BELAJAR DARI SEORANG ANAK KECIL – Oleh : Pdt. Roland Sitompul (Ibadah Natal Sore – Minggu, 24 Desember 2017)

Matius 18:1-5

Pertanyaan murid-murid sangat menarik dan pertanyaan ini wajar sebab mereka sudah mengorbankan banyak waktu bersama Yesus. Bahkan murid-murid  melakukan mujizat dan berpikir bahwa pelayanan mereka ada kelebihan sedikit dari orang-orang lain. Sebab itu mereka bertanya ”siapakah yang terbesar dalam kerajaan Surga?” Ada suatu keyakinan yang besar dalam hati para murid bahwa mereka pasti masuk dalam kerajaan Surga. Keyakinan yang dimiliki oleh para murid, perlu juga untuk kita miliki bahwa suatu kali kelak masuk dalam kerajaan Surga. Tetapi dalam ayat yang ke 2, Yesus memanggil seorang anak kecil dan menaruhnya di tengah murid. Tiga kali Yesus menyingung anak kecil, yaitu pada ayat ke-3, ke-4 dan ayat ke-5.

Ada beberapa hal yang dapat dilihat dari seorang anak kecil sehingga Yesus menekankan betapa penting belajar dari seorang anak kecil. Bahwa mereka mudah diajar, apapun yang diajarkan dengan mudah ia ikuti. Anak kecil pun begitu polos dan terbuka. Mereka menceritakan apa yang mereka lihat dan pelajari. Selain dari pada itu, anak kecil begitu lemah dan tak bertenaga. Inilah yang Yesus lihat dan sampaikan kepada para muridNya agar mereka mengikuti apa yang anak kecil kerjakan. Perkataan Yesus bukan tawaran atau pilihan melainkan syarat untuk masuk dalam kerajaan Allah. Kelemahan yang dilihat Yesus dalam pribadi anak kecil, sehingga kurang dihargai.

Dalam 1 Korintus 1:26-27, Rasul Paulus menuliskan tentang keadaan kita waktu percaya kepada Tuhan Yesus. Banyak yang tidak terpandang, tidak berpengaruh di tengah masyarakat sehingga dipandang lemah. Iman lemah dan kekuatan rohani kita lemah. Dalam Lukas 12:32, secara jumlah orang percaya kecil dibandingkan dengan yang lain sehingga kurang diperhitungkan. Seolah posisi kita lemah seperti anak kecil. Tetapi jawab Yesus dalam Matius, jangan kuatir karena menjadi kawanan kecil.

Penjelasan Yesus tentang anak kecil membuat para murid menjadi sedikit bingung dan mungkin ada yang kecewa. Mengapa mereka harus menjadi anak kecil untuk masuk kerajaan Allah. Tetapi dalam injil Lukas disampaikan walaupun kita lemah tidak mampu seperti anak kecil, Yesus katakan agar jangan takut bahwa Tuhan memberikan kerajaan yang dijanjikan oleh Allah asal kita merendahkan diri seperti anak kecil.

Dalam 1 Korintus 14:20, pada umumnya dengan bertambahnya usia, seseorang dapat lakukan hal yang licik. Pada kitab Kejadian menuliskan bahwa manusia cenderung berbuat jahat, itu sebabnya firman Allah katakan agar menjadi dewasa dalam pemikiran namun seperti anak kecil dalam kejahatan. Itu sebabnya Yesus memberikan persyaratan untuk masuk dalam kerajaan Allah harus seperti anak-anak dalam kejahatan. Mereka begitu polos dan percaya kepada apa yang mereka lihat dan dengar dari orang tua mereka. Allah kita adalah Bapa kita, jadilah seperti anak kecil yang percaya dan mengikut apa yg disampaikan oleh Bapa di Surga. Allah menegur setiap orang percaya agar menjadi dewasa dalam pemikiran tetapi menjadi kanak-kanak dalam kejahatan. Dewasa dalam pemikiran itu penting, sehingga kita mengerti maksud dan rencana Allah dalam hidup kita. Karena seorang kanak-anak terbatas dalam mengerti soal hal-hal yang jahat.

Perhatikan dalam 2 Korintus 12:10, rasul Paulus suka penderitaan karena Kristus. Sebab jika ia lemah maka ia kuat. Meskipun banyak orang menghindar dari penderitaan. Namun rasul Paulus bangga dalam penderitaan karena Kristus. Biarlah penderitaan karena Kristus menjadi kesukaan sampai kita menjadi seperti Yesus. Semakin merendahkan diri oleh karena Kristus, maka Tuhan akan bekerja didalam hidup kita lebih lagi. Semakin kita menjadi lemah, maka Roh Kudus semakin leluasa bekerja dalam hidup kita untuk memberikan kekuatan dan kemampuan dalam menjalani hidup ini. Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s