Keep The Spirit – Oleh Pdt. Hentje Manoppoh (Ibadah Raya 3 – Minggu, 26 November 2017 )

Amsal 18:14

Dalam Amsal 18:14, ada 2 kata yang mirip, yaitu kata bersemangat dan kata semangat. Pada umumnya kita mengerti bahwa, sebuah kata yang berawalan “ber” mengandung arti memiliki. Seperti bersuami atau beristri, artinya sudah memiliki suami atau memiliki istri. Sama halnya dengan kata bersemangat, artinya sudah memiliki semangat. Kata bersemangat inipun bukan kata sifat tetapi kata benda. Jadi walapun tak terlihat tetapi selalu tampak dalam kehidupan sehari-hari. Semangat merupakan keadaan jiwa yang membangkitkan atau menggairahkan sehingga memberi kesanggupan kepada seseorang untuk melewati permasalahan hidup dan dapat dirasakan oleh orang lain atau lingkungan.

3 Hal tentang semangat berdasarkan Amsal 18:14, yaitu:

  1. Semangat yang dimiliki dapat patah atau hilang
  2. Semangat dapat dipulihkan
  3. Ada yang memulihkan semangat yang patah

PENYEBAB SEMANGAT YANG PATAH

Dalam Alkitab kita dapat menemukan ada orang-orang yang berpengaruh dalam alkitab, memiliki semangat yang patah tetapi dapat dipulihkan. Apakah penyebab semangat yang patah dari sudut pandang Alkitab?

  • 2 Timotius 3:1 – Faktor sosial ekonomi

Pergumulan dalam sosial ekonomi, dapat mempengaruhi semangat seseorang. 2 Timotius 3:1, mereka beribadah tetapi hidupnya tidak sesuai kebenaran firman Tuhan karena pengaruh sosial ekonomi.

  • 2 Tesalonika 2:2 – Pemahaman yang keliru akan kebenaran firman Tuhan dengan tafsiran sendiri. Sebab kadang apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya ketika seseorang setia mengembalikan miliki Tuhan atau setia memberikan persembahan namun seolah-olah tidak ada perubahan hidup dan tetap saja berkekurangan. Dan ia berpikir bahwa firman Tuhan itu tidak nyata atau tidak terjadi.

Oleh sebab itu sebagai orang percaya, jangan sampai lingkungan atau kebutuhan ekonomi membuat semangat dalam mengiring Tuhan berkurang. Bahkan sampai meninggalkan Tuhan hanya karena salah pemahaman soal kebenaran firman Tuhan. Bila itu terjadi, maka sangat rentan seseorang  kehilangan semangat.

PEMULIH SEMANGAT YANG PATAH:

Meskipun semangat dapat pudar atau patah, semangat juga dapat dipulihkan oleh:

  1. Diri sendiri

Keadaan diri sangat berpengaruh dalam menjalani hidup, termasuk dalam membangkitkan semangat.

Contohnya:

  • Nabi Elia, menjadi hilang semangat oleh karena ancaman Istri Ahab yaitu Izebel. Namun Nabi Elia membangkitkan semangatnya sehingga ia bertindak sampai ke gunung Allah.
  • Raja Daud. Dalam kondisi terjepit, raja Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan (1 Samuel 30:6).

Kedua tokoh tersebut merupakan sebuah contoh yang nyata, bahwa dalam hidup ada saja tantangan yang dapat melemahkan diri kita sehingga membuat terpuruk dan patah semangat. Tetapi jangan biarkan iblis mengambil cela, melainkan bangkitkan diri kita dengan menguatkan iman serta bertindak.

  1. Kehadiran orang-orang percaya

Selain diri sendiri, lingkungan atau orang-orang sekitar sangat berpengaruh dalam pemulihan semangat yang pudar atau patah. Contoh: Rasul Paulus, 1 Tesalonika 3:6,7- Rasul Paulus terhibur oleh kehadiran jemaat Tesalonika sebab mendengar bahwa jemaat Tealonika bertumbuh. Efesus 3:13- Rasul Paulus pun menghibur jemaat agar tidak tawar hati melihat keadaan Paulus.

  1. Firman Tuhan

Firman Allah berkuasa dalam segala hal. Firman Allah adalah perkataan Allah yang menguatkan kita dalam masa-masa hidup di dunia ini.

  1. Roh Kudus (Pribadi Allah yang berdiam dalam diri orang percaya)

KESIMPULAN

Tidak ada semangat yang tidak dapat dipulihkan, sebab Tuhan kita berkuasa untuk memulihkan semangat. Oleh sebab itu percaya kepada Tuhan, meskipun ada masalah. Biarkan firman dan Roh Kudus memulihkan apa yang hilang dalam hidup kita.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s