MEMBANGUN PERSEKUTUAN PRIBADI DENGAN YESUS oleh Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 3 Des 2017)

Wahyu 2:24,25

PENDAHULUAN

Dalam seri khotbah pengikut Yesus yang sejati dibahas tentang roh Izebel. Banyak jemaat Tiatira yang terseret ajaran (roh) Izebel, roh perzinahan. Tetapi di antara jemaat Tiatira ada pengikut Yesus yang sejati yang tidak terseret ajaran (roh) Izebel, yaitu tidak berzinah jasmani ataupun rohani. Mereka adalah orang-orang yang setia dalam pengiringan kepada Tuhan. Yesus berjanji, tidak akan menanggungkan beban lain kepada mereka.

Perhatikan tabel berikut:

Dari tabel berikut, kita mengerti bahwa jemaat yang terseret roh Izebel akan masuk dalam kesusahan besar, yaitu masa dimana dunia akan dikuasai oleh antikris. Pada masa itu akan ada siksaan, mereka harus bertahan dalam siksaan bila mereka kalah maka mereka masuk dalam dalam kematian kekal (neraka). Tetapi meski begitu kuatnya ajaran roh Izebel dalam jemaat Tiatira, masih ada sedikit jemaat yang bertahan, yaitu percaya kepada Yesus. Maka Allah akan meluputkan mereka dari kesusahan besar melalui penyingkiran. Kiranya pertumbuhan kekristenan kita seperti tabel berwarna biru, sehingga jemaat tidak terkecoh dengan ajaran-ajaran yang salah.

NASIHAT YESUS UNTUK PENGIKUT YESUS SEJATI

Bagi jemaat yang tidak terseret ajaran Izebel, Yesus menasihati dalam Wahyu 2:25 “Apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.” Artinya, jikalau ingin terluput dari kekejaman Antikristus yang akan berkuasa di dunia selama 3,5 tahun maka setiap pengikut Yesus yang sejati harus menjadi Jemaat yang kuat, kokoh, teguh dan berdaya tahan dalam iman. Dengan cara membangun hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus, pengikut Yesus tidak akan terseret oleh ajaran sesat di akhir zaman. Dalam Matius 26:36,37 Yesus memberikan sebuah contoh, bahwa ada 3 formasi berdoa.

TIGA FORMASI YESUS BERDOA

Ada tiga formasi doa yang Yesus lakukan ketika berdoa di Taman Getsemani dan ketiga formasi ini sangat penting :

  1. FORMASI 11

Yaitu saat Yesus berdoa bersama 11 orang murid-Nya, ayat 36. Sebab pada saat itu Yudas tidak bersama dengan mereka, karena Yudas pergi kepada para Imam untuk menjual Yesus. Jadi, Yesus hanya bersama kesebelas muridnya untuk berdoa. Ini merupakan gambaran saat ibadah raya. Formasi ini sangat penting, sebab ibadah raya adalah wadah di mana kita dinasihati; ditegur; dan diingatkan firman Tuhan oleh hamba-hambaNya, agar hidup selaras dengan kehendak-Nya.

  1. FORMASI 4

Yaitu saat Yesus berdoa bersama 3 orang murid-Nya, ayat 37. Gambaran saat kita bersama Yesus dalam komunitas kecil atau keMah. Dalam komunitas kecil ini pun, kita harus giat agar semakin bertumbuh. Dalam komunitas kecil, kita dilengkapi dan dibangun menjadi jemaat yang lebih matang dan dewasa sehingga tahu bagian mana Allah memanggil kita untuk berperan dalam jemaat. Efesus 4:11

  1. FORMASI 1

Yaitu saat Yesus berdoa hanya seorang diri, ayat 39. Gambaran saat kita seorang diri, hanya bersama Yesus. Gambaran hubungan secara pribadi dengan Tuhan. Hubungan ini jangan sampai terputus, oleh situasi dan kondisi apa pun. Melainkan hendaknya tetap terus terbangun hubungan pribadi dengan Tuhan di manapun dan kondisi apapun kita. Contoh seorang Rasul bernama Yohanes, ia seorang Rasul yang paling terakhir meninggal dari sekian rasul pada masanya. Lewat hubungan pribadinya dalam formasi 1, ia mendapat wahyu tentang apa yang terjadi di masa yang akan datang. Rasul Yohanes mendapat wahyu pada waktu ia dibuang ke pulau Patmos sebagai tenaga rodi. Wahyu 1:10, wahyu yang ia dapat pada waktu hari Tuhan. Yang dimaksud hari Tuhan bukan hari kedatangan Yesus kedua kali, tetapi hari minggu atau hari beribadah. Walaupun Yohanes sendirian, Yohanes membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Hasilnya rasul Yohanes kuat menghadapi cobaan berat, dan menerima wahyu Tuhan tentang akhir zaman.

Contoh berikut, terdapat dalam Kisah 10:9b-10. Menuliskan tentang Rasul Petrus yang mendapat hal baru tentang keselamatan yang tidak hanya pada orang Isarel tetapi semua orang yang percaya kepada Yesus saat ia ada dalam formasi 1.

KUALITAS KEKERISTENAN

Sesungguhnya kualitas kekeristenan yang menentukan bukan saat kita berada pada formasi 11 dan 4, yaitu saat berhimpun bersama-sama dalam komunitas  besar seperti hari minggu atau keMah. Sebab ketika kita alami serangan dalam posisi komunitas besar seperti ini, kita akan berusaha jaga gengsi kita sebagai Pengikut Yesus Yang Sejati. Seperti dalam Matius 26:30-35, peristiwa ini terjadi saat Petrus dan murid-murid lainnya berkumpul bersama (Formasi 12). Saat itu Yesus jelaskan tantangan dan peperangan iman yang akan dialami murid-murid saat Yesus disalib. Contohnya, Petrus dengan semangat mengatakan ia tidak akan tergoncang imannya. Sesungguhnya Petrus ingin menunjukkan kepada murid-murid lainnya, bahwa dia adalah Pengikut Yesus Yang Sejati, yang tidak tergoyahkan. Namun pada akhirnya Petruslah yang menyangkal Yesus. Petrus tidak menyangka bahwa dia  akan diadili di pengadilan tak resmi.

TANTANGAN PADA FORMASI 1

Cara untuk dapat menghadapi tantangan berat waktu seorang diri atau berada dalam formasi 1, yaitu:

  1. MENGUDUSKAN YESUS DALAM HATI

Betapa pentingnya membangun hubungan yang intim dengan Yesus bukan hanya saat di Ibadah Raya atau Ibadah khusus. Tetapi kita harus tetap membangun hubungan yang intim dengan Yesus saat seorang diri. Setelah Petrus bertobat dan menyadari kesalahannya, ia berkenan memberi nasihat kepada kita dalam 1 Petrus 3:16 “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggunan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.”

Kita tidak mungkin bisa menguduskan Yesus adalah Tuhan, apabila kita tidak memiliki hubungan yang pribadi dan yang intim dengan Yesus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s