KRISTEN PEMENANG oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 10 Desember 2017)

Wahyu 2:26-29

 

PENDAHULUAN

Kita terlebih dahulu sudah membahas Wahyu 2: 24, 25 tentang rahasia atau cara untuk menjadi pengikut Yesus yang kuat, berdaya tahan dan berkemenangan. Dimana untuk menjadi kristen pemenang kita tidak cukup hanya aktif dan setia dalam ibadah raya atau yang saya istilahkan dengan Formasi 12 (Merujuk pada persekutuan Yesus bersama 11 Murid), melainkan iman kita harus terus ditingkatkan dalam komunitas yang lebih kecil seperti keMah atau kita gunakan istilah Formasi 4 (Merujuk pada persekutuan Yesus bersama 3 Murid). Dalam komunitas kecil ini lebih memungkinkan kita untuk bertanya ataupun berbagi tentang kebenaran Firman Tuhan, sehingga pengetahuan kita tentang firman Allah dapat bertambah begitu juga hubungan dengan saudara seiman menjadi lebih erat. Sekalipun kedua hal ini sudah kita lakukan tidak berarti bukanlah sebuah jaminan kita cukup kuat untuk disebut Kristen pemenang, karena kita harus membangun kehidupan rohani kita dalam persekutuan secara pribadi dengan TUHAN, inilah yang disebut  Formasi 1 (Merujuk pada pergumulan Yesus seorang diri di Taman Getsemani). Ketika ada cobaan atau masalah maka kita akan dikuatkan, ketika ada dalam perkumpulan besar seperti ibadah raya (Formasi 12) atau komunitas yang lebih kecil seperti keMah (Formasi 4). Namun bagaimana jika cobaan atau masalah justru datang menyerang disaat kita seorang diri? Inilah sebabnya kita perlu kuat dalam membangun hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Hubungan atau persekutuan pribadi dengan Allah ini dilakukan oleh Yesus ketika Dia bergumul di Taman Getsemani, sebelum Dia ditangkap dan disalib. Yesus mendapat kekuatan sekalipun Dia sendiri, karena ada persekutuan pribadi dengan Bapa-Nya dan ini membuat Dia keluar sebagai pemenang. Jika memiliki persekutuan yang kuat secara pribadi dengan TUHAN kita akan keluar sebagai Kristen pemenang sekalipun kita berada dalam situasi seorang diri.

JANJI YESUS BAGI YANG MENANG

Dalam Kitab Wahyu 2:24 -28, ada 3 hal yang Yesus janjikan bagi kita yang menang:

  1. Diberi kuasa atas bangsa-bangsa (Wahyu 2:26)
  2. Memerintah bangsa-bangsa dan meremukkan mereka dengan tongkat besi (Wahyu 2:27).
  3. Menerima karunia bintang timur ( Wahyu 2:28).

Ketiga janji ini hanya akan diberikan kepada orang yang menang yaitu Pengikut Yesus Sejati, atau dapat juga kita sebut Kristen Tanpa Campuran. Jika ada Kristen tanpa campuran maka tentu ada juga orang Kristen yang imannya tidak murni atau telah bercampur, untuk lebih memahami apa itu iman campuran kita dapat menemukan contohnya dalam Keluaran 32, dimana menceritakan Musa yang sedang bersama Allah untuk menerima perintah/hukum Allah. Selama 40 hari Musa berada di gunung Allah. Durasi waktu yang lama itu membuat umat Israel gelisah dan berspekulasi bahwa Musa tidak akan kembali lagi atau sudah mati. Alasan inilah yang menyebabkan umat Israel datang kepada Harun, dan minta dibuatkan berhala untuk mereka sembah.

Secara biologis Harun adalah kakak Musa, dia juga memegang jabatan imam dan dapat dikatakan sebagai asisten Musa. Dengan status ini seharusnya Harun menegur bangsa Israel agar tidak melakukan dosa, namun yang terjadi justru Harun ikut terseret dalam menyembah berhala. Harun bahkan berani berkata kepada Israel bahwa patung lembu emas itulah Allah Israel  (Keluaran 32:4). Ini menjadi peringatan bagi kita, jika seorang pelayan TUHAN seperti Harun saja dapat terseret maka kita pun perlu berhati-hati.

Ditengah-tengah umat Allah Harun mengeluarkan pernyataan yang dapat dikatakan sebagai bentuk perzinahan rohani, Harun berkata : “Besok, hari raya bagi Tuhan (YAHWEH)”  (Keluaran 32:5). Artinya penyembahan kepada berhala dimanipulasi seolah penyembahan itu ditujukan kepada Allah (YAHWEH). Harun melecehkan TUHAN dengan menyamakan TUHAN dengan berhala.

Hal yang sangat menyedihkan karena di zaman sekarang pun masih ada orang kristen sekarang coba mengabungkan kebenaran firman Allah dengan ajaran agama lain, atau ajaran nenek moyang bahkan ada yang masih pergi ke dukun. Ini sama dengan perzinahan rohani.

Tidak hanya perzinahan rohani tetapi bangsa Israel juga melakukan perzinahan jasmani.  Dikatakan keesokan hari tepatnya pada pagi hari umat Israel bangun dan memberi persembahan di altar, setelah itu mereka makan, minum dan berpesta pora. Kata Pesta pora yang dimaksud bukan sekedar makan, minum dan bersenang-senang, tapi mereka sampai melakukan pesta perzinahan seperti yang mereka lakukan di depan Baal Peor (Bilangan 25:5,7,8) dimana menimbulkan murka ALLAH sehingga menulahi bangsa Israel.

ALLAH BENCI CAMPURAN

Allah sangat membenci dan melarang ibadah campuran, hal ini tercatat dalam Imamat 19:19. Ada 3 Perintah dan Ketetapan Allah terkait percampuran :

  1. Jangan kawinkan dua jenis ternak

Pada saat itu Domba, kambing, burung adalah hewan yang dijadikan korban persembahan kepada TUHAN. Korban yang bercampur tidak berkenan pada Tuhan.

  1. Jangan menaburi ladangmu dengan dua jenis benih

Ladang adalah gambaran hati dan benih adalah Firman Allah, jadilah pribadi yang hanya membuka hati untuk kebenaran Firman Allah dan bukan ajaran yang lain.

  1. Jangan pakai pakaian yang dibuat dari dua jenis bahan.

Pakaian berbicara soal identitas kita, dari perbuatan maupun perkataan haruslah mencerminkan diri kita sebagai pengikut Yesus.

Setelah kita melihat betapa Allah membenci iman yang bercampur maka masih ada waktu bagi kita untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Apakah kita memiliki iman yang murni atau justru telah bercampur dengan ajaran lain. Rasul Paulus dengan keras menasihatkan kepada jemaat korintus agar tidak bergeser dari iman yang murni kepada Tuhan dengan tidak menyembah berhala dengan tidak mencari pasangan seorang penyembah berhala (2 Korintus 6:14-18). Ini mengajarkan kita bahwa pentingnya mencari pasangan yang seiman dan menjaga kekudusan demi mempertahankan iman yang murni.

 

UPAH ORANG YANG MENANG

Sebagai orang yang menang maka ada upah yang akan Yesus berikan, yaitu :

  1. Berkuasa Atas Bangsa-bangsa

Wahyu 2:26 “Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa.”

Yang dimaksud adalah saat Yesus datang pada kali ke-2, kronologisnya adalah saat Yesus turun dari sorga ke angkasa maka :

  • Orang percaya yang telah mati akan dibangkitkan. Kemudian orang percaya yang masih hidup (Gereja Sempurna, Pengikut Yesus Yang Sejati), akan diubahkan. Lalu semuanya akan diangkat menyongsong Tuhan di angkasa. Dan dari angkasa, Yesus akan perintahkan 7 malaikat menuangkan satu demi satu 7 cawan murka ke bumi sebagai penghukuman bagi orang berdosa. Setelah cawan murka ke 6 dituangkan, maka Yesus akan turun ke bumi, bersama orang-orang kudus, seperti tercatat dalam Zakharia 14:1-5; Yudas 1:14.

Ketika Ia turun ke bumi untuk melakukan perang Harmagedon, Yesus tidak turun sendirian, tetapi Yesus datang bersama gereja sempurna atau orang-orang kudus-Nya. Secara spesifik mereka adalah orang yang menang (Pengikut Yesus Yang Sejati, yaitu orang percaya yang menang atas ajaran / roh Izebel).

  1. Meremukkan Musuh Dengan Tongkat Besi (Wahyu 2:27)

Hal berikut yang kita lihat adalah tujuan Yesus datang bersama orang-orang kudus-Nya (Pengikut Yesus Yang Sejati) adalah untuk mengalahkan musuhNya. Artinya orang percaya dilibatkan untuk menghukum.

Rasul paulus pun menegur jemaat yang bertikai dan membawa perkaranya sampai ke pengadilan. I Korintus 6:2a “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia..?”

Secara detail kitab Wahyu menjelaskan apa yang akan kita lakukan ketika Yesus turun dari angkasa ke bumi pada waktu  perang Harmagedon ( Wahyu 19:17-21).

Disebutkan ada burung-burung, Ini adalah istilah Tipologi. Semua burung yang dimaksud adalah orang-orang kudus, (Zakharia 14:1-5; Yudas 1:14).  Inilah Gereja Sempurna atau Pengikut Yesus Yang Sejati, yang telah disingkirkan ke padang gurun pada saat Antikristus berkuasa dan memerintah di bumi.

Kita akan diundang untuk makan pesta perjamuan (Wahyu 19:17b,18), artinya Yesus mengundang dan melibatkan kita untuk melakukan pembalasan kepada orang-orang berdosa/jahat. Pembalasan digambarkan seperti menikmati pesta perjamuan (sebelum Yesus datang kedua kali, kita tidak diijinkan lakukan pembalasan. Tetapi saatnya akan tiba, akan ada pembalasan bagi yang menolak Yesus dan para penganiaya). Antikristus dan Nabi Palsu akan ditangkap dan dilemparkan ke neraka begitu juga semua orang berdosa, orang yang tidak percaya kepada Yesus.

  1. Menerima Bintang Timur

Setelah semua orang berdosa dibinasakan maka janji yang ketiga akan diberikan kepada orang yang menang. Kita akan menerima Bintang Timur (Wahyu 2:28). Kita tahu Tuhan Yesus Kristus bergelar Bintang Timur (Wahyu 22:16). Artinya Kita akan menerima kemuliaan yang sama seperti yang Yesus terima dari Bapa. Karena seperti dikatakan dalam Filipi 2:9-11, Yesus akan menerima kemuliaan melebihi dari semua yang mulia yang ada di Sorga. Itu sebabnya, semua yang ada di sorga akan bertekuk lutut di hadapan Yesus kemudian memuji dan menyembah Yesus sambil berkata “Layaklah-layaklah Anak Domba…!

Ditengah pergumulan hidup seperti apapun, kiranya kita tetap setia mempertahankan iman yang murni, sampai saatnya kita ikut memerintah bersama Yesus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s