AKU DATANG SEPERTI PENCURI – oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 Februari 2018)

Wahyu 3:3
“Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.”

PENDAHULUAN
Dalam rangkaian khotbah tentang “Pengikut Yesus Yang Sejati” kita sedang mempelajari keadaan jemaat yang ada di Asia kecil. Hari ini kita belajar tentang pengikut Yesus yang sejati dibandingkan dengan keadaan Jemaat di Sardis. Keadaan jemaat di Sardis dapat dikatakan memperihatinkan sehingga para akademis menyebut jemaat di Sardis dengan istilah ZOMBIE CHURCH (Gereja atau Jemaat Zombie). Sebenarnya istilah ini diberikan berdasarkan perkatakan Yesus yaitu :“Engkau dikatakan hidup padahal engkau mati.” Artinya secara fisik jemaat di Sardis itu memang ada, tetapi tidak ada aktifitas, hasil atau dampak yang baik dan positif dari jemaat di Sardis yang dapat dirasakan baik oleh Yesus maupun masyarakat kota Sardis yang pada umumnya adalah penyembah berhala.

Bahan Introspeksi Diri
Dengan membahas jemaat di Sardis setidaknya kita dapat bercermin dan menjadikannya bahan introspeksi, jangan sampai “Jemaat Mahanaim” secara individu maupun korporat, menjadi sama dengan jemaat di Sardis! Jika Tuhan ijinkan Jemaat Mahanaim ada di kota Tegal artinya Tuhan punya maksud yaitu Jemaat Tuhan berdampak positif bagi kota ini. Keberadaan kita haruslah sungguh-sungguh dirasakan oleh Tuhan dan orang-orang di sekitar.

PENYEBAB
 Tentu ada alasan mengapa Yesus menilai jemaat di Sardis dengan penilaian “Engkau dikatakan hidup padahal engkau mati”. Jika kita perhatikan teguran atau nasihat Yesus bagi jemaat di Sardis dalam Wahyu 3:3 dikatakan engkau telah menerima dan mendengarnya: turutilah itu dan bertobatlah….

Dari sini kita dapat mengerti bahwa penyebabnya adalah :

  1. Engkau telah Menerima dan Mendengarnya

Apa yang Jemaat di Sardis telah terima dan dengar dari Yesus tidak lain adalah Firman Allah. Namun karakteristik jemaat di Sardis adalah mendengar tetapi tidak mau melakukan Firman Allah. Seharusnya apapun model firman Tuhan yang kita dengar, entah seperti embun yang menyejukkan; seperti madu yang manis atau justru seperti palu yang memukul bahkan seperti pedang yang menyayat kita harus bisa kita terima dan lakukan.

  1. Ikuti dan Lakukan Firman Tuhan
    Ada beberapa alasan, orang tidak melakukan firman Allah :
  • Tidak setia beribadah.
  • Setia beribadah, tetapi tidak dengarkan firman Allah.
  • Tidak mengerti firman Allah.

Kita perlu berjaga agar jangan sampai iblis mencuri benih Firman Allah sehingga kita menjadi tidak mengerti Firman Allah. Bagaimana kita dapat melakukan Firman Allah jika kita tidak mengerti? Jika kita mengerti maka kita akan cakap melakukan Firman Allah.

Kita akan belajar tentang pentingnya mendengar dan mengerti Firman Allah dari perumpaan yang terdapat dalam Matius 13.

  • Yang Mengerti Firman Allah Hidupnya Berbuah

Matius 13:23
“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu, dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada  yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Buah dihasilkan dari pengenalan dan pengertian Firman Allah. Hidup yang berbuah adalah hidup yang dapat dinikmati oleh Tuhan dan juga orang-orang disekitar kita termasuk orang yang belum percaya.

  • Yang Tidak Mengerti Firman Allah

Matius 13:19
“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.”

Kita perlu mendisiplin diri dalam mendengar Firman Allah, jangan kita kehilangan fokus karena sibuk berbincang dengan rekan kita atau memainkan handphone saat Firman Allah sedang disampaikan.

Apa pun penyebabnya pengikut Yesus yang tidak lakukan perintah firman Tuhan, ia jadi seperti jemaat di Sardis yang disebut ZOMBIE CHURCH (Kristen Zombie).

  1. Bertobat

Karena itu Yesus menasihati agar mereka bertobat. Bertobat artinya berhenti dari melakukan dosa termasuk cara ibadah yang keliru. Bila kita tidak berjaga-jaga maka kita juga akan turut dihukum.

Wahyu 3:3b
Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku  tiba-tiba datang kepadamu.”

Apabila jemaat di Sardis tidak bertobat (tidak mau berubah) dari kesalahannya, yaitu tidak mendengar dan tidak melakukan firman Allah, maka istilah Yesus akan datang seperti pencuri akan mereka alami. Ini adalah sebuah ultimatum atau ancaman bagi jemaat di Sardis. Apa sebenarnya yang dimaksud firman Allah dengan istilah: “Yesus akan datang seperti pencuri…?”

AJARAN YANG SALAH
Kita harus berhati-hati terhadap tafsiran atau ajaran yang salah bahkan sesat. Sebab ada yang mengajarkan bahwa kata “Yesus datang seperti pencuri” adalah saat pengangkatan Gereja ke angkasa, atau dalam bahasa Inggris disebut “Raptures” yaitu saat Yesus datang secara diam-diam (Sebab pencuri datang diam-diam), untuk menyelamatkan pengikut Yesus dari kekuasaan Antikristus. Ini bukan ajaran yang Alkitabiah, sebuah doktrin yang tidak benar, bahkan sebaliknya menyesatkan jemaat. Mengapa? Karena jika kita teliti maka semua ayat yang bunyinya: “Lihat Aku datang seperti pencuri” merupakan peringatan yang ditujukan bukan bagi pengikut Yesus, tapi bagi mereka yang akan dibinasakan. Salah satu dasar ayat yang dapat kita jadikan dasar kebenaran adalah 1 Tesalonika 5:1,2.

1 Tesalonika 5:1
“Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.”

Betul bahwa ayat ini adalah peringatan Yesus, tentang kedatangan-Nya yang seperti pencuri. Tetapi yang menjadi pertanyaan untuk siapa Yesus datang? Kita perlu membaca ayat selanjutnya untuk mendapat pemahaman yang benar.

1 Tesalonika 5:3
“Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman – maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin mereka pasti tidak akan luput (akan dibinasakan).”

Perhatikan kata “Mereka”, dalam ayat ini adalah pengikut Antikristus, yaitu orang-orang yang tidak percaya Yesus. Itu sebabnya kedatangan Yesus seperti pencuri, bukanlah bagi kita (orang-orang yang percaya kepada Yesus), tetapi bagi mereka yang tidak percaya, yaitu orang-orang yang akan dibinasakan!

Contoh yang lain untuk istilah Yesus datang seperti pencuri dapat kita lihat dalam Wahyu 16:14-16.

Wahyu 16:14 “Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.”

Dalam ayat ini dikatakan seluruh raja-raja di dunia dikumpulkan untuk melakukan peperangan pada hari besar. Mereka dikumpulkan oleh roh-roh setan. Artinya Iblis akan mengumpulkan raja-raja di seluruh dunia untuk melawan kedatangan Yesus. Dalam ayat berikut Yesus merespon tantangan Iblis, Antikristus dan Nabi Palsu dan orang berdosa dengan berkata “Aku akan datang seperti pencuri” (Wahyu 16:15).

Iblis akan mengumpulkan semua pasukannya disebuah tempat yang bernama Harmagedon. Perang Harmagedon ialah perang besar, dimana Yesus akan membinasakan Antikristus dan pengikutnya (orang-orang berdosa) ini tertulis dalam Wahyu 19:11-21.

Kesimpulan
Jika Yesus demikian keras memperingatkan atau mengancam jemaat di Sardis maka hal yang sama berlaku bagi kita jikalau kondisi kekeristenan kita sama seperti jemaat di Sardis yang dengar firman Allah tetapi tidak hidup sesuai firman Allah. Mungkin kita terlihat hidup, tapi sesungguhnya tidak ada pertumbuhan rohani.

Yesus memberi kesempatan untuk bertobat, tetapi jika tidak mau bertobat, maka seperti kepada jemaat di Sardis, Yesus akan lakukan hal yang sama kepada kita. Karena itu perhatikanlah bagaimana kondisi kekristenan kita, termasuk saat kita beribadah. Kiranya kita menjauhkan diri dari apa yang sudah dilakukan oleh jemaat Sardis sehingga ancaman Yesus tidak berlaku bagi kita, sebaliknya kita menjadi jemaat yang diberkati TUHAN.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s