Menang Atas Musuh , oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 1 – Minggu, 12 November 2017

Kolose 2:4 – 7

 

Pendahulan

Sebagai murid Kristus kita diminta TUHAN untuk terus bertumbuh dan memberikan buah. Melalui pertumbuhan maka kita akan menjadi kristen yang kuat dan siap menang atas segala musuh. Dalam pertumbuhan juga diserukan oleh Rasul Petrus dalam 2 Petrus 1:5-7, pertumbuhan yang dirindukan Tuhan adalah pertumbuhan yang terus meningkat dari iman sampai kepada kasih akan semua orang, dikatakan kita juga harus berusaha dan bersungguh-sungguh.

Mengapa kita harus bertumbuh? Karena di akhir  zaman ini tantangan orang percaya bukan tantangan yang ringan dan gampang tetapi tantangan yang berat.

Menurut Rasul Paulus dalam surat Kolose, tantanganya antara lain:

  1. Ajaran palsu, Kolose 2:4

Hal ini kukatakan, supaya jangan ada yang memperdayakan kamu dengan kata-kata yang indah.”

Diakhir-akhir ini banyak pengajaran-pengajaran yang membuat nyaman untuk didengar, pengajaran tentang berkat-berkat, bahkan pengajaran yang bukan membawa jemaat untuk siap dan kuat menghadapi keadaan dunia yang semakin jahat. Tetapi sebagai gereja Tuhan kita harus lebih berhati-hati jika kita mendengar dan menemukan ajaran palsu di sekitar kita. Itu sebabnya, biarlah kita tetap setia tertanam dan beribadah sekalipun kita mengalami proses kekecewaan tetapi jadikan itu proses pertumbuhan dan tetaplah setia dalam pengajaran yang benar.

  

  1. Melalui “filsafat yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia” Kolose 2:8

Kita juga harus berhati-hati dengan kebenaran yang diciptakan manusia bahkan ajaran turun temurun serta hal-hal yang hubungannya dengan roh-roh jahat karena akan merusak kemurnian iman percaya kita.

Tantangan ini sering dan selalu kita jumpai di kehidupan sehari-hari baik di tengah keluarga, masyarakat maupun usaha. Jika kita tidak memiliki pertumbuhan maka iman kita akan sangat mudah dikalahkan.

  1. Dosa duniawi, Kolose 3:5-9

Didalam pasal yang ketiga, ini adalah daftar musuh yang kita hadapi  yang dapat merusak kehidupan pribadai, maupun kehidupan pernikahan orang percaya antara lain percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala ,yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Melalui pertumbuhan kita dihadapan Allah, saya percaya kita akan menang jika kita diperhadapkan dengan tantangan-tantangan yang dapat menghancurkan kita.

MENGALAMI PERTUMBUHAN

Bagaimana caranya kita mengalami pertumbuhan? Menurut surat Kolose, Rasul Paulus menekankan sifat-sifat pertumbuhan dengan gambaran hidup antara lain:

  1. Tertib Hidup, ayat 5

Bicara tentang tertib hidup saya gambarkan seperti seorang Prajurit yang tertib dalam tugas, baris berbaris bahkan menjadi Prajurit yang kuat, tangguh dan pantang menyerah dikarenakan kehidupan seorang prajurit dibentuk dari tertibnya kehidupan mereka.

Bagaimana dengan kekristenan kita? Banyak yang menjadi kristen yang setia bertahun-tahun, tetapi lebih dari kesetiaan kita, kita harus menjadi kristen yang hidup kekristenannya tertib seperti beribadah, berdoa, merenungkan Firman bahkan hidup dalam kehendak Tuhan maka kita akan dibentuk menjadi kristen yang kuat dan tidak menyerah.

  1. Hidup didalam kristus Ayat 6

“Menerima Kristus Yesus” sebagai Tuhan adalah hal utama saat kita rindu diselamatkan tetapi tidak cukup mengaku Yesus sebagai Juruslamat dan Tuhan justru kita harus hidup didalam Kristus.Hendaklah hidup kita berjalan menurut Kristus Yesus / hidup kita tetap didalam Kristus Yesus.

Contoh Seperti seorang musafir

Ada beberapa cermin kehidupan yang kita lihat dari seorang musafir :

  • Musafir memiliki tujuan yang jelas
  • Musafir menentukan arah jalan yang harus ditempuh.
  • Musafir selalu melewati setiap musim
  • Perjalanan musafir penuh ancaman, tantangan dan gangguan.

Orang percaya digambarkan seperti orang musafir. Bagaiman kita dapat memiliki tujuan yang jelas, mampu dan kuat selama perjalanan, bahkan melewati setiap musim kehidupan dan menghadapi tantangan, ancaman dan gangguan jika kita tidak hidup didalam Kristus? Hidup berjalan bersama dengan Kristus maka kita akan menang menghadapi semua musuh.

  1. Berakar ayat 6

“Hendaklah kamu berakar”

Tentang akar berarti kita akan melihat juga suatu pohon dalam ayat Firman Tuhan menjelaskan beberapa tentang Pohon.

Yesaya 61:13 – seperti pohon tanaman, Tuhan yang menceritakan keagungan Tuhan

Mazmur 92:13 – pohon yang  bertunas dan subur

Yeremia 17:6 – Pohon yang akar-akarnya ke tepi batang air

Dari ayat di atas dapat dikatakan bahwa dari suatu pohon, yaitu kita, dapat menceritakan keagungan Tuhan, bertunas bahkan berbuah jika akar pohon itu (kita) melekat pada batang air yaitu Yesus Kristus.

  1. Seperti bangunan

“Dibangun di atas Dia”

Sebuah bangunan yang kokoh dapat didukung dari bahan seperti: pasir, besi, batu bata, semen, kayu, seng/genteng, air dan tanah haruslah memiliki struktur yang kuat. Kayu yang akan digunakan haruslah kayu jenis tertentu dapat bertahan lama. Tetapi bangunan yang kokoh/kuat juga didukung oleh pondasinya yang kuat.

Demikian juga seluruh aspek hidup kita seperti hubungan pernikahan kita, pekerjaan kita, usaha kita hendaklah dibangun diatas Kristus yang adalah batu penjuru, batu pondasi yang kuat sehingga saat kita menghadapi musuh dalam hidup kita maka kita akan menjadi kuat.

Yesaya 28:16 – Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!”

  1. Jadilah Murid ayat 7c

“Yang diajarkan kepadamu”

Kolose 1:6,7- Jemaat kolose dapat bertumbuh saat mereka memposisikan diri mereka adalah murid yang mau diajar, dibentuk, dinasihati oleh seorang Gembala atau pengajar tetapi seorang murid harus memiliki kerendahan hati.

Ada seseorang yang bernama Epafras, sebelum dia mengajar dia pernah menjadi seorang murid. Nama Epafras –artinya adalah Pelayan setia Kristus. Karakternya:

  • Memiliki kerendahan hati
  • Suka berdoa, Kolose 4:12-13
  • Suka mendengarkan dan mengajar
  • Memperhatikan orang-orang yang lemah

Jika kita menyediakan diri untuk dididik, diajar maka kita akan menjadi murid Kristus yang teguh dalam iman sehingga kita dapat menang dalam menghadapi musuh.

  1. “Melimpah dengan syukur”

Hati yang melimpah dengan syukur akan meluap melalui mulut yang memuliakan Tuhan (Ibr 13:15).

Melimpah keluar seperti sungai: ucapan syukur yang kita naikkan ibarat sungai yang terasa menyejukkan  membawa suasana damai dan sukacita bagi diri kita maupun orang di sekitarnya.

Dalam hal apa kita patut bersyukur?

  • Dalam segala hal  (1 Tes. 5:18)
  • Dalam segala sesuatu (Ef. 5:20)

Ketika kita bersyukur maka kita sedang mengalahkan musuh-musuh kita, jadi tetaplah bersyukur.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s