akan melihatnya” yaitu: “KOMITMEN TOTAL”

Ada dua komitmen yang Tuhan Yesus inginkan dari murid-muridNya:

1.Komitmen untuk percaya pada apapun yang Yesus katakan.

Seorang murid dipanggil untuk mempercayai apapun yang gurunya ajarkan. Tuhan Yesus melatih dan memperlengkapi mereka dengan berbagai ilmu teologi dan ketrampilan bahkan menunjukkan kuasa kepada mereka, dimaksudkan agar mereka memiliki tingkat kepercayaan penuh pada apapun yang Yesus katakan.

Dalam proses pemuridan mempercayai perkataan sang guru adalah sangat penting. Tanpa mempercayai perkataan sang guru, seorang murid tidak pernah mengalami pertumbuhan dan kemajuan dalam hidupnya.

Mengapa seorang murid harus mempercayai perkataan sang guru?

a.Mempercayai perkataan sang guru adalah jalan menuju pertumbuhan dan kedewasaan.

Ibrani 5:11,12

Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

Mengapa banyak anak Tuhan mandul secara rohani? Tua di gereja tetapi tidak pernah menjadi dewasa? Karena mereka lamban dalam hal mendengarkan. Ini bukan karena mereka tuli atau ada masalah dalam pendengarannya, tetapi karena hati mereka tidak percaya kepada firman Tuhan. Contohnya adalah dua orang murid Yesus yang menuju Emaus.

Lukas 24:25

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

Ketidakpercayaan kepada firman yang telah disampaikan Yesus sebelum hari kematianNya, membuat dua orang muridNya ini kehilangan pengharapan dan tidak mengenali orang yang berbicara dengannya adalah Yesus.

Berbeda dengan jemaat di Berea, hati mereka lebih baik karena percaya dan menerima firman Tuhan.

Kisah Rasul 17:11

Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

b. Mempercayai perkataan sang guru adalah landasan membangun pengertian yang sejati dan benar.

Yohanes 20:29

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Seorang pengikut, ia melihat tanda lebih dahulu baru percaya. Tetapi seorang murid, ia percaya sekalipun tidak ada tanda-tanda. Inilah kebenaranNya bahwa kepercayaan kita akan membangun pengertian yang benar tentang kebenaranNya.

Contoh:  Kita semua percaya bahwa Tuhan itu baik! Amin?! Pertanyaannya: Apakah Ia tetap baik, kalau anda susah, menderita, rugi, bangkrut bahkan mati? Seorang yang percaya kepada Allah akan tetap berkata Tuhan itu baik apapun situasinya. Sebaliknya pengikut/orang yang tidak percaya mengukur kebaikanNya berdasarkan situasinya. Keadaan baik berarti Tuhan baik, keadaan sukar, miskin, menderita berarti Tuhan tidak baik. Salah! Tuhan tetap baik sekalipun keadaan yang kita alami tidak baik, keadaan yang tidak baik Dia ijinkan terjadi demi kebaikan kita. Amin.

c.Mempercayai perkataan sang guru adalah pintu gerbang mujizat

Ibrani 11:1

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Mempercayai firmanNya dan pribadiNya adalah benih terjadinya mujizat. Seorang Perwira di Kapernaum menuai mujizat karena benih iman yang ditanam kepada Yesus. Matius 8:13 mengatakan: Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Markus 9:23  Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

d. Ketidak percayaan melemparkan kita jauh dari rencana dan tujuan Tuhan.

Ibrani 3:19

Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.

Ini adalah ironi, sebab dengan berbagai mujizat dan kuasa Allah, bangsa Isarel dikeluarkan dari tanah perbudakan di Mesir. Dari penderitaan mereka dijanjikan sebuah negeri yang berlimpah susu dan mandunya. Dengan pimpinanNya mereka disertai dengan tiang awan dan tiang api menghantar mereka masuk ke negeri perjanjian, namun semuanya gagal dan sia-sia karena ketidakpercayaan mereka. Ketidak percayaan telah melemparkan mereka jauh dari rencana dan tujuan Tuhan yang mulia itu.

  1. Komitmen untuk mentaati apa yang sudah didengar.

Seorang murid tidak dipanggil menjadi pengikut saja tetapi menjadi penurut Firman. Tidak hanya meditasi dan refleksi tetapi reaksi dan aksi nyata kebenaran firman Allah. Murid tidak hanya bertanya: apa yang Ia katakan, tetapi bertanya: apa yang harus kita lakukan.

Mengapa harus mentaati apa yang sudah didengar?

a.Murid dipanggil menjadi pelaku bukan hanya pendengar.

Yakobus 1:22 

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Dalam Yohanes 6 kita melihat dengan jelas perbedaan antara seorang murid dan pengikut. Seorang pengikut hanya mencari kesenangan, seorang Murid mencari pertumbuhan. Seorang pengikut mencari berkat, seorang murid mencari pemberi berkat. Pengikut, tidak berkomitmen mentaati apa yang sudah didengar. Seorang murid : taat melakukan apa yang sudah didengar. Muridkah kita?

b. Mustahil menerima kuasaNya tanpa mengadopsi kehidupanNya

Roma 8:29 

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Tujuan pemuridan adalah menjadikan setiap orang percaya serupa dengan Dia. Sebab hanya dengan menjadi serupa dengan DIA, kita akan menerima kuasaNya.

c.Ketaatan adalah ujung dari percaya.

Yakobus 2:26

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Iman seperti apakah yang kita miliki? Semuanya akan nyata melalui tindakan kita. Mereka yang memiliki iman yang penuh kepada Tuhan tidak pernah memiliki keraguan untuk bertindak sekalipun ditengah kemustahilan. Nyatakan iman anda melalui tindakan anda. GBU, KJP!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s