KASIH KRITUS, KASIH YANG AJAIB – oleh Ibu Pdt. Elisabeth Minandar (Ibadah Raya 1 – Minggu, 17 Desember 2017)

1 Yohanes 3:17-19

PENDAHULUAN

Ada banyak kisah kasih seseorang yang diperlihatkan kepada orang yang dikasihi. Sampai rela memberikan nyawanya bagi orang yang dikasihi. Namun ada seorang suami yang mencintai istrinya, namun ia juga yang memutilasi istirnya. Jadi bagaimana mungkin dapat mengasihi namun dapat membunuh orang yang dikasihi. Tetapi, tidak ada kasih yang tinggi, dalam, panjang dan lebar seperti kasih Tuhan Yesus Kristus. Kasih yang dinyatakan dari hari kesehari.

Kasih Allah adalah kasih yang kekal, Yeremia 31:3 “Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.” Dalam Perjanjian Lama, Allah menyatakan kasihnya bagi bangsa Israel. Meskipun mereka meremehkan kasih Allah sehingga Allah mendidik mereka, Allah tidak meninggalkan bangsa Israel melainkan Allah melanjutkan kasihNya kepada bangsa Israel. Demikian pun kasih Allah dinyatakan kepada setiap orang percaya sehingga kita menikmati kasih Allah, bukan hanya di dunia ini, tetapi kasih Allah sampai kita ada di dalam Sorga.

1 Korintus 13:8 “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.” Hanya kasih yang tidak berkesudahan sehingga dalam Efesus 3:17, Rasul Paulus berdoa agar setiap orang percaya mengalami kasih Allah dan berakar dalam kasih.

Tuhan mengasihi semua orang bukan karena kita baik, melainkan karena Tuhan bersedia mengasihi kita dan mengambil keputusan dalam diri-Nya untuk mengasihi. Jika Tuhan tidak mengasihi, maka Yesus tidak diutus ke dalam dunia ini, tidak ada seorang pun didalam dunia ini yang selamat. Oleh sebab itu, hendaklah kita bersyukur karena kasih Allah.

KASIH ALLAH

Tiga karakteristik kasih Allah, yaitu:

  1. Kasih Allah, Kasih Yang Tetap (Constant)

Kasih yang tidak akan berubah, perhatikan 1 Yohanes 4:16. Kasih Allah tetap. Kata “TETAP” dalam ayat ini mengandung arti terus-menerus seperti matahari yang terus bersinar dan tidak pernah berhenti. Sedangkan kasih manusia, sifatnya sementara; menurun; dan menjadi surut sampai kasih itu berakhir saat manusia meninggal. Kasih Allah yang tetap atau bertahan tidak dapat dipengaruhi oleh apapun dan siapapun dan tidak ada yang bisa mempengaruhi Allah dalam mengasihi kita. Roma 5:8 “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Allah benci dosa, tetapi Allah mengasihi manusia yang berdosa.

Jika ada diantara kita merasa jauh dari Tuhan oleh karena dosa, tetapi hari ini kita masih ada dan hidup, maka inilah kesempatan untuk bertobat dan kembali kepada Allah, inilah kasih Allah. Terkadang pun ada orang-orang yang nampaknya harus dihukum karena dosanya, tetapi masih hidup dan tidak dihukum. Maka kita berdoa kiranya Tuhan membuat ia sadar akan kasih Allah yang kekal itu dan berbalik kepada Tuhan.

  1. Kasih Yang Sempurna (Perfect)

Yohanes 4:12, kata “SEMPURNA” mengandung arti: kasih yang sepenuh; lengkap dan utuh. Kasih Allah dinyatakan dalam hidup semua manusia. Ada pendapat yang salah, bahwa kasih Allah tidak diterima oleh seorang yang miskin, sakit dan menderita. Dan sebaliknya, seorang yang dikasihi Allah adalah mereka yang memiliki kekayaan, kesehatan dan keadaan fisiknya baik. Sesungguhnya kasih Allah tidak diukur dengan hal-hal jasmani. Ukuran kasih Allah dari kandang Bethlehem sampai di Golgota. Jadi kasih Allah tidak dapat kita ukur dengan kondisi atau keadaan yang diterima oleh orang tersebut.

  1. Kasih yang tidak bersyarat, Roma 5:6-8.

Kata “TIDAK BERSYARAT” mengandung arti: Mutlak. Kasih Allah yang tidak bersyarat karena kasih Allah dinyatakan bukan saat kita berkenan kepada Allah melainkan saat berdosa. Berbeda dengan kasih manusia yang penuh syarat. Seperti seorang pemimpin yang mengasihi karyawan yang berprestasi baik, tetapi akan berubah jika karyawan tersebut tidak berprestasi lagi. Meski kasih manusia bersyarat, biarlah kita tetap mengasihi mereka.

Yesus sudah menyatakan kasih yang tidak bersyarat di atas kayu salib. Karena kasih Allah yang tidak bersyarat itulah, Rasul Paulus berkomitmen dalam Roma 8:37-39. Bahwa karakteristik kasih Allah yang sempurna harus dihargai sebab tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. Jangan mau dipisahkan dari kasih Allah yang tetap, utuh dan sempurna. Wujud kasih itu harus dinyatakan dalam hidup sehari-hari- Matius 9:29-31.

PENUTUP

Ketika kita percaya dan menerima Tuhan Yesus dalam hati kita, sebenarnya benih Kasih Yesus sudah ada didalam diri kita. Apakah benih kasih itu bertumbuh, hingga menjadi pohon yang besar sampai menghasilkan buah? Sehingga setiap orang yang berjumpa dengan kita dapat menikmati kasih tersebut. Mulai dari anggota keluarga; jemaat; bahkan masyarakat melihat Kasih Yesus yang tetap; sempurna; dan tidak bersyarat dalam hidup kita. Kiranya Kasih Allah memenuhi hati dan pikiran kita terus menerus. Amin.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s