Diselamatkan Untuk Memuliakan Yesus , oleh Pdt. JS. Minandar (IBADAH SULUNG – Minggu, 7 Januari 2018)

Lukas 17:11-19

Pendahuluan

Yesus berjalan menyusuri kota Yerusalem menuju ke suatu jalan yang tidak lazim, yaitu ke Samaria karena orang Israel tidak bergaul dengan orang Samaria. Desa Samaria yang Yesus kunjungi dimungkinkan adalah desa tempat Yesus berjumpa degnan wanita samaria yang mencari air dan di tempat yang sama Yesus berjumpa dengan 10 orang kusta. Perhatikan ayat 12, sepuluh orang kusta tersebut saat berjumpa Yesus, mereka tidak berbicara dekat dengan Yesus tetapi dengan jarak tertentu, itu sebabnya mereka berseru kepada Yesus. Sikap mengambil jarak mereka lakukan karena mereka sadar bahwa ada ketentuan-ketentuan taurat tentang orang-orang kusta. Bahkan orang sakit kusta dipisahkan dari penduduk yang sehat dan mereka tinggal dil embah serta tidak mengenakan pakaian yang bagus atau layak, rambutnya acak-acakan serta menyerukan kata “najis..najis..”. Ini dilakukan agar orang mengetahui jika mereka terkena kusta, karena setiap orang yang bersentuhan dengan seorang kusta menjadi najis.

BERSERU KEPADA YESUS

Sepuluh orang kusta itu tetap berseru pada Yesus meskipun mereka tahu bahwa mereka tidak layak. Ini sebuah pelajaran, meskipun kita merasa tidak layak karena dosa, jangan ragu untuk berseru pada Yesus sebab dalam Yesus ada pengharapan. Seperti kesepuluh orang kusta, mereka mengetahui bahwa Yesus peduli dan mengasihi mereka sepenuhnya. Itu sebabnya mereka berani datang pada Yesus. Mazmur 22.6, Yesus tidak pernah mempermalukan orang yang berseru kepadaNya.

Timbullah suatu pertanyaan “Mengapa Yesus tidak langsung menyembuhkan 10 orang kusta saat berjumpa dengan Yesus? Melainkan memerintahkan mereka untuk pergi kepada Imam?” Tujuannya, karena Yesus ingin melihat sejauh mana iman mereka sebab banyak orang yang berseru pada Yesus dengan seruan yang kosong dan tidak ada bobot iman didalamnya. Kita perlu berhati-hati karena menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali akan terjadi krisis iman. Jangan sampai ibadah yang sudah dilaksanakan menjadi sia-sia karena tidak ada iman lagi didalamnya – Lukas 18:8.

SESUATU YANG MUSTAHIL

Yesus menyuruh 10 orang kusta itu pergi memperlihatkan diri kepada imam. Ini adalah ujian iman bagi mereka sebab mereka:

  1. Tidak boleh dekat orang tahir
  2. Kenakan baju compang camping
  3. Rambut berantakan
  4. Berseru “najis…najis..”

Pada umunya, kita mengerti bahwa Imam tempatnya di bait Allah, periksa Imamat 21:17-20. Seorang penderita kusta sangat tidak diperbolehkan untuk masuk bait Allah apa lagi berjumpa dengan imam. Jadi, perintah Yesus kepada 10 orang kusta agar berjumpa dengan para imam adalah hal yang mustahil. Namun perhatikan Lukas 17:14, kesepuluh orang kusta tersebut tidak ragu dengan perintah Yesus. Dengan iman mereka pergi kepada imam. Dan selama perjalanan itu mereka mengalami kesembuhan.  Perhatikan Mazmur 19:9, perintah Tuhan tepat, perintah Tuhan adalah murni dan tidak ada tujuan untuk mencelakakan, sehingga mata menjadi bercahaya atau tercengang saat kita melakukan firman Allah.

SETELAH MEREKA DI SEMBUHKAN

Kesepuluh orang kusta yang datang pada Yesus menjadi sembuh (Lukas 17:15), tetapi hanya 1 orang yang datang kembali kepada Yesus (Lukas 17:16) sedangkan kesembilan orang lain lupa kembali pada Yesus dan mengucap syukur karena begitu senangnya melihat tubuh mereka sembuh. Ucapan syukur adalah buah keselamatan yaitu keselamatan jiwa dan tubuh. Jadi seorang yang sudah diselamatkan pasti akan nampak dari buahnya, salah satunya adalah sikap hidup yang mengucap syukur. Keselamatan adalah pengalaman hati yang berdampak pada jiwa dan tubuh. Bila hati, batin atau roh kita belum dijamah, kita belum benar-benar mengalami keselamatan. Jadi jangan heran bila ada yang mengaku percaya, disembuhkan, tetapi tidak beribadah bahkan murtad. Karena orang tersebut hanya fisiknya yang disembuhkan, tetapi hati, batin atau rohnya belum disembuhkan. Sebaliknya orang yang disembuhkan hati, batin atau roh-nya, apa pun yang dia alami dalam pengiringan kepada Yesus, dia akan menjadi pengikut Yesus yang sejati. Imannya tidak bisa dipengaruhi oleh masalah apa pun juga.

Roma 8:35

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” Ini cuma bisa dibuktikan oleh orang yang roh, hati, batinnya telah diselamatkan. Ayat inipun adalah ucapan Rasul Paulus.

Lukas 17.19, itu sebabnya Yesus berkata “pergilah sebab imanmu sudah menyelamatkan engkau.” Dalam terjemahan inggris: “And He said unto him, Arise, go thy way: thy faith hath made thee whole.” Artinya, “Bangkit, pergilah, imanmu telah memulihkan kamu secara sempurna/utuh”. Kalimat telah memulihkan secara sempurna dalam terjemahan Yunani ditulis SOZO (sodzo) artinya keselamatan yang sesungguhnya.

KESIMPULAN

Jadi orang percaya yang telah diselamatkan akan tampak dari:

  1. BERIBADAH – Lukas 17:18

Satu orang kusta yang disembuhkan oleh Yesus, ia kembali kepada Yesus untuk bersyukur dan berterima kasih. Orang yang sudah diselamatkan, seharusnya sadar bahwa mengucap syukur adalah kewajiban.

  1. HIDUP MEMULIAKAN ALLAH – LUKAS 17.18

Perhatikan bahwa orang kusta juga memuliakan Allah. Memuliakan Allah adalah dengan suara nyaring yaitu:

a.memuji dan menyembah Tuhan

Orang yang sudah diselamatkan, bukan hanya sadar dan beribadah. Tetapi juga sadar, bahwa ia harus memuji dan menyembah Tuhan!  Jadi bukan hanya hadir ibadah tetapi saat ibadah, ia memuji dan memulikan Tuhan. Mazmur 40.4, pujian kita luar biasa berkuasa dan membuat orang takut dan percaya kepada Yesus. Tuhan menerima pujian dari manusia. Pujian dan penyembahan adalah bukti bahwa kita sudah diselamatkan secara sempurna oleh Tuhan. Inilah ekspresi dari orang-orang yang sudah diselamatkan.

b. hidup memuliakan Tuhan

Seorang yang sudah diselamatkan seharusnya mengalami perubahan. 2 Korintus 5:17- Orang yang hidup dalam Kristus sudah menjadi ciptaan baru. Seperti seorang kusta, yang memulikan Tuhan dengan kesembuhan pada tubuhnya, demikian pun kita yang dahulu dikenal suka berbuat buruk namun sekarang mengalami perubahan hidup.

c. memuliakan Tuhan sesuai potensi

Tuhan mengaruniakan kepada kita talenta dan karunia yang berbeda. Pergunakan semua yang Tuhan beri untuk memuliakan Tuhan. Kisah Para Rasul 9:36-42, contohnya adalah Dorkas. Ia memakai talentanya untuk memberkati orang lain. Tuhan bisa pakai kita dengan segala cara.

Biarlah keselamatan yang kita terima dapat terekspresi dari cara hidup, penyembahan dan apa yang kita miliki sehingga nama Tuhan dipermuliakan.

YESUS KECEWA

Dalam kisah 10 orang kusta, Yesus kecewa kepada 9 kusta yang sudah sembuh. Lukas 17:17,18 -Perasaan apa yang ada di hati Yesus, ketika Yesus ucapkan ayat di atas? Yesus ucapkan dengan hati sedih; kecewa; marah.  Kira-kira  dari sorga Yesus melihat cara kita beribadah bagaimana? Bangga, senang, bahagia, puas, gembira atau sebaliknya…? Yesus kecewa, sedih dan marah karena hidup kita tidak mencerminkan seorang yang sudah diselamatkan atau sembuh dengan total. Jadi, marilah kita menyadari betapa kita diberkati dengan keselamatan/ kesembuhan yang Tuhan beri secara utuh. Biarlah dengan kesembuhan yang kita alami, kita bisa memberikan tubuh, jiwa, roh kita untuk memuliakan nama Tuhan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s