PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 2 – Minggu, 26 November 2017)

I KORINTUS 15:58

“Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan ! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

PENDAHULUAN

Ayat ini dimulai dengan kalimat  “Karena itu…” Artinya ayat ini menjadi kesimpulan dari apa yang dibicarakan dalam ayat-ayat sebelumnya, yaitu ay.1-57.  Paulus sedang berbicara tentang apa yang dapat binasa dan apa yang tidak dapat binasa.  Paulus juga berbicara tantang apa yang akan terjadi kedepan kepada kehidupan setiap pengikut Kristus, yaitu tentang kebangkitan tubuh dan kemuliaannya.  Apa yang kita kerjakan saat ini, itu akan berpengaruh pada kehidupan yang dijanjikan Allah itu. Untuk mendapat apa yang Tuhan janjikan, yaitu kemuliaan dalam kebangkitan tubuh kita, maka kita harus mengerjakan hidup yang berkemenangan. Keselamatan diberikan gratis oleh penebusan Yesus, tetapi untuk mempertahankan keselamatan diperlukan perjuangan.

PEMENANG ATAU PECUNDANG

Fakta membuktikan bahwa orang percaya menjadi pecundang, selalu kalah dalam pergumulan imannya, bukan karena Tuhan tidak campur tangan dalam seluruh aspek kehidupan orang percaya, tetapi karena faktor manusianya yang lebih dominan dari pada Firman Tuhan yang ia dengar. Contoh:  Fakta tentang pencobaan hidup. Tidak sedikit orang yang menyalahkan Tuhan, karena merasa Tuhan tidak bertindak untuk menolong, bahkan menuduh Tuhan sengaja mendatangkan pencobaan. Apa kata Alkitab tantang hal ini?

Yakobus 1:13-15 “Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata:  Pencobaan ini datang dari Allah! Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginanya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”

 

Yakobus 1:13-15 menjelaskan, pencobaan bukan dari Tuhan, karena Tuhan tidak mencobai siapapun.  Pencobaan datang dari keinginan manusia itu sendiri,  ia diseret dan dipikat keinginanya sendiri. Jika keinginan dagingnya lebih kuat dari nalar kerohaniannya, maka akan melahirkan dosa lewat perbuatannya selanjutnya. Jika dosa itu tidak segera diselesaikan, maka akan masuk pada masa kematangan dosa yang berujung kepada kebinasaan. Siapa yang salah dalam hal ini ?  Manusia itu sendiri. Semua aturan firman Tuhan sudah jelas, tetapi jika ada orang yang mengaku percaya Tuhan kemudian terjebak dalam pencobaan, itu karena pilihannya sendiri untuk keluar dari aturan firman Tuhan yang melindunginya.

Contoh lain: Fakta dalam pertumbuhan rohani.

Tidak sedikit orang percaya yang pertumbuhan rohaninya seperti bonsai.  Fakta ini terjadi bukan karena salah penggembalaannya atau didikan rohaninya kurang baik. Tetapi apa kata Alkitab tentang hal ini ?

Ibrani 5:11-15 “Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari pernyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu bukan makanan keras. Sebab barang siapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa yang karena mempunyai panca indera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.”

Yang membuat orang tidak bertumbuh dalam iman, karena lamban dalam hal mendengarkan pengajaran firman Tuhan.  Masih suka dengan makanan firman yang lunak-lunak seperti susu dan tidak mampu mencerna makanan firman yang keras.  Meskipun kalau ditinjau dari sudut waktu, harusnya sudah jadi pengajar/ guru tetapi sayang sifatnya masih seperti anak-anak, karena rohaninya kerdil tidak bertumbuh. Apa sebenarnya yang membuat seseorang jadi lamban mendengar?

Ibrani 6:12 – Memberikan penjelasan: “Agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.”   Penyakit lamban ternyata bukan karena bodoh, tetapi tidak mau menuruti firman Tuhan, cenderung menolak firman Tuhan, terutama firman yang merobek kedagingannya.

Masih banyak lagi contoh-contoh lain dalam Alkitab yang alami kekalahan dalam kehidupan rohaninya.

Dalam Perjanjian lama ada:

  • Adam /Hawa dengan keinginannya sendiri mereka menolak apa yang sudah difirmankan untuk jangan makan buah pengetahuan baik dan jahat.
  • Abraham dengan keinginannya sendiri melalui saran istrinya memilih untuk mengambil jalan pintas untuk mendapatkan anak dari pada menunggu janji Tuhan.
  • Saul, simson, dan Daud, mereka adalah orang-orang istimewa dihadapan Tuhan tapi pernah menjadi pecundang, alami kekalahan hidup kerohaniannya karena jatuh pada jerat keinginannya sendiri.

Dalam perjanjian baru  ada:

  • Yudas Iskariot, ia salah satu dari 12 rasul pilihan Tuhan, tetapi ia terjerat pada keinginannya sendiri untuk memilih uang dari pada terus menjadi murid Tuhan, ia berkhianat dan menjual guru dan Tuhannya.
  • Ananias /Safira, pasangan suami istri ini dengan keinginannya sendiri tanpa dipengaruhi orang lain mereka korupsi uang persembahan yang mereka janjikan dengan berdusta kepada Roh Kudus.
  • Herodes, yang satu ini memang bukan termasuk orang yang percaya Tuhan, tetapi ia mendengar firman Tuhan. Herodes bukan saja menolak firman Tuhan yang disampaikan oleh Yohanes pembaptis tetapi ia melawan Tuhan. Suatu kali dengan congkaknya ia meninggikan dirinya ingin disamakan seperti Allah. Dalam pidatonya ia mengucapkan kata-kata sombong dan hujat yang begitu jahat untuk diucaokan sehingga Alkitabpun tidak menuliskan apa yang diucapkannya, Tuhan perintahkan malaikatnya untuk menampar Herodes dan ia pun mati dan tubuhnya dimakan cacing. Kisah. 12:21-23. Herodes lebih memilih kehormatan dirinya dari pada menghormati Allah. Hujat kepada Anak manusia masih dapat diampuni, tetapi hujat kepada Roh Kudus  dengan tidak menaruh hormat tidak lagi ada pengampunan.

Bagaimana  cara  memiliki  hidup yang  berkemenangan ? Melalui ayat pokok kita dalam  1 Korintus 15:58 – dapat kita ditemukan ada 7 prinsip hidup yang berkemenangan.

ADA 7 PRINSIP HIDUP YANG BERKEMENANGAN

Dengan melihat kembali ayat pokok diatas kita dapat mengetahui prinsip-prinsip itu.

I KORINTUS 15:58 “Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Rasul Paulus, memakai kata  “Kekasih”  Inilah yang menjadi prinsip:

  1. Melakukan segala sesuatu dengan kasih.

 Jangan lihat orang lain sebagai musuh, tetapi lihat dalam sudut kasih . Orang dapat saja melakukan banyak hal yang buruk kepada kita, kita harus tetap sabar dan lihat dalam sudut pandang yang baik terhadap mereka, karena ada hal yang indah yang dapat Tuhan kerjakan dalam hidup mereka.Hal ini sudah dikerjakan oleh Tuhan Yesus.

Lukas 23:33-34

Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain disebelah kiri-Nya. Yesus berkata: Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…..”

 

Dari sudut hukum, tidak ada hukum apapun yang dapat membenarkan Tuhan di hukum salib, karena terbukti tidak bersalah.  Dari sudut keadilan, sangat layak dilakukan pembalasan, bagi mereka yang begitu beringas mencaci maki, menghina, memfitnah dan menyalibkan Yesus. Tetapi Tuhan kita tidak melakukannya. Sebaliknya Tuhan memandang dengan sudut kasih-Nya yang agung dan berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat…” Semua yang Tuhan perbuat karena Kasih-Nya kepada kita. Jika Tuhan bertindak dari sudut penghukuman, maka tidak ada lagi kita sekarang ini. Allah memulai pekerjaan-Nya dari kasih dan diakhiri juga dengan kasih.  Jika kita ingin memiliki hidup yang berkemenangan, milikilah KASIH.

Kasih adalah fondasi kuat, tidak ada kehidupan yang langgeng jika tidak ada landasan kasih. Bentuk  yang nyata dari kasih adalah pengampunan. Untuk apa kasih Yesus dinyatakan, adalah untuk pengampunan. Jika kita ingin memiliki prinsip hidup yang berkemenangan kita harus memiliki hal pertama ini, sebab semua perjuangan selanjutnya tidak akan ada artinya apa-apa tanpa kasih. Tindakan nyata yang harus kita kerjakan dengan kasih ini adalah : Melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah dan yang menyakiti kita, memang tidak mudah tetapi itu harus. Semua akar penyakit baik jasmani maupun rohani tumbuh subur jika kita memiliki kepahitan, dendam , lepaskan pengampunan maka kita akan terbebas dari tekanan dan penyakit yang mematikan ini. Mintalah kekuatan Roh Kudus untuk mendorong dan memberi kemampuan anda untuk mengampuni, sekarang  jangan ditunda lagi.  Inilah prinsip pertama untuk kita jadi pemenang.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s