Mengalami Kemuliaan Allah – oleh Pdt. Roland Sitompul (Ibadah Natal Pagi – Minggu, 24 Desember 2017)

Yesaya 6:1-3

 

PENDAHULUAN

Kitab Yesaya diperkirakan ditulis pada tahun 600-650 sebelum kelahiran Kristus. Yesaya berbicara tentang hukuman, penebusan dan keselamatan. Latar belakangnya adalah bangsa Yehuda dilarang untuk bergaul atau bersekutu dengan orang atau bangsa kafir. Kehidupan pelayanan dari Nabi Yesaya sungguh menarik karena Yesaya pernah berada atau hidup dalam masa kepemimpinan 4 Raja Yehuda yang berbeda. Ada beberapa pesan TUHAN yang disampaikan oleh Nabi Yesaya :

  1. Hukuman yang akan diterima bangsa Yehuda
  2. Nubuat tentang pengharapan akan masa depan yang lebih baik
  3. Bangsa Yehuda akan dibawa kembali dari pembuangan
  4. Nubuat tentang datangnya Mesias sebagai Juruselamat dunia.

RAJA UZIA

Dalam kesempatan kali ini kita akan belajar dari kehidupan salah seorang Raja yang pernah memerintah di masa Yesaya, yaitu Raja Uzia. Uzia adalah Raja kesepuluh yang memerintah kerajaan Yehuda, kita dapat melihat kisahnya dalam kitab II Tawarikh pasal 26. Dalam usia yang muda, Allah berkenan untuk mengangkat dia menjadi raja. Sepertinya tidak ada harapan bagi remaja untuk memimpin tapi tidak ada yang mustahil dengan pertolongan Tuhan. Uzia menjadi Raja di usia yang masih sangat muda yaitu 16 tahun. Dia memerintah Yehuda selama 52 Tahun, atau masa pemerintahan yang terlama diantara Raja-raja Yehuda maupun Israel, bahkan lebih lama dari Raja Saul (40 tahun), Daud (40 tahun) dan juga Raja Salomo. Ada alasan kuat dibalik kesuksesan Raja Uzia yaitu Ia hidup mencari ALLAH dan berjalan dalam kebenaran.

Jika menyimak dalam ayat-ayat yang mengisahkan hidupnya disitu disebutkan nama Ibu dari Uzia. Dalam setiap pergantian Raja, nama ibu selalu disebutkan. Ini menunjukan bahwa keberhasilan Raja tidaklah terlepas dari peranan seorang ibu. Kehebatan seorang Uzia karena ada seorang ibu yang menuntunnya. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah betapa pentingnya peranan ibu sebagai pendidik dalam kehidupan keluarga Kristen. Selain itu Uzia berada dibawah didikan Zakharia yang juga mengajarnya tentang takut akan Allah.

Tuntunan Rohani oleh Zakharia dan juga peranan dari Ibunya menjadikan Uzia seorang yang berkenan di hati Allah. Uzia tidak hanya diangkat menjadi raja melainkan selama ia mencari Allah, Allah membuat segala usahanya berhasil (Ayat 50). Ada banyak prestasi yang dicatat Uzia selama memimpin, Yehuda menjadi kuat secara ekonomi maupun pertahanan.

UZIA BERUBAH SETIA

Kisah Uzia tidak berhenti pada keberhasilannya. Dalam ayat ke-16 dikatakan Uzia berubah setia. Banyak orang bertahan dalam penderitaan tapi sangat sedikit orang yang bisa bertahan dalam keberhasilan. Uzia menjadi tinggi hati dan melupakan Tuhan setelah meraih keberhasilan. Alkitab memang tidak mencatat dengan persis berapa umur Uzia ketika ia menjadi sombong. Namun setelah Uzia meraih kesuksesan, ia justru melakukan hal yang merusak hubungannya dengan Tuhan.

KESOMBONGAN

Ada beberapa hal atau alasan yang tercatat dalam Alkitab yang dapat membuat seseorang menjadi sombong, antara lain :

  1. Pengetahuan (1 Korintus 8:1-2)

Jemaat Korintus pintar dalam hal pengetahuan firman Allah. Jemaat bahkan tahu batas-batas apa yang harus mereka taati. Namun pengetahuan akan Firman Allah itu justru menjadikan mereka sombong. Ada quote yang mengatakan “Semakin banyak yang kita ketahui, maka sebenarnya semakin banyak yang kita belum ketahui”. Artinya kita perlu terus belajar dan disamping terus berwaspada agar tidak menjadi sombong saat pengetahuan kita bertambah.

  1. Kekayaan/Harta (Yehezkiel 28:4-5)

Tuhan tidak pernah melarang kita untuk menjadi kaya, akan tetapi jangan sampai kekayaan itu membuat kita menjadi sombong. Sombong atau tinggi hati adalah sikap yang dibenci Allah, dan antonim (Lawan kata) yang tepat untuk tinggi hati tentu saja adalah rendah hati. Kerendahan hati adalah sikap yang sangat Tuhan inginkan ada dalam hidup kita. Rendah hati dapat kita artikan sebagai sikap atau kemampuan untuk menghargai orang yang lebih rendah (bodoh,  miskin, berdosa) dari kita.

 

KEMATIAN UZIA DAN KEMULIAAN ALLAH DINYATAKAN

Ada peristiwa yang luar biasa dialami oleh Yesaya yaitu melihat atau mengalami kemuliaan Tuhan (Yesaya 6:1-3). Peristiwa ini terjadi setelah kematian Uzia. Dapat dikatakan Uzia adalah perwujudan kesombongan. Kesombongan membuat ia tidak melihat kemuliaan Allah sampai titik dimana ia meninggal. Dengan kata lain selama ada kesombongan maka tidak ada kemuliaan Allah.

KESIMPULAN

Kemuliaan Allah adalah kehadiran-Nya, dan ini terjadi ketika ada kekudusan dan kesucian. Ini yang harus dimiliki oleh gereja Tuhan, ketika pujian penyembahan yang dinaikkan  dan khotbah yang disampaikan menarik kemuliaan TUHAN. Ketika kemuliaan ALLAH menudungi kita maka mujizat dan kuasa-Nya akan kita alami. Haleluya!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s