BERJALAN DENGAN YESUS DALAM PAKAIAN PUTIH , oleh Pdt. J. S. Minandar (Ibadah Raya, 18 Februari 2018 )

Wahyu 3:4-6

PENDAHULUAN
Kualitas rohani jemaat Sardis sangat buruk, sehingga Yesus tegur agar mereka bertobat. Kalau tidak bertobat, Yesus ingatkan bahkan mengancam mereka, bahwa Yesus akan datang kepada mereka seperti seorang pencuri. Artinya, Tuhan Yesus bukan datang untuk menyelamatkan jemaat di Sardis tetapi untuk membinasakan jemaat di Sardis yang tidak bertobat dan semua orang berdosa.

DALAM GELAP ADA TERANG
Meskipun secara umum kondisi rohani jemaat Sardis buruk, tetapi diantara yang buruk, jelek, rusak dan tidak baik, di Sardis ada anggota jemaat yang setia menjaga hidup kudus dan tidak mencemarkan pakaiannya. Mereka tidak turut menghanyutkan diri dalam dosa dan kejahatan. Ada orang yang hidup di lingkungan orang yang jahat dan berdosa. Tetapi, mereka mampu menjaga diri mereka benar, kudus di hadapan Tuhan, antara lain:

  • HENOKH
    Kejadian 5:24 “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab  ia telah diangkat oleh Allah.” Setelah Adam jatuh dalam dosa, umat manusia mengalami kemerosotan secara jasmani dan rohani. Tetapi Henokh, sanggup menjaga diri suci dan benar di mata Tuhan. Henokh tidak terseret dengan dosa yang dilakukan orang disekitarnya. Sebaliknya firman Allah berkata Henokh membangun hubungan dengan Allah. Henokh adalah manusia pertama yang tidak mati, karena Henokh diangkat hidup-hidup oleh Allah.
  • NUH
    Nuh juga hidup benar diantara orang yang tidak takut akan Allah. Kejadian 6:9 “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” Standar kejahatan manusia sudah kelewatan hingga membuat Allah menyesal telah menciptakan manusia, Kejadian 6:6. Sebab itu Allah berniat melenyapkan manusia dimuka bumi, Kejadian 6:7. Tetapi dari antara semua manusia di bumi yang hidupnya jahat dan berdosa, Nuh mendapat kasih karunia dari Allah, karena Nuh hidup bergaul dengan Allah.

BERGAUL DENGAN ALLAH
Apa pun yang terjadi, Henokh dan Nuh, setia membangun hubungan secara intim dengan Tuhan. Dengan lain kata, bagaimana pun jahatnya kelakuan orang yang ada di sekitar, Henokh dan Nuh menjaga hidup suci dan berkenan kepada Tuhan. Begitu juga di Sardis walau semua orang terseret dalam dosa. Tetapi ada sekelompok kecil anggota jemaat di Sardis yang tetap teguh imannya. Mereka tidak ikut terseret oleh dosa penduduk Sardis. Sebab itu Yesus berjanji dalam Wahyu 3:4 “Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.”

PAKAIAN PUTIH
Yehezkiel 44:15-19, pada masa Perjanjian Lama, imam harus memiliki 2 jenis pakaian. Pakaian putih, terbuat dari lenan halus, dipakai saat melayani (tidak boleh dari bahan lain/bulu domba) dan tidak boleh memakai ikat pinggang à berkeringat. Namun, apabila imam-imam tidak sedang bertugas atau dalam kegiatan hidup sehari-hari, para imam harus memakai pakaian yang lain yaitu pakaian warna-warni.

ARTI ROHANI

  1. Para Imam

Di zaman Perjanjian Baru, jabatan imam ialah semua orang percaya yang telah ditebus/ diselamatkan oleh Yesus, 1 Petrus 2:9. Sebab itu kita juga harus punya dua macam pakaian yang harus kita kenakan.

  1. Pakaian Putih

Pakaian putih adalah pakaian upacara yang terbuat dari lenan halus, dipakai pada waktu melayani serta tidak boleh terbuat dari bulu domba dan saat digunakan tidak boleh dengan mengenakan ikat pinggang tujuannya agar tak berkeringat. Secara rohani, pakaian putih adalah kehidupan yang kudus, meliputi roh, jiwa dan tubuh. Kalau kita bersalah maka tersedia jalan pengampunan, 1 Yohanes 1:7-9. Semua yang kita lakukan dalam pelayanan ibadah, harus lahir dari roh, jiwa dan tubuh yang kudus.

  1. Pakaian Yang Lain

Dalam kehidupan sehari-hari, para imam harus mengenakan pakaian yang lain, yaitu pakaian berwarna-warni. Arti pakaian yang lain/warna-warni adalah tentang sikap dan cara hidup anak-anak Tuhan ketika berinteraksi dengan orang-orang yang ada diluar.

Perhatikan nasihat Paulus kepada jemaat di Tesalonika, tentang sikap dan cara hidup yang harus dilakukan pengikut Yesus.
1 Tesalonika 5:12-22

  • Ayat 12
    Menjelaskan bagaimana seorang anak Tuhan harus memiliki rasa hormat kepada pelayan Tuhan yaitu hamba-hamba Tuhan. Jangan melawan dan memberontak sebab mereka adalah para pelayan Tuhan yang bekerja dengan keras.
  • Ayat 13
    Setiap anak Tuhan harus memiliki loyalitas yang tinggi kepada pimpinan rohani dimana ia berada. Jangan datang hanya untuk mengacau sehingga membuat orang lain tidak loyal dengan gereja mereka. Tetapi bawalah pakaian warna warni ini yaitu, pakaian damai sejahtera meskipun telah disakiti.
  • Ayat 14
    Menjelaskan tentang roh kesetiaan dan ketaatan kepada firman Allah. Jangan hanya tampak kudus hanya saat ibadah, melainkan dimanapun kita berada tetaplah hidup dalam takut akan Tuhan. Pakaian warna-warni yang ada di ayat ini adalah menghibur orang yang mulai lemah, selain itu membela dan menolong jemaat yang kekurangan.
  • Ayat 15
    Kesimpulannya adalah jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Inilah pakaian warna-warni selanjutnya adalah belas kasihan.
  • Ayat 16
    Bawa berita yang membangun bukan yang melemahkan, melainkan suatu berita sukacita.
  • Ayat 17
    Tetap berdoa dengan membangun hubungan dengan Tuhan seperti Henokh dan Nuh dimanapun berada.
  • Ayat 18-22
    Jangan bersunggut melainkan ucapkanlah syukur, tetap semangat dalam mengiring Tuhan, jangan mudah diracuni informasi yang bohong. Pakaian yang terakhir adalah hindari semua dosa dan kejahatan. Hiduplah kudus dan benar.

Namun secara rohani, apakah kita bertelanjang atau berpakaian dalam masa perjalanan kerohanian kita? Ketika kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan, maka kepada kita diberikan kedua pakaian kesucian dan kebenaran.

Sebelum manusia jatuh dalam dosa, kemuliaan Allah menyelimuti manusia. Namun dalam Kejadian 3:21, Adam dan Hawa jatuh dalam dosa sehingga Allah membuat pakaian dari kulit binatang karena pada saat Adam dan Hawa berdosa, Adam dan Hawa sadar bahwa mereka bertelanjang. Adam dan Hawa merasa takut dan malu untuk menghadap Allah, karena mereka sadar bahwa mereka bertelanjang. Tetapi, Allah memberikan kepada Adam dan Hawa pakaian dari kulit binatang (domba).

Bagaimana dengan kita…? Kepada kita, Allah memberikan pakaian kesucian/kebenaran (pakaian putih) yang dirajut dan ditenun oleh Yesus (Anak Domba Allah) bagi kita di atas kayu salib Golgota, sehingga kita dinyatakan layak dan benar dihadapan Allah.

DIKENAKAN / DIPAKAI
Tanggung jawab kita adalah mengenakan pakaian dalam kita melayani Tuhan dan dalam hidup kita sehari-hari, sehingga hidup kita menjadi berkat bagi semua orang, bagi saudara seiman dan kepada mereka yang belum percaya.

Selain dikenakan, pakaian tersebut juga harus dipelihara. Pakaian keselamatan, kebenaran dan kesucian yang Yesus beli dengan harga mahal ini, (1 Petrus 1:19), harus kita jaga dan pelihara, apa pun yang terjadi. Contoh, Markus 14:50-52 – lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya, tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang. Bagaimana kalau Yesus datang kedua kali, apakah kita didapati tak berpakaian? Wahyu 16:15 “Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.”

Kalau Yesus datang kedua kali, dan didapati kita dalam keadaan bertelanjang, karena kita tidak jaga dan pelihara pakaian itu, maka Yesus datang bagi kita seperti pencuri, dan kita akan dibinasakan bersama-sama dengan orang yang tidak percaya Yesus.

YESUS SANGGUP PULIHKAN
Kalau kita sadar bahwa kita telah kehilangan pakaian kebenaran yang Yesus telah berikan kepada kita, Tuhan Yesus bersedia untuk memulihkan kita dan memberikan kepada kita pakaian yang baru. Contohnya Markus 5:1-20, di Gerasa ada seorang yang kerasukan setan, tinggal di kuburan dan setiap hari menyiksa dirinya. Orang itu minta agar Yesus tidak menyiksa dia. Roh jahat dalam diri orang itu minta agar Yesus pindahkan roh-roh jahat ke kawanan babi. Setelah Iblis diusir dari orang itu (Markus 5:15), “Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang kerasukan itu duduk, dan sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu…” Yesus pulihkan orang tersebut sehingga ia tidak bertelanjang. Yesus ingin memulihkan kembali setiap orang yang pakaiannya sudah hilang asalkan ia mau terbuka kepada Tuhan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s