NAMANYA TIDAK DIHAPUS DARI KITAB KEHIDUPAN, oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 4 Maret 2018)

Wahyu 3:5

PENDAHULUAN
Beberapa minggu lalu sudah dijelaskan tentang jemaat di Sardis, bahwa hampir 100% jemaat di Sardis terseret oleh dosa  dan ajaran sesat. Tetapi, ada sejumlah kecil jemaat yang menjaga hidupnya kudus dan benar dihadapan Tuhan. Ayat 4 “Tidak mencemarkan pakaiannya” dan Yesus menyebut mereka adalah “Orang-orang yang Menang.” Dan kepada mereka yang menang akan dikenakan pakaian putih  serta namanya tidak akan dihapus dari Kitab Kehidupan. Catatan lengkapnya silahkan periksa Magazine edisi Februari 2018.

 BUKU KEHIDUPAN
Jadi pada saat seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan mengalami kelahiran baru, pada saat itu namanya dicatat dalam Kitab Kehidupan di sorga. Tetapi tidak menutup kemungkinan, bila nama seseorang yang sudah tercatat, harus berhati-hati karena namanya dapat terhapus seperti yang dialami oleh jemaat di Sardis, jikalau tidak menjaga hidup yang kudus. Dalam Wahyu 3:5 dituliskan “Barangsiapa menang..” Kalimat ini menjelaskan bahwa jemaat Sardis sesungguhnya adalah jemaat yang percaya Yesus; mengalami kelahiran baru serta aktif melayani Tuhan dan berpegang pada kebenaran firman Allah. Tetapi, hampir seluruh jemaat Sardis tidak menjadi pengikut Yesus yang sejati karena terseret dalam dosa dan disesatkan dari ajaran yang benar. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengingatkan dengan keras, kalau mereka tidak bertobat, nama mereka akan dihapus dari Kitab Kehidupan.

BERTUMBUH DALAM IMAN
Oleh sebab itu sebagai orang percaya, harus ada pertumbuhan hingga menjadi dewasa, tujuanya agar tidak diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran sesat, permainan palsu manusia dalam kelicikan. Namun tetap teguh berpegang kepada kebenaran didalam kasih dan bertumbuh didalam Kristus, sebagai kepala gereja (Efesus 4:14,15). Jadi hindarilah  dosa dan ajaran sesat. Selain kedua hal tersebut, ada beberapa hal, yang juga dapat membuat nama seseorang terhapus dari Kitab Kehidupan, antara lain:

  1. BERKHIANAT
    Sebagai pengikut Kristus yang sejati, dalam segala kondisi meskipun berat, jangan berkhianat dari Yesus. Seperti Yudas yang mengkhianati Yesus, sebab Yudas membuka cela sehingga iblis memakai dia. Seorang raja bernama Daud juga pernah alami pengkhianatan dalam Mazmur 69:29 dan Mazmur 22. Selain pengalaman Daud, isi ayat tersebut juga tercatat nubuatan penderitaan Yesus pada saat disalibkan karena menanggung dosa manusia. Tanpa Kristus maka manusia semua binasa (ayat 2). Pehatikan ayat 17, ada anjing-anjing yang merupakan binatang haram di zaman perjanjian lama. Ini gambaran orang Romawi yang akan menyalibkan Yesus, oleh tuntutan orang Yahudi. Sangat mengerikan, akhir hidup mereka yang telah mencicipi karunia keselamatan, tapi berkhianat (Ibrani 6:4-6). Tetapi itu belum seberapa sebab sebelum kedatangan Tuhan, akan banyak orang yang berkhianat karena membuka hati bagi iblis. Oleh sebab itu pelihara hati kita agar tidak berkhianat.
  2. ROH KEPAHITAN – Wahyu 8:10-11
    Peniupan Sangkakala III akan ada bintang besar yang jatuh. Bintang besar adalah hamba Tuhan besar dan mendunia namanya, tetapi tidak menjaga hatinya sehingga jatuh. Dampaknya memahitkan sungai dan mata air yang merupakan gambaran orang percaya sebagai aliran air hidup menurut Yohanes 7:38. Dan pada Wahyu 13, hamba Tuhan besar yang berkhianat akan dilantik iblis untuk mendapat gelar Antikristus. Pengaruhnya begitu kuat hingga mampu akan merusak jemaat (Gereja) dengan roh kepahitan dalam hati, yang berujung pada kematian rohani dan dihapusnya nama orang tersebut dari Kitab Kehidupan. Jangan biarkan roh kepahitan merusak kehidupan kita sehingga membunuh kekristenan kita hingga membuat nama kita terhapus di kitab kehidupan.

Sebuah contoh dalam Filipi 4:2,3 dituliskan nama Euodia dan Sintikhe.  Dalam terjemahan Inggris nama Euodia ditulis Fragrant artinya: Bau harum. Sedang nama Sintikhe ditulis dengan nama Fortunate artinya: Beruntung. Keduanya jemaat potensial dan terlibat dalam pelayanan, mereka banyak membantu juga menolong Paulus dalam penggembalaan. Tetapi keduanya berselisih; konflik dan tidak sehati sepikir. Oleh sebab itu, Rasul Paulus memberikan nasihat di ayat 2 supaya sehati sepikir didalam Tuhan. Ayat ini pun menunjukkan bahwa rasul Paulus tidak memihak Euodia atau Sintikhe agar keduanya pulih sehingga pelayanannya jadi berkat.

Sehebat apa pun talenta dan kemampuan kita dalam melayani, tetapi kalau kita berselisih, konflik dan tidak sehati sepikir dengan saudara seiman, maka kehebatan kita tidak membawa berkat bagi jemaat bahkan bagi siapa pun juga.

Tindakan rasul Paulus:

  1. Meminta Pertolongan Sunsugos
    Paulus meminta supaya Sunsugos untuk mendamaikan Eoudia dan Sintikhe. Kata “Sunsugos” merupakan gelar dari seorang anak Tuhan yang tidak tercatat namanya. Nama tersebut ditulis dengan kata YOKE-FELLOW artinya kuk yang ditaruh di leher sapi untuk membajak sawah bersama dengan sapi yang lain. Jadi rasul Paulus tidak bekerja sendiri karena ada orang yang sepenanggungan dengan Paulus (compatriot). Dalam pelayanan, kita juga membutuhkan orang lain untuk berkerja bersama demi perkembangan pelayanan.
  2. Mengingatkan
    Dengan keras Paulus ingatkan Eoudia dan Sintikhe, bahwa nama mereka sudah dicatat/ditulis dalam Kitab Kehidupan di sorga. Filipi 4:3c “…Yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.” Kalau mereka keras hati dan tidak berdamai, nama mereka bisa dihapus dari Kitab Kehidupan.
  3. Tidak Menyembah Antikristus.
    Saat Kedatangan Yesus kedua kali makin dekat, Antikristus gunakan segala cara untuk menyeret orang percaya agar keluar dari iman dan kebenaran.

PENUTUP
Hanya orang yang bertumbuh menjadi pengikut Yesus sejati yang dapat menikmati kerajaan Allah sebab nama mereka terjaga didalam kitab kehidupan. Namun jangan lupakan, jika ada keluarga kita yang belum menerima Yesus Tuhan dan Juruselamat, kita harus doakan dan Injili, agar mereka tidak binasa tapi selamat. Jaga hati dan jangan membuka cela sehingga iblis mengambil keselamatan untuk menjatuhkan. Tuhan Yesus memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s