APAKAH YANG KAMU CARI – Seri 21 “DATANG DAN TINGGAL BERSAMA” (Ibadah Raya3 – Minggu, 28 Jan 2018 oleh Pdt. Joseph Priyono)

Yohanes 1:39
Ia berkata kepada mereka: “Marilah dan kamu akan melihatnya.
” Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.

Pendahuluan
           Sejak Tuhan Yesus menerima kehadiran dua orang murid Yohanes sebagai murid baruNya, sejak saat itulah mereka tinggal bersama Tuhan Yesus. Inilah awal dimulainya pemuridan bersama Rabi Yesus dengan dua orang murid Yohanes. Untuk mengetahui proses pemuridan yang sedang terjadi marilah kita memperhatikan prinsip-prnisip pemuridan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

 PRINSIP PEMURIDAN TUHAN YESUS
1. Pengikut MENGETAHUI (to know) tetapi MURID: MENJADI (to be)
Lukas 6:40
            Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Ukuran keberhasilan seorang murid tidak dinilai dari prestasi yang diraih ataupun nilai yang dicapai, tetapi dari keserupaan dengan gurunya. Seorang murid yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
Sebagai murid Tuhan, kita juga dituntut untuk mencapai hal yang sama yaitu serupa dengan Yesus. Apakah indikator seorang anak Tuhan sama seperti Yesus?

A. Melihat seperti Yesus melihat.
1.Mata Yesus melihat hati
2.Yesus melihat dengan belas kasihan
3. Mata Yesus memandang tuaian

B. Melakukan apa yang Yesus lakukan
1. Melakukan kehendak BapaNya
2. Melakukan pemberitaan Injil
3. Melakukan perbuatan baik

        Dua bagian diatas telah kita pelajari pada minggu sebelumnya, untuk melihat pejelasan lebih lanjut silahkan membaca kembali ringkasan khotbah di Mahanaim Magazine atau dapat dilihat melalui web Gereja. Marilah kita mempelajari prinsip selanjutnya dari prinsip pemuridan Tuhan Yesus.

2. Pengikut: MENGAMBIL KEPUTUSAN, tetapi MURID BERKOMITMEN
         Sekarang kita akan membahas hubungan yang lebih dalam yang diinginkan oleh Tuhan Yesus. Setelah dua orang murid Yohanes pembaptis memutuskan untuk mengikut Tuhan Yesus dan tinggal bersamaNya dari hari ke hari, kini Tuhan Yesus menuntut hubungan yang bukan sekedar mengambil “keputusan mengikuti” tetapi “berkomitmen untuk terus mengikuti.”
Sebagai murid-muridNya, kita juga dituntut hal yang sama yaitu bukan hanya menjadi seorang pengikut yang mengambil keputusan tetapi menjadi  murid yang berkomitmen. Kekristenan bukan sekedar mengambil keputusan tetapi dibutuhkan komitmen. Pertobatan adalah sebuah keputusan yang kita ambil saat mengalami kelahiran baru, tetapi kesetiaan adalah sebuah komitmen. Mengapa dibutuhkan komitmen dalam mengikut Tuhan? Sebab firman Tuhan berkata bahwa hanya orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. (Matius 24:13)

Banyak yang mengikut, sedikit yang berkomitmen
        Fakta menunjukkan bahwa ternyata banyak orang yang mengikut Yesus, tetapi hanya sedikit yang memiliki komitmen. Dalam Yohanes 6, kita dapat melihat bahwa awalnya banyak orang berbondong-bondong mengikut Yesus karena mujizat-mujizat kesembuhan yang dilakukan-Nya. Tetapi setelah Yesus berbicara tentang kebenaran, Ia menjelaskan roti yang turun dari sorga, satu per satu mereka mulai meninggalkan-Nya.

Yohanes 6:66  Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Keputusan tanpa Komitmen adalah Bohong
          Sadarkah kita, bahwa keputusan atau janji tanpa komitmen adalah kebohongan. Bayangkan saat seorang pria dan wanita mengambil keputusan, lalu mereka berdua mengucapkan janji setia di altar Tuhan dalam pernikahan. Tetapi sebulan kemudian salah satu diantara mereka selingkuh dengan orang lain. Apakah artinya janji setia yang mereka ucapkan sebulan yang lalu? Apakah bias dikatakan bahwa mereka tetap setia? Keputusan harus disertai komitmen!
Tidak sedikit anak-anak Tuhan juga berlaku demikian. Di gereja kita nyanyi “Yesus aku cinta kepadaMu” tetapi di rumah selingkuh dengan berhala, ada masalah cari dukun, menderita tinggalkan Tuhan. Apa artinya ucapan kita, aku cinta Yesus? Kekristenan itu keputusan yang disertai komitmen bukan “mencla-mencle” pagi kedele sore tempe.

APAKAH ARTINYA KOMITMEN?
1). Berketetapan Hati (Daniel 1:8 )
         Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
        Komitmen itu artinya berketetapan hati. Teguh dalam pendirian. Ada banyak keuntungan dan kenikmatan yang dapat dinikmati Daniel di istana raja, namun ia memilih hidangan sederhana asal berkenan kepada Tuhan. Daniel tidak tertarik kepada kemewahan dan kelezatan hidangan kerajaan yang telah dipersembahkan kepada berhala. Ia rela menderita, asal saja hidup dalam kebenaran. Beranikah kita berketetapan hati seperti Daniel? Kita memilih hidup kudus,  ketimbang menikmati kesenangan dunia dalam dosa. Tuhan mencari orang-orang yang berkomitmen untuk hidup sesuai dengan kehendakNya.

  • Komitmen Pemazmur  (Mazmur 73:26)
    Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
  • Komitmen Yohanes Pembaptis (Yohanes 3:30)
    Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
  • Komitmen Rasul Paulus (Roma 8:35)
    Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    Roma 8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
    Roma 8:39 atau kuasa-kuasa, baik yang diatas, maupun yang dibawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

2). Tetap Melekat (Rut 1:14)
                Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.Rut 1:16, 17 Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan.
Arti yang kedua dari komitmen adalah tetap melekat. Naomi telah mendesak Rut agar kembali ke negerinya, sebab tidak mungkin ia akan menunggu anak lelaki yang akan dilahirkan Naomi. Rut menolaknya sebab komitmen telah bulat untuk tetap melekat kepada ibu mertunya apapun yang terjadi. Kata komitmen yang diartikan dengan tetap melekat juga ditunjukan oleh Tuhan Yesus saat mengajarkan tentang pokok anggur yang benar.
Yohanes 15:4
            Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Kata “Tinggallah” dalam bahasa Yunani ditulis dengan kata “MENO” yang artinya: tetap tinggal/ tidak bergeser sekalipun digoncang. Hal ini digambarkan seperti seorang wanita yang sedang menampi beras. Untuk memisahkan beras dari sekamnya, ia menggunakan alat penampi (Jawa: tampah/ tetampah) yang diputar-putar, kemudian dilempar ke atas agar sekamnya diterbangkan angin. Beras yang tetap tinggal inilah disebut meno.
Menjadi orang Kristen bukan tanpa masalah. Ada banyak tantangan, kesulitan, penderitaan bahkan aniaya yang dapat kita alami dalam pengiringan kepada Yesus. Namun demikian tetaplah bertahan, melekat erat kepada pokok anggur yaitu Tuhan Yesus Kristus.

3). Melakukan Apa yang Dikatakan.
            Dalam kitab Hakim-hakim 11 ada kisah yang menarik tentang komitmen. Seorang hakim yang bernama Yefta suatu ketika saat menghadapi peperangan mengucapak nazar kepada Tuhan. Dalam nazarnya ia berkata: Jika Tuhan memberinya kemenangan, maka siapapun yang pertama kali menyambutnya akan dipersembahkan kepada Tuhan sebagai korban bakaran. Ternyata Tuhan memberinya kemenangan. Dan ketika ia pulang, anak perempuannya keluar rumah untuk menyambutnya. Hancurlah hati Yefta, tetapi ia harus menepati nazarnya kepada Tuhan. Dalam Hakim-hakim 11:39 firman Tuhan berkata: Setelah lewat kedua bulan itu, … ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu.
Inilah komitmen, melakukan tepat seperti apa yang dikatakan.

4). Setia sampai Akhir (Matius 24:13)
                Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Komitmen itu artinya setia sampai akhir. Pengiringan kita kepada Yesus tidak berhenti ditengah jalan, tetapi sampai garis finish kehidupan. Betapa pun beratnya tantangan yang kita alami, teruslah setia, berjalanlah terus, jangan berhenti, pegang komitmen: sekali Yesus tetap Yesus.
Salah satu atau satu-satunya
                Tuhan Yesus tidak ingin menjadi peringkat kedua, Ia ingin yang utama, pertama dan satu-satunya. Itulah sebabnya ketika orang banyak datang kepadaNya, Ia segera memberikan harga pengiringan kepadaNya.
Lukas 14:26  “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
          Cinta kita kepada Tuhan harus melebih cinta kita kepada ayah, ibu, anak dan saudara-saudara kita. Tuhan tidak ingin dimadu atau menjadi salah satu dari kekasih kita. Tuhan ingin yang utama, pertama dan satu-satunya.

Ishak atau TUHAN (Kejadian 22:2)
           Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
            Mengapa Tuhan meminta Ishak untuk dipersembahkan? Bagi Abraham Ishak bisa dengan mudah merenggut kasih Abraham kepada Tuhan. Ishak harus dipersembahkan agar hati Abraham tetap melekat kepada Tuhan. Siapakah yang lebih kita cintai? Ishak atau Tuhan, berkat atau pemberi berkat? Mari kita buat komitmen kembali bahwa di hati kita hanya Yesus yang utama, pertama dan satu-satunya. Tuhan memberkati!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s