YESUS SANG RAJA – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 17 Desember 2017)

 YOHANES 18:37

Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

PENDAHULUAN

A. Salah Memahami Yesus : “Jadi Engkau adalah raja?”

Yesus adalah tokoh kontroversial menurut anggapan orang banyak dan seorang tokoh yang paling banyak disalahpahami. Orang-orang Yahudi sendiri menolaknya (Yoh 1:10-11). Mereka melihat Yesus sebagai seorang pemberontak, seorang yang tidak bisa beradaptasi dan seorang yang fanatik dalam pikiran mereka. Ia adalah seorang Rabi sesat yang menyebarkan ajaran sesat yang mencemarkan pengajaran dan hukum Musa dan yudaisme. Orang-orang yang tidak percaya Tuhan (Ateis), agnostik dan Humanis melihatnya hanya sekedar sebagai manusia, seorang tokoh historis yang diubah oleh sekelompok orang menjadi Allah dan objek penyembahan. Orang-orang non Kristen, menganggapnya hanya sebagai salah seorang diantara jajaran para nabi yang adalah seorang guru yang agung, orang yang saleh dan nabi yang besar tetapi gagal untuk memberikan karya penebusan bagi umat manusia secara tuntas. Bahkan orang-orang Kristen menganggapnya sebagai pendiri sebuah agama dan telah mengubah pengajaran-Nya menjadi kebiasaan dan pelayanan secara ritual. Mempercayai diri-Nya hanya karena berkat berkat-Nya.

B. “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, Yoh 18:37b

Tujuan Yesus lahir dan datang ke dunia ini untuk menyatakan keberadaan Kerajaan-Nya. Yohanes 18:36, Yesus tidak mengatakan bahwa kerajaan-Nya tidak ada di bumi tapi Kerajaan-Nya bukan berasal dari bumi. Artinya Sistem kerajaan-Nya, Budaya Kerajaan-Nya, Nilai-nilai Kerajaan-Nya, dan Prinsip-prinsip Kerajaan-Nya memang tidak sama dengan kerajaan yang ada di dunia ini.

TUJUAN KEDATANGAN-NYA

Semua yang disampaikan-Nya mengenai kerajaan-Nya adalah bahwa Dia ingin menjadi RAJA di hati Kita. Ketika Dia menjadi Raja di hati kita maka Dia menguasai seluruh hidup kita sehingga karakter kita bahkan keputusan yang kita ambil semua sesuai dengan kehendak-Nya.

KONSEP KERAJAAN TENTANG RAJA-RAJA

Kita akan belajar tentang Konsep kerajaan Allah yang akan bermanfaat bagi kehidupan yang kita jalani di dunia.

  1. Seorang raja tidak pernah dipilih untuk berkuasa (Hak Kelahirannya)

Ketika seorang lahir dari keturunan Raja maka dia akan menjadi raja berdasar garis keturunan. Sehingga kekuasaannya sudah melekat sejak ia lahir. Ia memiliki otoritas sekalipun belum sah menjadi raja karena masih belum waktunya. Artinya seorang raja memang dilahirkan untuk berkuasa. Di Sorga sudah ada Raja di atas segala raja, tapi dalam kitab Wahyu mengatakan bawha kita akan ikut memerintah bersama Dia di bumi. Ini hanya mungkin terjadi ketika kita terlebih dahulu menjadikan Dia raja di hati kita. Dia ingin mempercayakan kita untuk menjadi raja di dunia ini. Itu sebabnya saat ini kita sudah harus belajar berkuasa atas keadaan-keadaan yang terjadi dalam dunia. Menguasai krisis yang terjadi dan mampu mengatasinya. Yesaya 9:5-6 menjelaskan Yesus adalah Raja bahkan jauh sebelum kelahiran-Nya. Bukan manusia yang menjadikan Dia Raja, manusia hanya bisa mengakuinya (Mat 2:2).

  1. Seorang raja tidak dapat dipisahkan dari kekuasaan.

Kerajaan adalah miliknya sejak ia dilahirkan. Seorang raja berhak memerintah seumur hidupnya. Demikian dengan Yesus sebagai raja. Sebelum dunia ini ada,  sampai dunia ini berlalu, Ia tetap Raja dan tidak ada yang dapat merebut hal itu dari pada-Nya (Wahyu 11:15b). Bahkan Lucifer dan Kerajaan-kerajaan dunia pernah berusaha menurunkan kedudukanNya sebagai Raja, namun mereka semua gagal melakukannya.

  1. Otoritas seorang Raja itu Mutlak.

Para Presiden harus berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan para Perdana Menteri dengan parlemen. Jika Perdana Menteri membuat suatu keputusan, senat dapat membahasnya, parlemen dapat menyerangnya, media mungkin memangkasnya dan ia mungkin berubah pikiran. Tetapi saat seorang raja berbicara, ia berbicara dengan otoritas mutlak, otoritas yang melekat pada status kerajaannya. Otoritas yang dimilikiNya tidak dapat ditentang oleh manusia (Roma 9:18-20).

  1. Perkataan Raja adalah HUKUM

Karena otoritas seorang raja mutlak, perkataannya merupakan Hukum. Tidak ada seorangpun yang dapat membatalkan perintah-Nya, kita dapat melihat bagaimana perkataan dari Raja Ahasweros menjadi hukum yang tidak dapat dibatalkan lagi, Ester 1:19. Firman Allah adalah kekal, bumi ini akan berlalu tapi tidak dengan Firman-Nya. Perkataan Yesus begitu berkuasa Matius 8:16

  1. Secara pribadi Raja memiliki segalanya di wilayah kekuasaannya

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Rumah (beserta isinya), tanah (apa yang ada didalamnya, apa yang tumbuh di atasnya), air (Ikan yang berenang di dalamnya), udara (burung yang terbang di atasnya), semua aset, bahkan diri dari warga kerajaan (termasuk semua yang melekat di tubuhnya) menjadi milik sang Raja. Dalam kerajaan tidak ada rakyat yang dapat mengklaim sesuatu sebagai milik pribadi. Yesus adalah Raja karena itu semua yang kita miliki bahkan hidup kita adalah milik-Nya, Mazmur 24:1; 50:10. Kita bersyukur bahwa semua yang kita miliki sekarang (Harta, kesehatan dll) adalah kepercayaan dari Tuhan Yesus Sang pemilik. Karena itu jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada-Nya.

  1. Seorang raja memilih siapa yang akan menjadi warga negaranya.

Seorang rakyat tidak memiliki kemampuan dari dirinya sendiri untuk menentukan status dirinya sebagai warga kerajaan, karena itu sepenuhnya bergantung pada Raja. Karena otoritas mutlak yang dimiliki-Nya Dia telah memilih kita. Ia menentukan standar untuk siapa saja yang mau menjadi warga negaraNya,Yohanes 15:16-19.

C. Yoh 18:37c “..supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

Yesus telah memberi kesaksian tentang kebenaran tentang kerajaan-Nya. Setiap orang yang berasal dari kebenaran akan menjadikan Dia sebagai Raja akan hidupnya. Yoh 18:38a, Pilatus bertanya apakah kebenaran itu? Kebenaran yang dimaksud adalah ketetapan-ketetapan dalam kerajaan-Nya. Jadikan Yesus sebagai Raja dalam hidup kita dan jadikan Firman-Nya berkuasa dalam hidup kita, maka sepenuhnya kita dapat taat pada kehendakNya dan bukan pada kepentingan atau kehendak daging kita. Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s