APAKAH YANG KAMU CARI? Seri – 18 “Datang dan Tinggal Bersama” oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 26 November 2017)

Yohanes 1:39

Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.”

Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal,

dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia;

waktu itu kira-kira pukul empat.

Pendahuluan

Mengawali pembahasan firman Tuhan pagi hari ini, mari kita kembali memperhatikan kisah perjumpaan dua orang murid Yohanes dengan Tuhan Yesus. Pada saat itu Yohanes bersama dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah!” Mendengar apa yang dikatakannya itu, seketika itu dua orang muridnya pergi mengikut Yesus. Mengetahui ada orang yang mengikutinya, Yesus menoleh ke belakang lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Yesus berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia.

Perhatikan kalimat terakhir dari ayat ini: Yesus berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia. Mendengar undangan Yesus: “Marilah dan kamu akan melihatnya” seketika itu juga dua orang murid Yohanes tinggal bersama dengan Yesus. Untuk mengetahui makna yang lebih dalam dari keputusan dua orang murid Yohanes untuk tinggal bersama Yesus, marilah kita perhatikan pola pendidikan anak-anak Yahudi.

Sekolah Rabinik Yahudi mengharuskan setiap murid untuk tinggal bersama sang guru. Di rumah sang gurulah akan berjalan proses belajar antara murid dengan rabi. Pendidikan berjalan secara alamiah, yang berlangsung setiap saat. Tidak ada jam tertentu untuk memulai demikian juga untuk mengakhirinya. Semuanya bergantung kepada sang Rabi, kapan dimulai dan diakhiri.

Pola Pendidikan Yahudi

Mari kita perhatikan pola pendidikan yang dijalankan oleh keluarga-keluarga Yahudi.

a. BETH-SEFER.

Beth Sefer adalah sekolah tingkat dasar bagi anak-anak Yahudi. Anak-anak yang berusia 5 – 10 tahun wajib mengikuti pendidikan ini. Di kelas ini murid-murid dididik untuk menguasai bahkan menghafal 5 kitab Taurat yang terdiri dari Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Setelah menamatkan pendidikan sekolah Beth Sefer, anak-anak akan kembali kepada orang tua mereka untuk membantu pekerjaan ayah mereka masing-masing. Hanya anak-anak yang berprestasi yang akan masuk pendidikan lanjutan.

b. BETH-MIDRASH.

Beth Midrash diikuti oleh lulusan terbaik dari Beth Sefer. Rata-rata usia mereka adalah 10 – 15 tahun. Kurikulum materi pelajaran lebih tinggi dari Beth Sefer. Di Beth Sefer mereka belajar menghafal kitab Taurat, maka di Beth Midrash mereka  belajar menginterprestasi dan aplikasi Taurat dan kitab-kitab Perjanjian Lama.

c. BETH TALMUD/TALMID.

Sekolah berikutnya bagi anak-anak Yahudi adalah Beth Talmud/Talmid. Ini adalah tingkat terakhir dalam pendidikan Yahudi. Mereka yang masuk sekolah ini disebut Talmidin. Berbeda dengan Beth Sefer dan Beth Midrash, di Beth Talmud biasanya hanya murid yang terbaik dari yang terbaiklah yang berani memilih rabi untuk menjadi gurunya. Bila ia terpilih menjadi murid salah satu Rabi, maka seorang Talmidin akan hidup bersama rabi dan mengikuti dari dekat kemanapun rabi pergi. Kebersamaan dengan sang Rabi membuat mereka disebut “Cover in the Dust of Your Rabbi” dipenuhi debu dari kasut Sang Rabi.

Sebagai orang Yahudi, Tuhan Yesus mengerti betul budaya pendidikan seorang Talmidin. Itulah sebabnya ketika dua orang murid Yohanes diterima sebagai Talmidin dari rabi Yesus, mereka langsung tinggal bersama-sama dengan DIA.

PRINSIP PEMURIDAN TUHAN YESUS

Perhatikan kembali ayat pokok kita: Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia…”

Sejak saat itu dua murid Yohanes pembaptis tinggal bersama-sama dengan Tuhan Yesus. Inilah adalah awal pendidikan seorang Talmidin. Seorang Talmidin tinggal bersama-sama dengan sang rabi. Bagi Tuhan Yesus, seorang Talmidin tidak hanya sekedar tinggal bersama sang guru, tetapi kebersamaan dengan sang guru merupakan “prinsip pemuridan” yang harus dijalankan secara bersama-sama. Mulai saat ini dan selanjutnya kita akan mempelajari prinsip pemuridan yang dijalankan Tuhan Yesus melalui tinggal bersama.

Beberapa prinsip yang dapat kita pelajari adalah:

  1. Pengikut MENGETAHUI (to know) tetapi MURID : MENJADI (to be) seperti RABI

Bagi Tuhan Yesus menjadi seorang Talmidin bukan hanya sekedar mengetahui apa yang diketahui oleh sang rabi, tetapi seorang Talmidin harus menjadi sama seperti rabinya. Seorang murid sejati harus sampai pada level -to be- menjadi bukan hanya -to know- mengetahui. Inilah yang membedakan sekolah sekuler dengan pemuridan kristen.

  • Sekolah hanya memindahkan pengetahuan, tetapi pemuridan memindahkan kehidupan dan gaya hidup.
  • Pengetahuan diajarkan, kehidupan dipindahkan/diteladankan.

Pertanyaannya adalah: Apakah gereja sedang menjalankan pemuridan atau pendidikan rohani? Apakah ibadah-ibadah yang kita lakukan, kemah, PA, dll, membuat anak-anak Tuhan semakin mengerti (to know) atau semakin menjadi seperti Yesus (to be)? Kebanyakan yang terjadi adalah bahwa gereja sedang mencetak orang-orang Kristen kaya dalam pengetahuan Alkitab, tetapi miskin pengenalan akan Yesus. Ironisnya semakin tahu semakin sombong, penuh pengetahuan tetapi kosong dalam tindakan.

Panggilan kekristenan bukan hanya panggilan untuk ‘to know’ tetapi ‘to be’. Kita dipanggil bukan hanya untuk tahu banyak tentang Alkitab tetapi menjadi sama seperti Yesus.

Roma 8:28,29

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Kebanyakan dari kita menyukai ayat 28 saja. Kita percaya bahwa dalam segala sesuatu Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Tetapi apakah kita pernah bertanya, kebaikan apakah yang Tuhan kerjakan melalui segala sesuatu yang kita alami? Kebaikan yang Tuhan maksudkan ada didalam ayat 29 yaitu untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya.  Jadi semua pengalaman, kejadian, situasi dan musim kehidupan yang kita alami itu dimaksudkan agar kita semakin serupa dengan DIA. Beberapa orang mungkin dengan pengalaman berkat, ia semakin serupa Yesus, tetapi sebagian lagi menjadi seperti Yesus hanya melalui kesengsaraan dan kesulitan.

Tuhan membentuk kita melalui keadaan-keadaan dan orang-orang di sekitar kita. Amsal 27:17 berkata: Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Semakin sulit keadaan yang Anda alami dan semakin susah orang yang Anda hadapi, semakin besar peluang untuk menjadi sama seperti Yesus dengan cepat.

Yesaya 48:10

Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan.

Penutup                                                

Periksalah kembali hidup kekristenan kita. Apakah kita semakin serupa dengan Dia?  Jika kita tidak semakin serupa dengan Dia berarti ada yang salah dalam pengiringan kita. Kita  hanya menjadi  ‘to know’ tetapi tidak ‘to be’. Sebab itu bersyukurlah untuk semua keadaan dan orang-orang di sekitar kita, sebab oleh merekalah kita menjadi semakin serupa dengan Dia. Datanglah dan tinggal bersamaNya. Tuhan memberkati. KJP!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s