MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN – Oleh: Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 1 – Minggu, 11 Februari 2018)

Yohanes 4:23, 23

Allah mencari penyembah yang sesuai dengan hati-Nya. Pada pasal ini Tuhan Yesus bercakap dengan seorang wanita Samaria yang memiliki 5 suami. Tuhan Yesus memberikan suatu hal penting bahwa penyembahan dapat dilakukan oleh semua orang termasuk wanita samaria yang memiliki latar belakang buruk.

Penyembahan melekat pada diri setiap orang meskipun mereka tidak percaya adanya Allah, manusia akan tetap menyembah seperti kepada patung dan ciptaan Allah lainnya. Namun Tuhan rindu agar setiap orang menyembah dengan cara Allah bukan berdasarkan pengertian orang tersebut.

Dalam pembahasan kita hari ini, Tuhan Yesus menantang sistem penyembahan yang sedang berlangsung saat itu pada masa Kristus ada di dunia. Dengan mengatakan bahwa sudah tiba saatnya bahwa kita tidak lagi perlu ke Yerusalem untuk menyembah Allah. Sebab cara Yerusalem menyembah adalah RITUAL tanpa PASSION, Matius 15:8. Mereka melakukan penyembahan tetapi tidak ada gairah. Sedang cara Samaria adalah memiliki PASSION tanpa PENGENALAN, Yohanes 4:22a. Jadi, Yesus memperkenalkan suatu penyembahan yang berbeda. Di mana tempatnya? Bukan di Samaria, bukan di Yerusalem, Ay. 21. Penyembahan yang sejati bukan masalah ‘tempat’ di mana kita beribadah, tetapi di mana hati kita berada saat beribadah? Tempat, musik dan tim pemuji hanya membantu kita untuk menghidupkan kesadaran kita akan Tuhan.

Gunakan setiap kesempatan beribadah untuk mengalami Tuhan, jangan hanya tempat, pemuji dan pemusik saja yang menyembah. Tuhan rindu agar hati kita juga terhubung dengan Tuhan saat beribadah atau tidak. Menyadari keberadaan Tuhan, itulah penyembahan. Sikap untuk mengontrol diri saat emosi karena menyadari adanya Tuhan, adalah penyembahan.

Istilah ‘Penyembahan’ hanya ada di Kerajaan. Tuhan itu disebut Raja, memiliki sebuah Kerajaan di sorga, yaitu Kerajaan Allah. Ketika kita datang kepada Tuhan maka kita menyembah Dia. Datang kepada Tuhan sesuai kehendak Allah. Bagaimana dan mengapa? Cara kita menghadap, apakah mendatangkan Perkenanan-Nya atau Favor dan membuat Dia senang? Perkenanan-Nya mendatangkan berkat-berkat-Nya / Increase.

Bagaimana sikap saudara datang menghadap kepada-Nya, Raja segala raja dan Tuan segala tuan? Ingat tentang Ester saat ia harus menghadap raja, tidak sembarangan harus ada perkenanan raja meskipun raja adalah suaminya.

PENYEMBAH-PENYEMBAH BENAR YANG DIKEHENDAKI-NYA:

  1. Menyembah Bapa

Hubungan kita dengan Allah, juga harus dengan cara yang Tuhan mau. Punya pengenalan, seperti hubungan Bapa dan Anak – Galatia 4:5-6. Dengan mengenal Allah sebagai Bapa maka kita semakin kagum dan menyembah Dia karena IA berkuasa. Tuhan menantikan kita. Perkenanan sang Raja mendatangkan berkat-berkat, yaitu sadar bahwa sang Raja yaitu Tuhan itu ada. Bergaul dengan Firman-Nya, Roma 8:14-15.

  1. Menyembah dalam Roh

Penyembahan terjadi didalam roh manusia. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa, roh. Penyembahan hanya di jiwa akan sekedar menyentuh pikiran namun tidak larut dalam penyembahan. Kesadaran akan Tuhan, memengaruhi pikiran, perasaan dan kehendak kita untuk menyembah Tuhan sehingga dapat mengekspresikannya.

  1. Menyembah dalam Kebenaran

Kebenaran berbicara tentang POSISI kita terhadap kehendak-Nya. Kehendak-Nya ada dalam diri-Nya, dituangkan dalam Firman-Nya, menjadi Undang-Undang Kerajaan Allah. Bila hidup kita sesuai undang-undang kerajaan Allah yaitu firman Allah maka kita menghadap dengan penuh keberanian. Jika tidak maka iblis gunakan dosa-dosa untuk menuduh, tetapi  kuasa Darah Yesus yang sanggup menguduskan sehingga kita dengan berani menghadap tahta kasih karunia Allah. Yohanes 17:17, 19 – kebenaran itu stabil dan tidak berubah karena keadaan atau situasi. Jaga hidup kita dengan firman Allah dan perbaiki apa yang salah. Yohanes 8:32.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s