MAHKOTA SEBAGAI UPAH, oleh Pdt. JS. Minandar (Ibadah Raya 2 – Minggu, 28 Januari 2018)

Galatia 5:13

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” 

PENDAHULUAN
Perlu saudara ketahui, apa pun latar belakang dan masa lalu kita, tetapi kalau sekarang kita jadi pengikut Yesus atau orang sering menyebutnya “Menjadi orang Kristen”, semua itu bukan karena kebetulan dan juga bukan karena kita lebih baik dibandingkan dengan orang yang lainnya. Tetapi semua itu karena “Tuhan yang memanggil kita dan kita menanggapi panggilan Allah itu, Yohanes 15:16.

TUJUAN PANGGILAN TUHAN
Sesuai Galatia 5:13, bahwa tujuan Tuhan memanggil kita agar kita jadi orang yang merdeka:
1. Merdeka dari jajahan dosa
2. Merdeka dari tuntutan Taurat
3. Merdeka dari ikatan peraturan yang membelenggu (harus begini; harus begitu; tidak boleh ini dan tidak boleh itu).

Kita adalah orang merdeka! Tetapi kebebasan yang Yesus berikan itu, jangan kita salah gunakan untuk berbuat dosa, tapi kita gunakan untuk “melayani seorang akan lainnya oleh kasih.” Dengan demikian setiap orang yang sudah diselamatkan, ia wajib melayani Tuhan!

MENGAPA KITA HARUS MELAYANI
Kalau ada di antara Saudara yang bertanya untuk apa melayani, bukankah kita sudah selamat dan pasti masuk sorga, kalau selama hidup saya memelihara keselamatan itu dengan rajin ke gereja. Titik! Filosofi pengikut Yesus seperti itu, menjadikan kita Kristen: pragmatis, egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Selain itu kita menjadi pengikut Yesus yang tidak tahu menghargai waktu dan talenta yang Tuhan berikan kepada kita.

2 Korintus 5:10 “Sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus, supaya setiap orang yang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukan-nya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.” 

Saatnya akan tiba, kita akan menghadap tahta pengadilan Yesus.
Ayat ini menjelaskan, satu saat kelak, kita akan menghadap takhta Yesus, bukan untuk diadili, tapi untuk mempertanggung-jawabkan semua yang Tuhan titipkan kepada kita, baik: waktu; uang; kekayaan; kepandaian; talenta dan semua yang Tuhan percayakan kepada kita. Apakah kita gunakan semuanya untuk melayani dan memuliakan Tuhan, atau kita gunakan hanya untuk kepentingan diri kita sendiri.

NASIHAT RASUL YOHANES
Rasul Yohanes menjelaskan, mengapa kita harus melayani dan mengembangkan potensi yang Tuhan percayakan kepada kita.

1 Yohanes 2:28 “Anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diriNya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada kedatanganNya.” 

Kesaksian
Di tahun pertama pelayanannya, seorang pendeta duduk di samping sahabatnya yang sedang sekarat. Si pendeta ini berusaha menghibur agar temannya itu tidak usah takut mati, sebab lewat kematian kita akan ketemu Yesus dan bebas dari sakit. Lalu temannya yang sedang sekarat itu berkata: “Sahabatku, aku sama sekali tidak takut mati; aku tahu pasti kalau aku mati aku akan selamat, sebab Yesus adalah Juru selamatku. Tetapi aku malu kalau nanti aku harus menghadap Yesus. Sebab selama hidupku, aku hidup hanya bagi diriku sendiri, dan sekarang aku harus menemui Tuhan Yesus dengan tangan kosong!

KESELAMATAN DAN PAHALA
Perlu Saudara ketahui bahwa keselamatan itu gratis (pemberian cuma-cuma)oleh penebusan Yesus bagi kita di kayu salib. Tetapi, pahala (mahkota kemuliaan) yang kita terima, dari hasil pelayanan yang kita buat selama kita hidup, setelah kita percaya kepada Yesus. Dan pahala yang akan kita terima di sorga, menentukan jabatan yang akan kita terima di sorga.

MAHKOTA KEMULIAAN (PAHALA)
Sebenarnya ada 7 Macam Mahkota Kemuliaan yang bisa kita terima pada waktu kita di sorga:

  1. Mahkota Kehidupan, Yakobus 1:12

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”

Sebagai pengikut Yesus, kita dijamin pasti masuk sorga,Yohanes 3:15,16, tapi selama kita mengikut Yesus di dunia ini, kita pasti alami ujian; cobaan; penderitaandan aniaya yang harus kita alami di dunia ini. Apabila kita kalah dalam ujian, apalagi sampai menyangkal Yesus, kita akan kehilangan mahkota kehidupan, bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan kehilangan keselamatan. Dalam Wahyu 2:10, dijelaskan bahwa untuk kita menerima mahkota kehidupan, kita harus mengasihi Yesus, lebih dari nyawa kita sendiri.

  1. Mahkota Yang Tidak Dapat Binasa

1 Korintus 9:24-27 “Tidak tahukah kamu, bahwa dalam arena pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang asal memukul saja. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” 

Hidup orang Kristen (para pengikut Yesus), digambarkan seperti seorang atlet yang sedang berlomba dalam sebuah pertandingan. Figur seorang atlet adalah figur orang yang berdisiplin, yang dengan taat mengikuti semua nasihat, saran dan anjuran yang diberikan oleh pelatihnya. Pelatih seorang atlet rohani, bukan pendeta. Pendeta hanya penyambung lidah, pelatih yang sesungguhnya adalah Yesus. (Disiplin ibadah; disiplin makan firman Allah; disiplin untuk dalam doadan disiplin dalam melayani).Tidak ada penonton yang dapat mahkota. Sebab itu, jangan jadi penonton dalam jemaat, sekecil apa pun kita harus terlibat dalam pelaayanan, supaya ketika kita sampai di sorga, Tuhan memberikan kita: “Mahkota Kekal.” Ibrani 12:1.

  1. Mahkota Kemegahan /Kemuliaan

1 Tesalonika 2:19,20 “Sebab siapakah pengharapan kami atas sukacita kami atau mahkota kemegahankami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatanganNya, kalau bukan kamu (yaitu jiwa-jiwa yang Paulus layani di Tesalonika) Sungguh, kamulah kemulian kami dan sukacita bagi kami.” 

Kalau Saudara dipercaya untuk ambil bagian melayani jiwa-jiwa, hal itu merupakan kesempatan bagi Saudara untuk menerima Mahkota Kemuliaan, yang akan diberikan Yesus pada waktu kita masuk dalam kerajaan sorga. Mengapa? Mahkota ini disebut sebagai “Mahkota Kemegahan/Sukacita?” Sebab, jiwa-jiwa yang Saudara menangkan di dunia ini, akan Saudara lihat  selama-lamanya di sorga. Inilah yang disebut dalam Yohanes 15:16 “Buah yang kita hasilkan, buah itu tetap…”

  1. Mahkota Pemenang

Wahyu 3:11,12“Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkota-mu. Barangsiapa menang ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dan Allah-Ku dan nama-Ku yang baru.”  

Perhatikan kalimat “Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.”

Dari kalimat ini kita bisa simpulkan bahwakita bisa kehilangan mahkota yang seharusnya jadi milik kita. Tapi karena kita kalah, akhirnya mahkota itu diberikan kepada orang lain.

Kalah dalam hal apa?
Perhatikan janji Tuhan kepada orang yang menang: “Barangsiapa menang ia akan Kujadikan Sokoguru di dalam Bait Sci Allah-Ku.”

  • Sokoguru adalah tiang utama pada sebuah bangunan (pendopo/rumah joglo), biasanya ada 4 tiang/sokoguru yang menopang bangunan tersebut.
  • Sokoguru gambaran tanggung jawab atau kepercayaan yang diberikan kepada kita untuk menanggungnya.
  • Kalau kita setia dan menang menanggung beban tanggung jawab yang kecil di gereja, Tuhan akan percayakan tanggung jawab yang besar dan mulia di kemuliaan sorga.

EsauKejadian 25:33; 27:35,36, sebagai anak sulung Yakub, ia berhak menggenapi janji Allah kepada Abraham. Tapi karena nafsu hak kesulungan, akhirnya hak itu jatuh kepada Yakub.

YudasKisah 1:20,26 dipilih Yesus untuk menjadi rasul untuk memberitakan Injil, karena uang, ia jual Yesus sehingga posisinya sebagai sokoguru digantikan oleh Matias.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s