Amazing Love – Oleh : Pdt. J.S. Minandar (Perayaan Natal Sore – Senin, 25 Desember 2017)

Matius 9:13

“Jadi pergilah dan pelajarilaharti firman ini:  “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

PENDAHULUAN

Orang Farisi mengkritik Yesus karena melihat Yesus hadir dan makan di rumah Matius, yang dinilai oleh orang Farisi sebagai orang berdosa karena profesinya sebagai pemungut cukai. Sebab bagi orang Farisi, Yesus adalah seorang yang suci, yaitu seorang Rabi karena pelayanan yang Yesus lakukan meskipun orang Farisi belum mengakui Yesus sebagai Tuhan. Dan Tuhan Yesus pun menjawab “Karena Aku datang bukan memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

  1. TABUR TUAI

Pada umunya kita mengerti bahwa kata tabur – tuai cenderung kepada hal materi atau hal jasmani. Orang-orang diluar Kristus menyebutnya dengan kata Karma. Dalam 2 Korintus 9:6 – Camkanlah ini: “Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Sebuah contoh, bila seseorang memiliki ladang yang berpotensi ditaburi benih 10 ton maka akan menghasilkan 100 ton. Akan tetapi karena orang tersebut hanya memiliki 1 ton, maka ia hanya dapat menuai 10 ton. Jadi semakin banyak menabur, maka hasil yang dituai makin bertambah.

Semakin banyak orang percaya berbuat baik dan mengasihi maka jerih payahnya tidak akan menjadi sia­-sia sebab dalam Kristus apapun yang kita perbuat untuk kemuliaan Allah akan menerima upah di bumi bahkan di Surga. Tetapi, kita lupa bahwa kejahatan dan perbuatan keji sama dengan menabur benih dosa yang harus dituai hasilnya. Roma 6:33a – “Sebab upah dosa ialah maut…” Jadi dosa yang selama ini telah kita tabur, suatu saat akan dituai dan wujud tuaian dosa itu adalah maut (neraka).

Berapa banyak dosa yang telah kita tabur sepanjang umur kita? Dan upah/tuaian maut seperti apa yang harus kita terima nanti? Jika menghitung dalam 1 tahun ada 365 hari dikali 2 dosa setiap harinya maka jumlah tersebut dikalikan dengan umur seseorang dari satu tahun maka betapa besarnya tuaian yang harus ditanggung? Mau tidak mau, semua upah dosa harus dibayar yaitu maut.

SYUKUR KEPADA  ALLAH

Namun syukur kepada Allah, ayat tersebut tidak berhenti hanya sampai Roma 6:23a saja. Tetapi berlanjut Roma 6:23b “…tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita…” Bersyukur bahwa kita adalah orang yang menyambut kasih Yesus, yaitu amazing love. Sehingga tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, melainkan hidup kekal. Inilah sesuatu yang amazing, luar biasa,heran dan ajaib. Tidak ada kebaikan yang sanggup membayar dosa-dosa, sebab orang berdosa tidak dapat lakukan yang baik sehingga menutupi dosanya.

Namun orang-orang di luar Yesus  berpikir bahwa iman Kristen itu irasional atau tidak masuk akal. Setelah berbuat dosa lalu percaya Yesus lalu dosa diampuni dan masuk dalam kerajaan surga. Itu sebabnya ada ajaran yang menekankan untuk berbuat baik agar dosa diampuni. Mereka beranggapan bahwa hukum tabur tuai (karma) itu tidak berlaku bagi orang Kristen.

Jadi apakah hukum tabur tuai? Hukum tabur tuai adalah:

  • Hukum Allah yang benar
  • Hukum yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun
  • Setiap orang yang menabur, ia harus menuai apa yang ia tabur. Kolose 3:25, apa yang ditabur, itu yang dituai oleh orang tersebut. Jika menabur dosa, akan menuai maut. Tujuan kelahiran Yesus bukan berakhir di Bethlehem tetapi sampai karya penebusan selesai, supaya dalam Yesaya 53:4 tergenapi. Inilah yang disebut Amazing Love (Kasih Yesus Yang Ajaib).

Tuhan Yesus tidak mau manusia menuai maut, dan binasa di dalam neraka. Kita yang seharusnya menuai maut di dalam neraka. Oleh karena Kasih Yesus kepada manusia, maka maut yang seharusnya menimpa manusia, telah ditimpakan Yesus kepada diri-Nya, agar setiap orang yang percaya diselamatkan (tidak binasa). Jadi orang Kristen bukan tidak menuai dosa yang telah ditaburkannya, melainkan dosa tersebut sudah ditanggung oleh Yesus di atas kayu salib.

  1. HUTANG YANG TIDAK BISA DIBAYAR

Pada catatan sebelumnya seorang yang berdosa digambarkan seperti seorang yang menabur. Tetapi dalam Matius 18:21-27 orang berdosa diumpamakan seperti sedang berhutang dan suatu waktu setiap kejahatan; kesalahan dan dosa yang telah diperbuat atau lakukan harus pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Bila tidak dilunasi akan menerima konsekuensi yang besar. Pada saat itu terjadi percakapan antara Yesus dan murid-muridnya. Bahwa mereka harus mengampuni 70×7 kali. Ini bukan berarti bahwa harus mengampuni sampai batas 490 kali kemudian boleh untuk tidak mengampuni. Sesungguhnya 70×7 mengandung arti pengampunan yang total / sempurna yang Yesus berikan kepada orang percaya. Pada ayat-ayat tersebut menuliskan ada seorang raja yang mulai mengadakan perhitungan. Lalu dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang 10.000 talenta. Ini merupakan gambaran kehidupan semua manusia yang berdosa. Sekecil apa pun dosa yang sudah seseorang perbuat, semua diperhitungkan oleh Tuhan. Jadi jumlah hutang dosa yang diperbuat seseorang di mata Tuhan, seperti berhutang 10.000 talenta dan harus lunasi, jika tidak ia harus masuk penjara (Neraka).

Talenta

Berapa besar nilai 10.000 talenta…?

  • 1 talenta =1000 dinar
  • 1000 talenta = 10.000 X 6.000 dinar = 60.000.000 dinar

Jadi setiap orang berdosa harus membayar hutang sebesar 60.000.000 dinar. Semakin panjang usia, semakin banyak tumpukan dosa yang harus dilunasi. Jadi bila ada ajaran untuk selamat kita harus buat yang baik, amal, ibadah, kita bandingkan dengan perumpamaan Matius 18. Upah kerja pada starta zaman itu, dari pukul 6 pagi sampai 6 sore bernilai 1 dinar (Matius 22:2). Jadi untuk melunasi hutang 60.000.000 dinar, kita harus kerja selama 60.000.000 hari. Bila seseorang bisa berusia sampai dengan 100 tahun, berarti 100X365 hari = 36.500 hari. Kalau sejak lahir, seseorang bekerja sampai meninggal di usia 100 tahun, maka hasil yang didapat hanya 36.500 dinar. Jadi waktu hidup tidak dapat membayar 60.000.000 dinar.  Perhatikan ayat 25, tetapi karena orang berhutang tidak dapat membayar, maka ia dan keluarganya harus dijual. Ini berarti setiap orang berdosa dan tidak bisa membebaskan diri dari dosa, ia jadi budak dosa dan terjual kepada maut yang berakhir ke neraka/ kebinasaan.

Jadi apakah solusinya? Karena ia tidak bisa lunasi hutang yang sudah diperbuatnya?

Matius 18:26,27 – sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: “Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan”. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Satu-satunya yang bisa membebaskan seseorang dari neraka adalah belas kasihan Tuhan. Sebab itu Yesus rela datang ke dunia, mati disalib untuk menanggung dosa manusia. Hanya pengampunan Yesus yang mampu membebaskan dari hutang dosa. Tuaian maut yang harus tuai dan tanggung di dalam neraka telah dituai (ditanggung) oleh Yesus bagi kita di atas kayu salib. Sujudlah menyembah kepada sang Raja yaitu Yesus dan memohon pengampunan.

Hanya Yesus yang bisa selesaikan hutang dosa kita, asalkan kita jujur, mengakui semua hutang dosa dan kejahatan kita. Kolose 2: 14 dan 15, ketentuan hukum adalah tabur tuai, menabur dosa menuai maut dan hukum kedua adalah berhutang dan harus membayarnya jika tidak masuk penjara (neraka). Namun semua itu sudah lunas, Yesus telah memakukannya di atas kayu salib. Sehingga ketika iblis datang kepada Tuhan dan mendakwa kita maka Tuhan Yesus berkata bahwa IA sudah melunasi segenap hutangnya, inilah amazing love.

TANGGUNG JAWAB

Setelah seseorang sudah diampuni dosanya maka tanggung jawab yang harus dikerjakan  adalah pergilah dan pelajarilah arti firman ini: “yang Kuhendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Jadi tanggung jawab setiap orang percaya adalah:

  1. “Pergi Menjadi Saksi Yesus…!”

Pergi bukan berarti kabur sebab sudah dilunasi hutangnya, melainkan memberitakan kepada semua orang, bahwa ada solusi (jalan keluar) agar bebas dari maut (neraka) dan diselamatkan. Masalah dosa, kita harus berperkara kepada Tuhan dengan mengakui semua dosa 1 Yohanes 1:9.

  1. Miliki Hati Seperti Yesus

Hati Yesus adalah hati yang dipenuhi dengan belas kasihan. Orang melihat dari orang yang sudah diampuni mengalir hati yang penuh belas kasihan. Namun jika melihat dalam kisah Matius 18:28, hamba yang sudah dibebaskan dari hutang 60.000.000 dinar bertemu dengan seorang yang berhutang padanya 100 dinar. Artinya, kalau ada orang yang telah berhutang salah; keliru; khilaf dan lainnya kepada diri kita namun kita tidak memiliki belas kasihan maka kita sama dengan hamba tersebut. Yesus mengajarkan, bahwa sebesar apapun hutang salah yang telah mereka buat kepada kita, bagikan dan buktikan bahwa kita telah terima belas kasihan Kristus, dengan memberikan pengampunan kepada yang membutuhkan.

Inilah amazing love, yaitu kasih Allah yang besar, yang sudah diberikan kepada semua manusia. Seharusnya tidak layak, menjadi layak oleh karena penebusan Kristus bagi kita. Kiranya kasih Allah ini menjadi milik kita, sehingga kemana pun kita pergi, kasih Allah memancar dalam kehidupan setiap kita, maka jiwa-jiwa akan semakin ditambahkan karena melihat hidup kita yang penuh belas kasihan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s